Masih suka ber chatting ria menggunakan Yahoo!Messenger (Y!M)? Kini Yahoo.com telah menambahkan fitur-nya demi melanggengkan komunitas yahoo.com dengan membuat koneksi account ke Facebook.com (FB). Tentu saja yang telah terbiasa menggunakan menu chatting pada FB akan enggan beralih ke Y!M. Namun bagi pengguna Y!M yang setia, tentunya ini adalah khabar gembira.
Untuk membuat koneksi ke fitur chatting Facebook.com, login ke yahoo.com dan bukalah fitur Yahoo!Messenger. Hal ini juga dapat dilakukan saat membuka aplikasi Y!M secara terpisah. Bersamaan dengan aktivasi account yahoo, aplikasi ini akan memunculkan pop-up window yg membutuhkan respon user terkait interkoneksi dengan Facebook account.
Tentunya yahoo.com memberikan pra-syarat untuk aktivasi fitur ini, yaitu semua info account Facebook.com akan secara transparan terlihat dan dapat diakses oleh yahoo.com.
Understanding Concept of Digital Communications and Implementing Online Public Relations Activities
Monday, May 30, 2011
Wednesday, August 4, 2010
Dokumen PDC
Apabila kita menginginkan dokumen dalam format PDF tetap aman, LockLizard Safeguard Viewer dapat kita andalkan. Maklum saja, beberapa piranti lunak lainnya sudah dapat melakukan konversi dari dokumen PDF ke dokumen lain seperti Microsoft Word, Excel ataupun PowerPoint. Nantinya format dokumen ini bukan lagi PDF melainkan PDC.
LockLizard melindungi dokumen PDF dan perlindungan sekaligus keamanan bisnis perusahaan. Dibuat khusus untuk siapapun yang membuat dokumen yang dibagi pakai lalu diterbitkan dalam format PDF. Model dokumen ini dipakai untuk melindungi Anda dari menyalin dokumen PDF yang tidak sah, berbagi, memodifikasi, pencetakan yang berulang. Dengan enkripsi dari Pemerintah Amerika Serikat dan Digital Rights Management dokumen ini dapat meminitor siapa yang melihat dokumen PDF, di mana, dan kapan, dan untuk berapa lama (hari, bulan, tahun atau selamanya) J
Sunday, August 1, 2010
Populasi Pengguna Internet Tertinggi: Asia!
Percaya atau tidak, saat ini pengguna Internet dunia didominasi masyarakat di benua Asia. Berdasarkan data statistik dari Internetworldstats sejumlah 825,094,396 pengguna Asia mengakses Internet. Namun demikian perkembangan selama satu dekade terakhir paling menonjol di benua Afrika. Bayangkan saja dari total perkembangan di dunia sebesar 444.8% ternyata pengguna Internet di benua Afrika mencapai angka perkembangan 2,357.3%!
Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penetrasi media baru seperti Internet mendorong seluruh lapisan industri menggunakan media baru ini. Yang paling bersinar dalam hal ini adalah industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Silahkan perbaharui informasi terkini tentang perangkat pangakses Internet jaman sekarang. Sejak Industri China memasok barang-barang elektronik ke seluruh dunia, sejak Facebook dan Twitter digandrungi oleh warga dunia, sejak Asus melemparkan produk Eee PC ke pasar dunia dengan sebutan netbook, kini masyarakat dunia mulai menganggap TIK bukan lagi sebuah hal yang jauh untuk diraih, TIK kini menjadi sebuah gaya hidup.
Kini Google menohok pasar dengan Sistem Operasi Android-nya, dan saat ini mulai muncul perangkat netbook yang berharga dibawah 1 juta rupiah! Simak saja situs resmi di Indonesia dengan merek Elevo. Namun tetap diingat bahwa penggunaan TIK bukan hanya sekedar gaya hidup namun tentang kepedulian kita terhadap keseimbangan alam dan kebutuhan hidup yang hakiki. Jadi apakah saat ini kita sudah benar-benar membutuhkan itu semua atau sekedar mengikuti trend di pasar?
Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penetrasi media baru seperti Internet mendorong seluruh lapisan industri menggunakan media baru ini. Yang paling bersinar dalam hal ini adalah industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Silahkan perbaharui informasi terkini tentang perangkat pangakses Internet jaman sekarang. Sejak Industri China memasok barang-barang elektronik ke seluruh dunia, sejak Facebook dan Twitter digandrungi oleh warga dunia, sejak Asus melemparkan produk Eee PC ke pasar dunia dengan sebutan netbook, kini masyarakat dunia mulai menganggap TIK bukan lagi sebuah hal yang jauh untuk diraih, TIK kini menjadi sebuah gaya hidup.
Kini Google menohok pasar dengan Sistem Operasi Android-nya, dan saat ini mulai muncul perangkat netbook yang berharga dibawah 1 juta rupiah! Simak saja situs resmi di Indonesia dengan merek Elevo. Namun tetap diingat bahwa penggunaan TIK bukan hanya sekedar gaya hidup namun tentang kepedulian kita terhadap keseimbangan alam dan kebutuhan hidup yang hakiki. Jadi apakah saat ini kita sudah benar-benar membutuhkan itu semua atau sekedar mengikuti trend di pasar?
Monday, April 19, 2010
iPad, Teknologi Baru dan Budaya

Pernah mendengar atau membaca informasi tentang iPad? Untuk lebih jelasnya silahkan klik kata iPad sebelumnya. Saya tidak panjang lebar membahas tentang iPad disini. Artikel ini sekedar memberikan umpan balik atas maraknya teknologi komunikasi melalui gadget dan peralatan komputer yang semakin kecil dan sederhana.
Sebagian pihak mengatakan bahwa masyarakat akan serta merta mengadopsi teknologi semacam iPad ini dengan alasan lebih tinggi tingkat mobilitas-nya dan efisien dalam hal penyimpanan. Hal tersebut memang tidak dapat diragukan lagi, namun ada beberapa faktor yang membuat masyarakat juga tidak serta merta mengadopsi teknologi ini. Banyak faktor yang membuat masyarakat tidak langsung mengadopsi teknologi baru, selain masalah biaya, juga masalah budaya.
Di satu media cetak besar nasional yang membahas tentang iPad ini mengatakan bahwa era pengetikan menggunakan keyboard atau papan ketik akan ditinggalkan. Apakah akan seperti itu adanya? Saya sangat meragukannya!
Sejak kemunculan koran online, kenyataannya toko buku masih banyak dikunjungi masyarakat, penulis, penerbit dan percetakan masih melakukan aktifitas dan memperoleh keuntungan dari budaya membaca masyarakatnya. Masyarakat masih berlangganan koran setiap hari, ada kemunculan majalah baru dari berbagai komunitas dan kebutuhan dan anak-anak sekolah serta mahasiswa masih menggunakan buku sebagai pembelajaran utamanya. Jadi, bisa dikatakan bahwa teknologi baru dengan media baru semacam Internet saat ini sekedar pilihan kedua dibandingkan media konvensional.
Kenyataannya memang teknologi diadopsi sebagian masyarakat dengan keterbatasan pengetahuannya. Namun budaya menentukan sikap, perilaku dan cara menggunakannya. Kita ada di masa transisi dimana sebagian kecil masyarakat mengadopsi teknologi namun sebaliknya sebagian besar masyarakat belum mengadopsinya. Belum lagi tanpa menghilangkan rasa optimis kita terhadap energi bumi, sudah selayaknya kita menjadi arif dan bijaksana dalam menggunakan energi tersebut, sebagai contoh ada aktifitas yang mencoba menghindari ketergantungan kita terhadap energi listrik.
Terkadang surat dengan tulisan tangan akan lebih pribadi dibandingkan surat elektronik yang dapat dikirimkan dalam beberapa detik saja. Terkadang lukisan di galeri-galeri seni akan lebih romantis dibandingkan foto-foto yang disebarkan lewat Internet. Seringkali akan lebih nyaman membaca buku bersama pasangan dibandingkan sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Bukankah terkadang teknologi membuat kita mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?
image: courtesy of techno-mobile.net
Labels:
Bahasa,
communications,
Digital Tools,
Life Style,
Technology
Friday, April 16, 2010
Green ICT Yang Mendasar

Akhir akhir ini lagi ramai-ramainya propaganda tentang Green ICT. Buat yang 'newbie' atau awam tentang istilah-istilah baru ini bisa menyimak tulisan singkat ini.
Singkat istilah, kata Green ini memang langsung diartikan sebagai penghematan. Tapi muncul pertanyaan, kenapa tidak pakai kata 'hijau' saja? Maklumlah, supaya pengartiannya meng-GLOBAL maka gunakan kata 'green'. ICT juga kepanjangan dengan bahasa inggris yaitu Information and Communication Technology. Kalo di-Indonesiakan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi, disingkat TIK. Jadi kalo dipaksakan pakai bahasa Indonesia istilah ini menjadi TIK Hijau. Hehehehe menyebutnya jadi aneh ya :-?
Lepas dari permasalahan istilah, yang terpenting adalah permasalahan 'penghematan' yang menjadi tujuan kampanye ini. Bayangkan saja, total pengguna internet dunia saat ini sebesar1,802,330,457 dapat menghemat penggunaan kertas sebesar 60%, namun disisi lain ternyata konsumsi listrik-nya juga tidak kalah besar, yaitu sebesar 40%!
Melalui blog ini, penulis sekedar berbagi agar penggunaan komputer lebih bijaksana lagi. Bila ada niatan untuk mencetak email, sedianya dipikirkan baik-baik kepentingannya. Sebaliknya, upayakan untuk menghemat penggunaan daya listrik dengan mematikan komputer, atau setidaknya lakukan modus standby manakala komputer tidak digunakan dalam waktu lebih dari 30 menit. Untuk pengguna Internet, hal ini selain menghemat daya listrik, sekaligus mengantisipasi munculnya botnet di dunia maya.
Bagi pengguna laptop atau komputer jinjing, mungkin dapat memanfaatkan baterai sebagai sumber daya pengganti listrik, seefisien mungkin. Manakala baterai sudah mendapatkan daya yang penuh, segera cabut sambungan daya listrik ke laptop dan mulai gunakan baterai tersebut kembali sebagai sumber daya listrik-nya. Selain hemat, baterai laptop menjadi lebih tahan lama.
Penggunaan perangkat tambahan di sebuah komputer seperti webcam, harddisk eksternal, DVD eksternal, perangkat game, dan lain-lain, ternyata juga memakan sebagian daya komputer, jadi alangkah baiknya apabila perangkat tersebut sudah tidak digunakan segera dicabut dari komputer.
Semoga kampanye Green ICT ini tidak sia-sia, dan penulis yakin, kita sudah melakukannya sejak lama, tinggal bagaimana cara kita untuk menyebarkan kebiasaan baik ini kepada masyarakat yang masih awam tentang hal ini.
image: courtesy of datanews.rnews.be
Wednesday, March 17, 2010
Google TV dan Media Sosial

Tak dipungkiri lagi raksasa mesin pencari Google memang selangkah lebih maju. Google bakal menggebrak pasar televisi di dunia bekerja sama dengan raksasa-raksasa lainnya seperti Intel, Sony dan Logitech menggunakan sistem operasi Android. New York Times menuliskan tentang hal ini.
Teknologi bule ray, penggunaan Internet Games, Situs Jejaring Sosial and Youtube.com bakal dapat diakses dengan mudah melalui Google TV ini. Yang menarik dari Google TV ini adalah software Android ini adalah berbasis open source atau tanpa lisensi.
Google TV adalah sebuah proyek Google yang bekerja sama dengan Intel sebagai penyedia prosesor, Sony sebagai penyedia teknologi TV dan Logitech sebagai penyedia perangkat keras seperti keyboard mini dan perangkat lainnya.
Di masa datang, teknologi, media dan budaya tetap akan saling mempengaruhi. Apakah teknologi seperti Google TV ini lebih berpengaruh kepada masyarakat dunia? atau pemilik media itu sendiri yang dapat melakukan invasi atas teknologi tersebut? atau barangkali budaya di masyarakat dunia-lah yang akan sangat mempengaruhi perkembangan teknologi ini? Perlu diingat, di masa kini dan masa datang, masyarakat mulai cerdas dalam memilih informasi dan masyarakat dunia secara individu sudah mulai memiliki 'media'nya sendiri. Ini yang disebut sebagai Media Sosial.
image: courtesy of PCWorld.com
Tuesday, March 16, 2010
Facebook, Twitter, Plurk atau hanya sekedar Mailing List ?
Beberapa kalangan mengatakan Facebook.com telah mengguncang dunia. Sementara menurut data statistik yang diberitakan oleh PC World tentang hal ini, kepopuleran Facebook.com memang sangat signifikan dibandingkan Google.com sekalipun.
Namun demikian, Google.com juga memiliki sesuatu untuk masuk ke pasar Jejaring Sosial dengan Google Buzz-nya. Dari sisi trend, Facebook.com memang fenomenal. Namun dari sisi kedekatan komunitas-nya ini perlu dipertanyakan. Meski apabila dibandingkan dengan Jejaring Sosial lainnya, Facebook.com lebih unggul. Namun demikian, siapa yang merasakan hal ini jika bukan penggunanya sendiri?
Rasanya masih subjektif, manakala saya sendiri mengatakan bahwa Facebook.com lebih populer dibandingkan Twitter.com. Tentunya ini karena saya masih lebih sering menggunakan Facebook.com sebagai aplikasi Jejaring Sosial daripada Twitter.com atau Plurk.com misalnya.
Fenomena Media Sosial semacam ini, perlu ditilik lebih dalam lagi, pertama dari sisi kebutuhannya bukan hanya sekedar trend atau kehebohannya. Begitu juga dari sisi kedekatan anggotanya. Sejak booming Jejaring Sosial melanda dunia pertama kali, belakangan mailing-list yang saya moderatori kini mulai hidup kembali,. Terhitung sudah setahun lebih mailing list ini seperti aplikasi yang tertidur. Saat salah satu anggota membuka pembicaraan baru di mailing list tersebut, kini para anggotanya mulai merasakan ada kedekatan menggunakan medium mailing-list dibandingkan Jejaring Sosial yang cenderung mesh atau bertautan dan carut marut antar anggotanya.
Monday, March 15, 2010
Berburu Nama Domain - Siapa Cepat Dia Dapat
Ungkapan ini cocok untuk siapapun yang peduli dengan sebuah nama unik di belantara maya. Banyak kasus tentang perebutan nama Domain yang dikaitkan dengan nama perusahaan. Manakala Sony AK menggunakan nama domain yang mirip perusahaan yang memproduksi perangkat elektronik Sony Corporation tersebut, maka munculah berita tentang pro-kontra penggunaan nama domain ini. Tanpa undang-undang UU-ITE sekalipun, etika di dunia maya menyatakan bahwa siapa yang telah lebih dulu membeli sebuah nama domain, maka dialah yang berhak atas penggunaan domain tersebut. Namun demikian UU-ITE memperkuat etika dunia maya ini.
Oleh karena itu di dunia maya merebak dan tumbuh subur penjual nama domain, broker nama domain hingga nama domain ini pernah dijadikan bisnis MLM. Nama domain dijadikan investasi bagi mereka yang peduli dengan sebuah keunikan alamat sebuah situs.
Untuk memperoleh sebuah nama domain tidaklah sulit. Yang terpenting kita perlu mengetahui Top Level Domain (TLD), lalu memilih salah satu diantaranya, kemudian memilih nama unik untuk disandingkan dengan TLD tersebut. Misalnya kita memilih menggunakan TLD .com, maka apabila kita menginginkan nama domain "domainku", satukan menjadi "domainku.com". Langkah berikutnya pastikan ketersediaan nama tersebut di alamat http://who.is kemudian daftarkan nama domain tersebut minimal untuk pembayaran dalam setahun pada layanan domain-registar. Akan lebih beruntung lagi apabila kita mendapatkan layanan hosting gratis untuk domain tersebut. Sehingga kita dapat menampilkannya di dunia maya.
Sunday, March 7, 2010
Kesepakatan Kelas Semester Genap 2010
Obyektif
•Mata Kuliah: Online Public Relations
•Pihak: Dosen dan Para Mahasiswa/i
•Versi: 2.0
Komunikasi
•Komunikasi perihal perkuliahan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, email, chat, dengan menyebutkan nama dan nomor NIM.
•Bergabung pada Internal Mailing List, Social Media maupun mengunjungi forum OPR ini.
•Bila sifat komunikasinya URGENT, maka dosen cukup mengirimkan pesan (telepon, SMS, ataupun email) kepada Ketua Kelas/Perwakilan kelas.
Kelas
•Status telepon genggam dalam keadaan silent atau off
•Diperbolehkan interupsi/mengajukan pertanyaan pada saat perkuliahan
•Eksistensi perwakilan kelas / koordinator kelas / ketua kelas
•Persyaratan ketua kelas: akses ke internet dengan frekwensi tinggi, hp selalu standby.
•Ketua kelas: Sarie Andriani dan atau Veronica Indriati Widjaja
Kehadiran
•Masuk: 17.10 WIB setiap hari Minggu
•Mahasiswa/i wajib memberikan informasi bila tidak dapat hadir di perkuliahan selambat-lambatnya 1 jam sebelum jam masuk perkuliahan via sms.
•Dosen terlambat 30 menit dianggap tidak ada perkuliahan kecuali dengan pemberitahuan.
Surat Ijin/Surat Sakit
•Tidak perlu surat ijin, tapi mengirimkan informasi via sms atau email
•Mahasiswa/i telah memahami bahwa ketidakhadiran di perkuliahan memiliki resiko kecilnya pemahaman materi yang diterima.
Bahan Perkuliahan
•Slide presentasi, contoh kasus lisan, buku wajib, buku pendamping, link internet, materi via email, materi di mailing list, dan blog
Sistem Perkuliahan
•Offline dan Online
•Informasi rencana perkuliahan berikutnya akan diinformasikan melalui SMS dan atau email selambat-lambatnya pada H-5.
Sistem Penilaian
•Kehadiran=10%, Tugas Individu=20%, Tugas Kelompok=30%, UTS=20%, UAS=20%
Ujian
•Sistem ujian adalah Take Home Test
•Jawaban dari pertanyaan argumentatif bukan jiplakan dari materi. Gunakan bahasa Anda sendiri.
•Menyerahkan lembar jawaban, lembar soal dan tugas tepat pada waktunya
•Maksimum nilai ujian: perhatikan bobot nilai setiap soal yang Anda kerjakan
•Ujian susulan dengan sistem Close-Book.
Tugas
•Judul tugas harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
•Penilaian: 5W+1H, data akurat (bukti), memiliki unsur nilai berita yang kuat
•Struktur penulisan: daftar isi, latar belakang, isi+analisa, kesimpulan, saran/solusi, sumber informasi/daftar pustaka
•Jenis huruf : Times New Roman 12 point
•Kiri: 1,5 inch, kanan: 1,2 inch, atas: 1,2 inch, bawah: 1,2 inch, spasi 1,5
•Hardcopy dan Softcopy (kirimkan via email)
Tugas Individu
•Etika PR vs. Etika Jurnalistik
•Penilaian berdasarkan Saran Pribadi, Analisa dan Keseluruhan Isi
•Dikirimkan melalui email selambat-lambatnya 24 jam sebelum waktu UTS. Penerimaan email lebih dari ketentuan ini akan mendapatkan nilai generik
Tugas Kelompok
•Membuat Blog PR
•Blog ini akan mendapatkan penilaian awal pada kuliah pertama pasca UTS
•Dipresentasikan oleh seluruh anggota kelompok pada kuliah tatap muka terakhir sebelum UAS
Tugas Khusus
•Tidak ada
Sunday, October 4, 2009
Mendaftarkan Akun Email ke Aplikasi Google Docs
Sekarang jamannya Internet, eranya semua aplikasi mudah digunakan, dipakai kapan saja, bukan dimiliki oleh vendor software tertentu alias non-licence, harus bisa diakses menggunakan perangkat apapun baik komputer desktop, komputer jinjing, ataupun gadget kecil portable seperti handphone yang selalu dibawa beraktifitas. Google telah memberikan solusi aplikasi office yang dapat diakses via web. Aplikasi tersebut adalah Google Docs.
Dibawah ini adalah cara mendaftarkan akun email Anda agar Anda dapat menggunakan aplikasi office web-based ini. Langkah pertama kali kita harus mengunjungi halaman situs http://docs.google.com. Selanjutnya silahkan ikut langkah demi langkah berikut ini:
1. Tekan tombol "Get Started" warna biru
2. Masukkan alamat email aktif Anda pada kolom "Your Current email address". Alamat email ini tidak harus akun gmail. Alamat akun email non-gmail, juga dapat didaftarkan pada aplikasi ini. Selanjutnya alamat email ini dipakai sebagai username kita saat menggunakan Google Docs.
3. Tentukan password untuk aplikasi ini pada kolom "Choose a password". Harap dipahami, bahwa password ini tidak harus password email Anda. Anda bebas membuat password dengan batasan keamanan tertentu yang disarankan oleh aplikasi ini.
4. Masukkan password yang sama untuk konfirmasi pada kolom "Re-enter password"
5. Hilangkan tanda cek pada Check Box "Remember me on this computer". kecuali memang Anda ingin komputer yang Anda gunakan secara otomatis mengingat password tersebut.
6. Berikan tanda cek pada Check Box "Enable Web History", apabila Anda ingin selalu menyimpan alamat website yang pernah Anda kunjungi sebelumnya.
7. Pada word verification, kenali dan baca baik-baik kata yang tergambar, lalu ketikkan pada box dibawahnya. Apabila Anda salah mengartikan kata yang tertera, maka Anda diminta untuk mengulanginya kembali, hingga benar.
8. Baca dengan seksama Term & Service dalam box dengan melakukan scrolling tombolnya.
9. Klik tombol "I accept Create my account"
10. Secara otomatis google akan mengirimkan sebuah link untuk verifikasi ke email Anda. Buka email Anda dan klik link verifikasi tersebut. Setelah langkah ini, Anda dapat menggunakan aplikasi docs.google.com secara interaktif layaknya aplikasi office yang pernah Anda miliki di dalam komputer saat ini.
Friday, October 2, 2009
Kesepakatan Kelas

Di setiap perkuliahan yang saya jalankan selama ini komitmen antara dosen dengan para mahasiswa/i adalah hal krusial yang harus dilakukan pertama kali. Oleh karena itu saya berkepentingan untuk membuat sebuah komitmen awal antara dosen dengan para mahasiswa/i. Ide dasar pembuatan Kesepakatan Kelas ini adalah ide pribadi dimana pihak Universitas maupun manajemen Universitas belum menyediakannya secara rinci. Kesepakatan kelas yang dirasa efektif ini telah saya jalankan sepanjang tahun sejak tahun 2006 hingga kini.
Seperti layaknya sebuah perjanjian pada umumnya, komitmen atau selanjutnya dinyatakan sebagai kesepakatan kelas haruslah tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, tentunya pihak-pihak tersebut adalah antara dosen dengan mahasiswa/i. Kesepakatan kelas ini dipakai sebagai acuan kegiatan perkuliahan sepanjang satu semester. Sehingga apabila ada hal-hal yang dirasa terlupa atau dilupakan oleh kedua belah pihak, maka permasalahan akan dikembalikan pada isi Kesepakatan kelas itu sendiri.
Isi sebuah kesepakatan kelas hanya berkisar tentang operasional perkuliahan dan yang terkait dengan hal tersebut saja. Kesepakatan kelas versi awal berbentuk tabel yang terdiri dari kolom nomor kategori kesepakatan, kategori kesepakatan/fokus kesepakatan dan kolom ketiga adalah keterangan atau rincian kesepakatannya. Jumlah kategori kesepakatan kelas adalah sebelas kategori yang terdiri dari: Komunikasi, Kelas, Kehadiran, Surat Ijin/Sakit, Tugas Khusus, Bahan Perkuliahan, Sistem Penilaian, Ujian, Tugas, Tugas Individu, Tugas Kelompok.
Pada versi yang pertama, Kesepakatan Kelas harus ditandatangani oleh dosen dan para mahasiswa/i. Karena teknologi informasi semakin maju dan mahasiswa/i telah memiliki akses internet-nya masing-masing, maka pada versi yang terbaru, setelah secara aklamasi Kesepakatan Kelas disetujui para mahasiswa/i di dalam perkuliahan, selanjutnya saya kirimkan via email dan para mahasiswa/i wajib membalasnya untuk menyetujuinya.
Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel, demokratis dan bertanggung jawab. Fleksibel karena hasil keputusan-nya bergantung dari kesepakatan kelas saat itu. Sehingga rincian Kesepakatan Kelas dapat berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya. Demokratis, karena semua mahasiswa/i dan dosen berhak memberikan pendapatnya. Bertanggung jawab artinya hasil kesepakatan kelas tidak dapat diganggu gugat dan berlaku hingga berakhirnya perkuliahan. Meskipun Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel yang berdampak pada dinamisnya rincian isi kesepakatan, namun hal ini tidak mengubah prinsip dasar Kesepakatan Kelas itu sendiri.
Sunday, September 13, 2009
Policy Dulu, Baru Yang Lain...
Beberapa waktu lalu saat mendapatkan kesempatan mengajar kelas Network Security, saya bertemu dengan beberapa teman engineer dari perusahaan BUMN. Mengenai nama BUMN baiknya tidak saya sebutkan disini demi etika dan kesopanan. Mereka rela mengikuti training 4 modul yang harus dihabiskan selama empat minggu berturut-turut demi objektif yang sedang saya pertanyakan ini.
Di awal training seperti biasanya kami berkenalan dan pada akhirnya saya menanyakan motivasi mereka mengikuti training semacam ini. Tidak disangka, ternyata mereka ingin memiliki tools atau semacam software penyerang yang rencananya dipakai untuk menyaingi salah satu karyawan yang "bandel". Belakangan saya tahu bahwa karyawan yang bandel itu tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri! Dan melalui obrolan yang intens, saya mendapatkan informasi bahwa karyawan yang "bandel" ini adalah seorang junior di perusahaan tersebut namun mendapatkan jabatan koordinator di lingkungan mereka. Sepertinya sebagai rekan seniornya mereka tidak mau diatur ya :-?
Mereka adalah contoh script kiddies, orang yang tidak punya kemampuan hacking namun mencoba menggunakan software dan tools hacking yang rencananya dipakai untuk tujuan tertentu. Hal-hal seperti diatas adalah salah satu contoh dan kesamaan masalah di sebuah organisasi yang sama sekali tidak memiliki policy. Apakah mereka tidak bisa membuatnya atau tidak mau membuatnya? Seringkali hal seperti ujung-ujungnya masalah politis saja. Securitypolicy menjadi hal yang tidak diperhatikan. Padahal hal ini menyangkut keamanan dan confidentiality sebuah organisasi. Cerita tentang teman-teman engineer di salah satu BUMN tersebut menggambarkan betapa Internal Relations belum solid.
Secara teoritis dan praktikal, pertahanan yang paling baik adalah dengan membangun Internal Relations dan Internal Policy yang sistematis. Setelah Internal Relations dan Policy-nya dibentuk, barulah memperkuat pertahanan dari luar. Sehingga bila berbicara tentang Network Security, IT Security, Data Confidentiality atau semacamnya, cobalah pertanyakan lebih dahulu; "Apakah Anda memiliki Organization Policy?" Naaaah, kalo sudah membuat "Policy" baru yang lainnya...
Saturday, August 15, 2009
Kesepakatan Kelas Semester Gasal 2009
Obyektif
•Mata Kuliah: Online Public Relations
•Pihak: Dosen dan Para Mahasiswa/i
•Versi: 2.0
Komunikasi
•Komunikasi perihal perkuliahan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, email, chat, dengan menyebutkan nama dan nomor NIM.
•Bila sifat komunikasinya URGENT, maka dosen cukup mengirimkan pesan (telepon, SMS, ataupun email) kepada Ketua Kelas/Perwakilan kelas.
Kelas
•Status telepon genggam dalam keadaan silent atau off
•Diperbolehkan interupsi/mengajukan pertanyaan pada saat perkuliahan
•Eksistensi perwakilan kelas / koordinator kelas / ketua kelas
•Persyaratan ketua kelas: akses ke internet dengan frekwensi tinggi, hp selalu standby.
•Ketua kelas: Lalu Athma
Kehadiran
•Mahasiswa/i wajib memberikan informasi bila tidak dapat hadir di perkuliahan selambat-lambatnya 1 jam sebelum jam masuk perkuliahan via sms.
•Dosen terlambat 30 menit dianggap tidak ada perkuliahan kecuali dengan pemberitahuan.
Surat Ijin/Surat Sakit
•Tidak perlu surat ijin, tapi mengirimkan informasi via sms atau email
•Mahasiswa/i telah memahami bahwa ketidakhadiran di perkuliahan memiliki resiko kecilnya pemahaman materi yang diterima.
Bahan Perkuliahan
•Slide presentasi, contoh kasus lisan, buku wajib, buku pendamping, link internet, materi via email, materi di mailing list, dan blog
Sistem Perkuliahan
•Offline dan Online
•Informasi rencana perkuliahan berikutnya akan diinformasikan melalui SMS dan atau email selambat-lambatnya pada H-5.
Sistem Penilaian
•Kehadiran=10%, Tugas Individu=30%, Tugas Kelompok=20%, UTS=20%, UAS=20%
Ujian
•Sistem ujian adalah Take Home Test
•Jawaban dari pertanyaan argumentatif bukan jiplakan dari materi. Gunakan bahasa Anda sendiri.
•Menyerahkan lembar jawaban, lembar soal dan tugas tepat pada waktunya
•Maksimum nilai ujian: perhatikan bobot nilai setiap soal yang Anda kerjakan
•Ujian susulan dengan sistem Close-Book
Tugas
•Judul tugas harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
•Penilaian: 5W+1H, data akurat (bukti), memiliki unsur nilai berita yang kuat
•Struktur penulisan: daftar isi, latar belakang, isi+analisa, kesimpulan, saran/solusi, sumber informasi/daftar pustaka
•Jenis huruf : Times New Roman 12 point
•Kiri: 1,5 inch, kanan: 1,2 inch, atas: 1,2 inch, bawah: 1,2 inch, spasi 1,5
•Hardcopy dan Softcopy (kirimkan via email)
Tugas Individu
•Etika PR vs. Etika Jurnalistik
•Penilaian berdasarkan Saran Pribadi, Analisa dan Keseluruhan Isi
•Dikirimkan melalui email selambat-lambatnya 24 jam sebelum waktu UTS. Penerimaan email lebih dari ketentuan ini akan mendapatkan nilai generik
Tugas Kelompok
•Membuat Blog PR
•Blog ini akan mendapatkan penilaian awal pada kuliah pertama pasca UTS
•Dipresentasikan oleh seluruh anggota kelompok pada kuliah tatap muka terakhir sebelum UAS
Tugas Khusus
•Tidak ada
Thursday, June 4, 2009
Sadari Dampak Penggunaan Internet
Kasus Prita vs. RS Omni mengemuka karena pihak-pihak tertentu mengangkat kasus ini ke meja hijau. Berawal dari email dan postingan Prita ke media Internet lalu akhirnya tersebar hingga pihak RS. Omni mengetahui akan hal ini. Anda dapat menemukan informasi terkini di berbagai media. Terakhir saya peroleh, Prita akhirnya dibebaskan sebagai tahanan kota. Sekali lagi ini bukan permasalahan siapa yang patut disalahkan. Namun cenderung kepantasan yang perlu digaris bawahi. Pendapat dapat saja mengalir berbeda-beda, karena pemikiran dan pemahaman dari berbagai sisi, baik dari sisi kemanusiaan, sisi Hukum, dan dari sisi Kehumasan.
Sebut saja pendapat dari pakar Hukum di media ternama Ibukota, bahwa UU ITE tidak serta merta dapat menahan Prita di penjara. Menkes berpendapat tentang kepantasan dan ketepatan penggunaan sarana dan media. Berbagai elemen masyarakat menyuarakan tentang sisi Kemanusiaan, bahwa Prita hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.
Kasus ini tidak akan mengemuka apabila kedua belah pihak menyadari dampak penggunaan media Internet. Pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.
Seharusnya berbagai pihak menyadari akan hadirnya Instant Image Killer di dunia maya. Sekali saja sebuah informasi dikirimkan ke jagat maya, maka penyebarannya tidak pernah diduga sebelumnya. Apabila informasi yang disebarkan adalah informasi positif, maka akan mengakibatkan naiknya citra pihak yang diuntungkan. Namun bila sebaliknya, maka citra seseorang maupun organisasi akan sangat dirugikan.
Monday, January 5, 2009
The Day the Earth Stood Still

My friend and I just saw the movie 'The Day the Earth Stood Still' last week. We had been waiting to see it since about a month ago.
As we came out of the cinema, he and I very much like to talk about the movie that we had just seen, and he told me that What it MEANT to say in the story was really good, meaning that the 'morale of the story' was good, but HOW the story was represented isn't as good as the idea of the story. And we both agreed on that...
I think, personally, especially from an 'alien' kind of movies, we would've expected that it would have so many 'cool effects' or at least seeing more intense storyline. But from the beginning till the end, I didn't see any scene that could make us stunned. And one thing I find it rather odd is that the aliens are in 'man' like body shapes, which made it not 'so real', for those who have been following alien movies, they would know better that if there really are aliens out there, it is very not likely that they have same body image as us humans.
But looking at the 'morale' of the story that telling us about our 'dying' world is really a good idea, and something that we really should have an 'open eye' on the subject. We, for so many years, have realized that our earth is dying, and yet, still nobody really doing anything much about it to help the earth from dying. We all realized that the energy that we consumed everyday have been extracted from our own planet. And we also have tried in so many ways to tell each other that we have to save our planet. From the harsh ways like those in GreenPeace, to a subtle and nice way of telling us humans with a storyline from a movie, still couldn't move our heart to do something better for our own earth.
I think it is time for us to start doing something about it.
I have an old friend told me once... 'If not now, then when? If not you, then who?'
Save our planet!
As we came out of the cinema, he and I very much like to talk about the movie that we had just seen, and he told me that What it MEANT to say in the story was really good, meaning that the 'morale of the story' was good, but HOW the story was represented isn't as good as the idea of the story. And we both agreed on that...
I think, personally, especially from an 'alien' kind of movies, we would've expected that it would have so many 'cool effects' or at least seeing more intense storyline. But from the beginning till the end, I didn't see any scene that could make us stunned. And one thing I find it rather odd is that the aliens are in 'man' like body shapes, which made it not 'so real', for those who have been following alien movies, they would know better that if there really are aliens out there, it is very not likely that they have same body image as us humans.
But looking at the 'morale' of the story that telling us about our 'dying' world is really a good idea, and something that we really should have an 'open eye' on the subject. We, for so many years, have realized that our earth is dying, and yet, still nobody really doing anything much about it to help the earth from dying. We all realized that the energy that we consumed everyday have been extracted from our own planet. And we also have tried in so many ways to tell each other that we have to save our planet. From the harsh ways like those in GreenPeace, to a subtle and nice way of telling us humans with a storyline from a movie, still couldn't move our heart to do something better for our own earth.
I think it is time for us to start doing something about it.
I have an old friend told me once... 'If not now, then when? If not you, then who?'
Save our planet!
Tuesday, October 7, 2008
Fenomena Virtual Ajang Formula One
Fenomena perubahan gaya hidup telah terlihat kembali pada saat digelarnya Singapore Grand Prix Formula One 2008 di malam hari. Hal ini menambah khasanah informasi tentang penggunaan media online di masyarakat dunia. Melalui tulisan Bre Redana tentang Pengalaman "Virtual" Formula 1 pada harian surat khabar kompas 4 Oktober 2008 memperlihatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perubahan gaya hidup masyarakat masa kini.
Orang menyaksikan pertandingan mobil balap kelas dunia seperti pada Singapore Grand Prix Formula One 2008 ini ternyata tidak semata-mata melihat ajang kebut-kebutannya. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan teknologi sebagai prestise di peradaban masa kini. Untuk melihat ajang balapan seperti ini tidak banyak yang secara langsung menggunakan indera penglihatannya dalam memperhatikan kecepatan mobil balap tersebut. Lebih banyak para penikmat balapan menggunakan teknologi yang ada seperti televisi misalnya. Ditambah lagi sebuah alat canggih dalam genggaman tangan disewakan oleh panitia seharga 157 dollar Singapura (sekitar 1 Juta rupiah) selama tiga hari. Gadget ini terhubung ke kamera masing-masing pembalap. Sehingga dengan cara ini pengguna gadget dapat memilih untuk melihat sudut kamera setiap pembalap yang diinginkannya. Yang lebih menarik lagi komunikasi antar pembalap dengan kru balapnya juga dapat didengar melalui alat ini.

Di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh produk yang ditawarkan dengan mengemas ferrari sebagai pencitraannya. Melihat cara penggunaan alat ini terbukti bahwa gaya hidup telah berkembang dan bergeser seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perlengkapan multimedia yang disewakan oleh panitia penyelenggara pada dasarnya sebagai media penghubung untuk melihat wujud asli balapan itu sendiri. Dan kenyataannya pengguna media telah secara virtual menikmati ajang yang bergengsi ini.
Labels:
Bahasa,
Case Study,
Digital Tools,
Life Style,
Technology
Friday, September 26, 2008
WYSIWYG
Bagi mereka yang baru mengenal komputer dan perkomputeran di era masa kini, mungkin terminologi WYSIWYG sangat awam dan belum pernah ditemui. Namun bagi yang pernah mengenyam pengalaman saat pertama kali munculnya Sistem Operasi Apple Macintosh atau Microsoft di era tahun 1995, hal ini bukan merupakan hal yang baru.
WYSIWYG kepanjangan dari What You See is What You Get. Apa yang kita lihat di layar monitor komputer kita adalah sama dengan apa yang akan kita peroleh nanti apabila kita ingin mencetaknya, atau melakukan presentasi di layar yang berbeda. Hal ini lambat laun ditingkatkan dengan keakuratan layout, warna, detil garis, dll. Namun demikian ada beberapa kontradiksi dalam memberikan pemaknaan dari WYSIWYG itu sendiri dengan menambahkan kata "NOT" diantara I (is) dan W (what). Sehingga dimaknai dengan kepanjangan What You See Is NOT What You Get. Hal ini muncul di beberapa kalangan karena kekecewaan mereka atas teknologi yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya.
Mirip dengan pemahaman awalnya, pada tingkatan komunikasi ataupun pada jenis komunikasi tertentu, WYSIWYG perlu juga kiranya dipakai sebagai pengetahuan bahwa ada perbedaan hasil antara tingkatan komunikasi inter personal dengan antar personal. Manakala terdapat dua orang sedang terlibat komunikasi non-verbal, maka masing-masing personal menggunakan pengalaman dan pengetahuan masing-masing dalam memberikan umpan baliknya. Kita pahami suatu contoh komunikasi dibawah ini.
Guru Ani sedang mengajar di dalam kelas di depan beberapa muridnya. Salah satu muridnya yang bernama Budi mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit. Guru Ani menanyakan kepada Budi "Budi, apakah kamu kurang tidur?" Budi menjawab pertanyaan guru Ani "Tidak Bu, saya tidur lelap semalam selama delapan jam". Tentunya jawaban Budi akan mengherankan bagi guru Ani. Mengapa Budi yang terlihat mengantuk namun berbeda dengan pengakuannya yang bukan merupakan alasan atas tindak tanduknya di dalam kelas pada saat guru Ani mengajar.
Disini terdapat perbedaan pemahaman dari sebuah lambang-lambang komunikasi. Lambang komunikasi yang ada disini adalah 'mulut yang terbuka lebar-lebar tiga kali setiap satu menit'. Pemahaman guru Ani, bila murid terlihat mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit, berarti dia mengantuk dan kemungkinan besar alasannya adalah kurang tidur di malam hari. Sebaliknya tindakan Budi dengan membuka mulutnya/menguap sebenarnya umpan balik non-verbal bagi guru yang memberikan pelajaran dengan cara yang membosankan. Budi memberikan komunikasi non-verbal kepada gurunya yang ternyata lambang komunikasi tersebut tidak dipahami guru Ani. Guru Ani tidak melihat ada pesan dibalik pesan atas komunikasi non-verbal yang diberikan oleh Budi.
Contoh lainnya adalah berkaitan dengan wacana yang selalu berkembang di kehidupan kita. Beberapa wacana tentang gender, agama, politik, bisnis misalnya. Ada pemahaman umum bahwa warna pink adalah warna untuk anak perempuan sedangkan warna biru adalah warna untuk anak laki-laki. Seorang Mario Teguh dengan cara komunikasi verbal dan non-verbalnya oleh beberapa kalangan yang belum begitu mengenalnya dianggap menganut agama tertentu. Partai politik dengan warna hijau diwacanakan sebagai partai agama tertentu. Pada masa kampanye tiga partai, warna baju yang kita kenakan dapat dianggap mewakili partai politik tertentu. Padahal belum tentu warna yang dimaksud untuk kepentingan partai politik tertentu. Beberapa psikolog tidak menyetujui wacana gender atas warna-warna seperti contoh diatas. Menurut mereka tidak ada salahnya anak perempuan memakai baju warna biru dan anak laki-laki memakai baju warna pink. Bagi mereka hal ini memunculkan sebuah pertanyaan, mengapa warna dijadikan wacana gender?
WYSIWYG dapat dipakai oleh pelaku bisnis yang mencoba mengetahui kemampuan dan tingkat kepercayaan terhadap calon pelanggannya atau sebaliknya. Bagi kaum muda atau insan yang sedang mencoba mengenali karakter atau watak dari calon pasangannya, WYSIWYG dapat dipakai sebagai langkah antisipatif dan alat kewaspadaan dibandingkan langkah kuratif seperti 3G. Untuk itu WYSIWYG perlu diantisipasi dan perlu disikapi dengan cermat dan bijaksana.
Thursday, September 25, 2008
Komunikasi Kepada Publik Eksternal
Hubungan dengan publik diluar perusahaan merupakan keharusan yang mutlak. Karena perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bekerja sama dengan perusahaan yang lain. Karena itu perusahaan harus menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik-publik khususnya dan masyarakat umumnya.
Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan publik eksternal secara informatif dan persuasif. Informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti dan sempurna berdasarkan fakta yang sebenarnya. Secara persuasif, komunikasi dapat dilakukan atas dasar membangkitkan perhatian komunikan (publik) sehingga timbul rasa tertarik.
Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan public relations eksternal meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat.
Tindakan-tindakan yang harus dilakukan external public relations seperti :
Menganalisa dan menilai sikap dan opini publik yang menanggapi kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam menggerakkan pegawainya dan menerapkan metodenya
Mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan perusahaan, terutama kegiatan yang mendapat sorotan atau kritikan publik
Mempersiapkan bahan-bahan penerangan dan penjelasan yang jujur dan objektif agar publik tetap memperoleh kejelasan tentang segala aktivitas dan perkembangan perusahaan
Ikut membantu pimpinan dalam hal menyusun atau memperbaiki formasi staf ke arah yang efektif
Mengadakan penyelidikan atau penelitian tentang kebutuhan, kepentingan dan selera publik akan barang-barang yang dihasilkan perusahaan.
Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan publik eksternal secara informatif dan persuasif. Informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti dan sempurna berdasarkan fakta yang sebenarnya. Secara persuasif, komunikasi dapat dilakukan atas dasar membangkitkan perhatian komunikan (publik) sehingga timbul rasa tertarik.
Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan public relations eksternal meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat.
Tindakan-tindakan yang harus dilakukan external public relations seperti :
Menganalisa dan menilai sikap dan opini publik yang menanggapi kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam menggerakkan pegawainya dan menerapkan metodenya
Mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan perusahaan, terutama kegiatan yang mendapat sorotan atau kritikan publik
Mempersiapkan bahan-bahan penerangan dan penjelasan yang jujur dan objektif agar publik tetap memperoleh kejelasan tentang segala aktivitas dan perkembangan perusahaan
Ikut membantu pimpinan dalam hal menyusun atau memperbaiki formasi staf ke arah yang efektif
Mengadakan penyelidikan atau penelitian tentang kebutuhan, kepentingan dan selera publik akan barang-barang yang dihasilkan perusahaan.
Saturday, August 9, 2008
Indonesia E-Marketing Strategy
INDONESIA E-MARKETING STRATEGY
"Perluas Market Share Bisnis Anda dengan eMarketing Yang Tepat"
Implementasi Online marketing strategy (emarketing) yang tepat akan dapat membantu memperluas pasar bisnis perusahaan Anda, dan website perusahaan Anda akan memiliki nilai tambah karena dapat menunjang perkembangan bisnis perusahaan Anda.
Homepage merupakan sarana promosi di dunia cyberspace atau dunia internet. Perkembangan dunia cyberspace dewasa ini begitu pesatnya. Hingga saat ini di Indonesia pengguna internet telah berjumlah lebih kurang 500.000 pengguna internet. Jumlah tersebut akan bertambah dengan semakin mengertinya orang akan besarnya manfaat internet, baik untuk tujuan informasi, hiburan maupun untuk tujuan bisnis terutama dalam menghadapai persaingan ekonomi dalam pasar bebas nanti. Kondisi tersebut merupakan segmentasi baru yang potensial bagi badan usaha untuk memperluas market share bisnisnya.
Mengapa Homepage/Website Anda sepi pengunjung..?Mengapa Homepage/Website Anda tidak dikenal..?
Kesuksesan sebuah site tergantung dari berbagai faktor, antara lain;
Design, sebuah homepage/website harus kelihatan menarik, namun sesuai dengan tujuan website yang dibangunya. Image positioning, navigasi yang mudah dan tidak membingungkan, serta materi yang jelas namun tidak membosankan. Disamping itu juga faktor kecepatan mengakses website, hal ini merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Jika sebuah homepage/website memiliki kecepatan akses yang lama, maka bukan tidak mustahil pengunjung akan segera meninggalkanya, namun sebaliknya jika aksesnya cepat, maka visitor akan merasa betah, apalagi jika ditunjang dengan tampilan site yang menarik dan tidak membosankan.
Content
content sebuah site juga harus bisa membawa netter untuk menikmatinya. Berikan hal-hal yang bisa membuat kesempatan netter untuk sedikit pro aktif, berikan fasilitas, games, forum, dan survey, atau hal lain yang sifatnya lebih formal, seperti; feedback, aspirasi, maupun kontak netter, sehingga netter merasa punya tempat di site tersebut. Berikan sedikit perhatian dengan sebuah ucapan ataupun newsletter, melalui mailing list, dsb.
e-Marketing, online promotion merupakan salah satu kunci pokok kesuksesan sebuah homepage/website. Trik dan strategi yang pas dalam melakukan e-marketing untuk sebuah homepage/website sangat menentukan banyak tidaknya pengunjung, dan eksistensi website untuk masa yang akan datang.
Dan masih banyak faktor lain-nya yang dapat menentukan sukses tidaknya sebuah homepage/website.
"Perluas Market Share Bisnis Anda dengan eMarketing Yang Tepat"
Implementasi Online marketing strategy (emarketing) yang tepat akan dapat membantu memperluas pasar bisnis perusahaan Anda, dan website perusahaan Anda akan memiliki nilai tambah karena dapat menunjang perkembangan bisnis perusahaan Anda.
Homepage merupakan sarana promosi di dunia cyberspace atau dunia internet. Perkembangan dunia cyberspace dewasa ini begitu pesatnya. Hingga saat ini di Indonesia pengguna internet telah berjumlah lebih kurang 500.000 pengguna internet. Jumlah tersebut akan bertambah dengan semakin mengertinya orang akan besarnya manfaat internet, baik untuk tujuan informasi, hiburan maupun untuk tujuan bisnis terutama dalam menghadapai persaingan ekonomi dalam pasar bebas nanti. Kondisi tersebut merupakan segmentasi baru yang potensial bagi badan usaha untuk memperluas market share bisnisnya.
Mengapa Homepage/Website Anda sepi pengunjung..?Mengapa Homepage/Website Anda tidak dikenal..?
Kesuksesan sebuah site tergantung dari berbagai faktor, antara lain;
Design, sebuah homepage/website harus kelihatan menarik, namun sesuai dengan tujuan website yang dibangunya. Image positioning, navigasi yang mudah dan tidak membingungkan, serta materi yang jelas namun tidak membosankan. Disamping itu juga faktor kecepatan mengakses website, hal ini merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Jika sebuah homepage/website memiliki kecepatan akses yang lama, maka bukan tidak mustahil pengunjung akan segera meninggalkanya, namun sebaliknya jika aksesnya cepat, maka visitor akan merasa betah, apalagi jika ditunjang dengan tampilan site yang menarik dan tidak membosankan.
Content
content sebuah site juga harus bisa membawa netter untuk menikmatinya. Berikan hal-hal yang bisa membuat kesempatan netter untuk sedikit pro aktif, berikan fasilitas, games, forum, dan survey, atau hal lain yang sifatnya lebih formal, seperti; feedback, aspirasi, maupun kontak netter, sehingga netter merasa punya tempat di site tersebut. Berikan sedikit perhatian dengan sebuah ucapan ataupun newsletter, melalui mailing list, dsb.
e-Marketing, online promotion merupakan salah satu kunci pokok kesuksesan sebuah homepage/website. Trik dan strategi yang pas dalam melakukan e-marketing untuk sebuah homepage/website sangat menentukan banyak tidaknya pengunjung, dan eksistensi website untuk masa yang akan datang.
Dan masih banyak faktor lain-nya yang dapat menentukan sukses tidaknya sebuah homepage/website.
"Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia"
(Yusril Saputra)
Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.
Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.
Namun dibanding dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001).
Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).
Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.
Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).
Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.
Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.
Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
