Thursday, June 4, 2009

Sadari Dampak Penggunaan Internet

Kasus Prita vs. RS Omni mengemuka karena pihak-pihak tertentu mengangkat kasus ini ke meja hijau. Berawal dari email dan postingan Prita ke media Internet lalu akhirnya tersebar hingga pihak RS. Omni mengetahui akan hal ini. Anda dapat menemukan informasi terkini di berbagai media. Terakhir saya peroleh, Prita akhirnya dibebaskan sebagai tahanan kota. Sekali lagi ini bukan permasalahan siapa yang patut disalahkan. Namun cenderung kepantasan yang perlu digaris bawahi. Pendapat dapat saja mengalir berbeda-beda, karena pemikiran dan pemahaman dari berbagai sisi, baik dari sisi kemanusiaan, sisi Hukum, dan dari sisi Kehumasan. 

Sebut saja pendapat dari pakar Hukum di media ternama Ibukota, bahwa UU ITE tidak serta merta dapat menahan Prita di penjara. Menkes berpendapat tentang kepantasan dan ketepatan penggunaan sarana dan media. Berbagai elemen masyarakat menyuarakan tentang sisi Kemanusiaan, bahwa Prita hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Kasus ini tidak akan mengemuka apabila kedua belah pihak menyadari dampak penggunaan media Internet. Pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.

Seharusnya berbagai pihak menyadari akan hadirnya Instant Image Killer di dunia maya. Sekali saja sebuah informasi dikirimkan ke jagat maya, maka penyebarannya tidak pernah diduga sebelumnya. Apabila informasi yang disebarkan adalah informasi positif, maka akan mengakibatkan naiknya citra pihak yang diuntungkan. Namun bila sebaliknya, maka citra seseorang maupun organisasi akan sangat dirugikan.

Monday, January 5, 2009

The Day the Earth Stood Still


My friend and I just saw the movie 'The Day the Earth Stood Still' last week. We had been waiting to see it since about a month ago.
As we came out of the cinema, he and I very much like to talk about the movie that we had just seen, and he told me that What it MEANT to say in the story was really good, meaning that the 'morale of the story' was good, but HOW the story was represented isn't as good as the idea of the story. And we both agreed on that...

I think, personally, especially from an 'alien' kind of movies, we would've expected that it would have so many 'cool effects' or at least seeing more intense storyline. But from the beginning till the end, I didn't see any scene that could make us stunned. And one thing I find it rather odd is that the aliens are in 'man' like body shapes, which made it not 'so real', for those who have been following alien movies, they would know better that if there really are aliens out there, it is very not likely that they have same body image as us humans.

But looking at the 'morale' of the story that telling us about our 'dying' world is really a good idea, and something that we really should have an 'open eye' on the subject. We, for so many years, have realized that our earth is dying, and yet, still nobody really doing anything much about it to help the earth from dying. We all realized that the energy that we consumed everyday have been extracted from our own planet. And we also have tried in so many ways to tell each other that we have to save our planet. From the harsh ways like those in GreenPeace, to a subtle and nice way of telling us humans with a storyline from a movie, still couldn't move our heart to do something better for our own earth.

I think it is time for us to start doing something about it.
I have an old friend told me once... 'If not now, then when? If not you, then who?'

Save our planet!

Tuesday, October 7, 2008

Fenomena Virtual Ajang Formula One

Fenomena perubahan gaya hidup telah terlihat kembali pada saat digelarnya Singapore Grand Prix Formula One 2008 di malam hari. Hal ini menambah khasanah informasi tentang penggunaan media online di masyarakat dunia. Melalui tulisan Bre Redana tentang Pengalaman "Virtual" Formula 1 pada harian surat khabar kompas 4 Oktober 2008 memperlihatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perubahan gaya hidup masyarakat masa kini.

Orang menyaksikan pertandingan mobil balap kelas dunia seperti pada Singapore Grand Prix Formula One 2008 ini ternyata tidak semata-mata melihat ajang kebut-kebutannya. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan teknologi sebagai prestise di peradaban masa kini. Untuk melihat ajang balapan seperti ini tidak banyak yang secara langsung menggunakan indera penglihatannya dalam memperhatikan kecepatan mobil balap tersebut. Lebih banyak para penikmat balapan menggunakan teknologi yang ada seperti televisi misalnya. Ditambah lagi sebuah alat canggih dalam genggaman tangan disewakan oleh panitia seharga 157 dollar Singapura (sekitar 1 Juta rupiah) selama tiga hari. Gadget ini terhubung ke kamera masing-masing pembalap. Sehingga dengan cara ini pengguna gadget dapat memilih untuk melihat sudut kamera setiap pembalap yang diinginkannya. Yang lebih menarik lagi komunikasi antar pembalap dengan kru balapnya juga dapat didengar melalui alat ini.

Di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh produk yang ditawarkan dengan mengemas ferrari sebagai pencitraannya. Melihat cara penggunaan alat ini terbukti bahwa gaya hidup telah berkembang dan bergeser seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perlengkapan multimedia yang disewakan oleh panitia penyelenggara pada dasarnya sebagai media penghubung untuk melihat wujud asli balapan itu sendiri. Dan kenyataannya pengguna media telah secara virtual menikmati ajang yang bergengsi ini.

Chit Chat