Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Sunday, August 1, 2010

Populasi Pengguna Internet Tertinggi: Asia!

Percaya atau tidak, saat ini pengguna Internet dunia didominasi masyarakat di benua Asia. Berdasarkan data statistik dari Internetworldstats sejumlah 825,094,396 pengguna Asia mengakses Internet. Namun demikian perkembangan selama satu dekade terakhir paling menonjol di benua Afrika. Bayangkan saja dari total perkembangan di dunia sebesar 444.8% ternyata pengguna Internet di benua Afrika mencapai angka perkembangan 2,357.3%!

Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penetrasi media baru seperti Internet mendorong seluruh lapisan industri menggunakan media baru ini. Yang paling bersinar dalam hal ini adalah industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Silahkan perbaharui informasi terkini tentang perangkat pangakses Internet jaman sekarang. Sejak Industri China memasok barang-barang elektronik ke seluruh dunia, sejak Facebook dan Twitter digandrungi oleh warga dunia, sejak Asus melemparkan produk Eee PC ke pasar dunia dengan sebutan netbook, kini masyarakat dunia mulai menganggap TIK bukan lagi sebuah hal yang jauh untuk diraih, TIK kini menjadi sebuah gaya hidup.

Kini Google menohok pasar dengan Sistem Operasi Android-nya, dan saat ini mulai muncul perangkat netbook yang berharga dibawah 1 juta rupiah! Simak saja situs resmi di Indonesia dengan merek Elevo. Namun tetap diingat bahwa penggunaan TIK bukan hanya sekedar gaya hidup namun tentang kepedulian kita terhadap keseimbangan alam dan kebutuhan hidup yang hakiki. Jadi apakah saat ini kita sudah benar-benar membutuhkan itu semua atau sekedar mengikuti trend di pasar?

Monday, April 19, 2010

iPad, Teknologi Baru dan Budaya

Pernah mendengar atau membaca informasi tentang iPad? Untuk lebih jelasnya silahkan klik kata iPad sebelumnya. Saya tidak panjang lebar membahas tentang iPad disini. Artikel ini sekedar memberikan umpan balik atas maraknya teknologi komunikasi melalui gadget dan peralatan komputer yang semakin kecil dan sederhana.

Sebagian pihak mengatakan bahwa masyarakat akan serta merta mengadopsi teknologi semacam iPad ini dengan alasan lebih tinggi tingkat mobilitas-nya dan efisien dalam hal penyimpanan. Hal tersebut memang tidak dapat diragukan lagi, namun ada beberapa faktor yang membuat masyarakat juga tidak serta merta mengadopsi teknologi ini. Banyak faktor yang membuat masyarakat tidak langsung mengadopsi teknologi baru, selain masalah biaya, juga masalah budaya.

Di satu media cetak besar nasional yang membahas tentang iPad ini mengatakan bahwa era pengetikan menggunakan keyboard atau papan ketik akan ditinggalkan. Apakah akan seperti itu adanya? Saya sangat meragukannya!
Sejak kemunculan koran online, kenyataannya toko buku masih banyak dikunjungi masyarakat, penulis, penerbit dan percetakan masih melakukan aktifitas dan memperoleh keuntungan dari budaya membaca masyarakatnya. Masyarakat masih berlangganan koran setiap hari, ada kemunculan majalah baru dari berbagai komunitas dan kebutuhan dan anak-anak sekolah serta mahasiswa masih menggunakan buku sebagai pembelajaran utamanya. Jadi, bisa dikatakan bahwa teknologi baru dengan media baru semacam Internet saat ini sekedar pilihan kedua dibandingkan media konvensional.

Kenyataannya memang teknologi diadopsi sebagian masyarakat dengan keterbatasan pengetahuannya. Namun budaya menentukan sikap, perilaku dan cara menggunakannya. Kita ada di masa transisi dimana sebagian kecil masyarakat mengadopsi teknologi namun sebaliknya sebagian besar masyarakat belum mengadopsinya. Belum lagi tanpa menghilangkan rasa optimis kita terhadap energi bumi, sudah selayaknya kita menjadi arif dan bijaksana dalam menggunakan energi tersebut, sebagai contoh ada aktifitas yang mencoba menghindari ketergantungan kita terhadap energi listrik.

Terkadang surat dengan tulisan tangan akan lebih pribadi dibandingkan surat elektronik yang dapat dikirimkan dalam beberapa detik saja. Terkadang lukisan di galeri-galeri seni akan lebih romantis dibandingkan foto-foto yang disebarkan lewat Internet. Seringkali akan lebih nyaman membaca buku bersama pasangan dibandingkan sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Bukankah terkadang teknologi membuat kita mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?

image: courtesy of techno-mobile.net

Friday, April 16, 2010

Green ICT Yang Mendasar

Akhir akhir ini lagi ramai-ramainya propaganda tentang Green ICT. Buat yang 'newbie' atau awam tentang istilah-istilah baru ini bisa menyimak tulisan singkat ini.

Singkat istilah, kata Green ini memang langsung diartikan sebagai penghematan. Tapi muncul pertanyaan, kenapa tidak pakai kata 'hijau' saja? Maklumlah, supaya pengartiannya meng-GLOBAL maka gunakan kata 'green'. ICT juga kepanjangan dengan bahasa inggris yaitu Information and Communication Technology. Kalo di-Indonesiakan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi, disingkat TIK. Jadi kalo dipaksakan pakai bahasa Indonesia istilah ini menjadi TIK Hijau. Hehehehe menyebutnya jadi aneh ya :-?

Lepas dari permasalahan istilah, yang terpenting adalah permasalahan 'penghematan' yang menjadi tujuan kampanye ini. Bayangkan saja, total pengguna internet dunia saat ini sebesar1,802,330,457 dapat menghemat penggunaan kertas sebesar 60%, namun disisi lain ternyata konsumsi listrik-nya juga tidak kalah besar, yaitu sebesar 40%!

Melalui blog ini, penulis sekedar berbagi agar penggunaan komputer lebih bijaksana lagi. Bila ada niatan untuk mencetak email, sedianya dipikirkan baik-baik kepentingannya. Sebaliknya, upayakan untuk menghemat penggunaan daya listrik dengan mematikan komputer, atau setidaknya lakukan modus standby manakala komputer tidak digunakan dalam waktu lebih dari 30 menit. Untuk pengguna Internet, hal ini selain menghemat daya listrik, sekaligus mengantisipasi munculnya botnet di dunia maya.

Bagi pengguna laptop atau komputer jinjing, mungkin dapat memanfaatkan baterai sebagai sumber daya pengganti listrik, seefisien mungkin. Manakala baterai sudah mendapatkan daya yang penuh, segera cabut sambungan daya listrik ke laptop dan mulai gunakan baterai tersebut kembali sebagai sumber daya listrik-nya. Selain hemat, baterai laptop menjadi lebih tahan lama.

Penggunaan perangkat tambahan di sebuah komputer seperti webcam, harddisk eksternal, DVD eksternal, perangkat game, dan lain-lain, ternyata juga memakan sebagian daya komputer, jadi alangkah baiknya apabila perangkat tersebut sudah tidak digunakan segera dicabut dari komputer.

Semoga kampanye Green ICT ini tidak sia-sia, dan penulis yakin, kita sudah melakukannya sejak lama, tinggal bagaimana cara kita untuk menyebarkan kebiasaan baik ini kepada masyarakat yang masih awam tentang hal ini.

image: courtesy of datanews.rnews.be

Wednesday, March 17, 2010

Google TV dan Media Sosial

Tak dipungkiri lagi raksasa mesin pencari Google memang selangkah lebih maju. Google bakal menggebrak pasar televisi di dunia bekerja sama dengan raksasa-raksasa lainnya seperti Intel, Sony dan Logitech menggunakan sistem operasi Android. New York Times menuliskan tentang hal ini.

Teknologi bule ray, penggunaan Internet Games, Situs Jejaring Sosial and Youtube.com bakal dapat diakses dengan mudah melalui Google TV ini. Yang menarik dari Google TV ini adalah software Android ini adalah berbasis open source atau tanpa lisensi.

Google TV adalah sebuah proyek Google yang bekerja sama dengan Intel sebagai penyedia prosesor, Sony sebagai penyedia teknologi TV dan Logitech sebagai penyedia perangkat keras seperti keyboard mini dan perangkat lainnya.

Di masa datang, teknologi, media dan budaya tetap akan saling mempengaruhi. Apakah teknologi seperti Google TV ini lebih berpengaruh kepada masyarakat dunia? atau pemilik media itu sendiri yang dapat melakukan invasi atas teknologi tersebut? atau barangkali budaya di masyarakat dunia-lah yang akan sangat mempengaruhi perkembangan teknologi ini? Perlu diingat, di masa kini dan masa datang, masyarakat mulai cerdas dalam memilih informasi dan masyarakat dunia secara individu sudah mulai memiliki 'media'nya sendiri. Ini yang disebut sebagai Media Sosial.

image: courtesy of PCWorld.com

Sunday, September 13, 2009

Policy Dulu, Baru Yang Lain...

Beberapa waktu lalu saat mendapatkan kesempatan mengajar kelas Network Security, saya bertemu dengan beberapa teman engineer dari perusahaan BUMN. Mengenai nama BUMN baiknya tidak saya sebutkan disini demi etika dan kesopanan. Mereka rela mengikuti training 4 modul yang harus dihabiskan selama empat minggu berturut-turut demi objektif yang sedang saya pertanyakan ini.

Di awal training seperti biasanya kami berkenalan dan pada akhirnya saya menanyakan motivasi mereka mengikuti training semacam ini. Tidak disangka, ternyata mereka ingin memiliki tools atau semacam software penyerang yang rencananya dipakai untuk menyaingi salah satu karyawan yang "bandel". Belakangan saya tahu bahwa karyawan yang bandel itu tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri! Dan melalui obrolan yang intens, saya mendapatkan informasi bahwa karyawan yang "bandel" ini adalah seorang junior di perusahaan tersebut namun mendapatkan jabatan koordinator di lingkungan mereka. Sepertinya sebagai rekan seniornya mereka tidak mau diatur ya :-?

Mereka adalah contoh script kiddies, orang yang tidak punya kemampuan hacking namun mencoba menggunakan software dan tools hacking yang rencananya dipakai untuk tujuan tertentu. Hal-hal seperti diatas adalah salah satu contoh dan kesamaan masalah di sebuah organisasi yang sama sekali tidak memiliki policy. Apakah mereka tidak bisa membuatnya atau tidak mau membuatnya? Seringkali hal seperti ujung-ujungnya masalah politis saja. Securitypolicy menjadi hal yang tidak diperhatikan. Padahal hal ini menyangkut keamanan dan confidentiality sebuah organisasi. Cerita tentang teman-teman engineer di salah satu BUMN tersebut menggambarkan betapa Internal Relations belum solid.

Secara teoritis dan praktikal, pertahanan yang paling baik adalah dengan membangun Internal Relations dan Internal Policy yang sistematis. Setelah Internal Relations dan Policy-nya dibentuk, barulah memperkuat pertahanan dari luar. Sehingga bila berbicara tentang Network Security, IT Security, Data Confidentiality atau semacamnya, cobalah pertanyakan lebih dahulu; "Apakah Anda memiliki Organization Policy?" Naaaah, kalo sudah membuat "Policy" baru yang lainnya...

Thursday, June 4, 2009

Sadari Dampak Penggunaan Internet

Kasus Prita vs. RS Omni mengemuka karena pihak-pihak tertentu mengangkat kasus ini ke meja hijau. Berawal dari email dan postingan Prita ke media Internet lalu akhirnya tersebar hingga pihak RS. Omni mengetahui akan hal ini. Anda dapat menemukan informasi terkini di berbagai media. Terakhir saya peroleh, Prita akhirnya dibebaskan sebagai tahanan kota. Sekali lagi ini bukan permasalahan siapa yang patut disalahkan. Namun cenderung kepantasan yang perlu digaris bawahi. Pendapat dapat saja mengalir berbeda-beda, karena pemikiran dan pemahaman dari berbagai sisi, baik dari sisi kemanusiaan, sisi Hukum, dan dari sisi Kehumasan. 

Sebut saja pendapat dari pakar Hukum di media ternama Ibukota, bahwa UU ITE tidak serta merta dapat menahan Prita di penjara. Menkes berpendapat tentang kepantasan dan ketepatan penggunaan sarana dan media. Berbagai elemen masyarakat menyuarakan tentang sisi Kemanusiaan, bahwa Prita hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Kasus ini tidak akan mengemuka apabila kedua belah pihak menyadari dampak penggunaan media Internet. Pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.

Seharusnya berbagai pihak menyadari akan hadirnya Instant Image Killer di dunia maya. Sekali saja sebuah informasi dikirimkan ke jagat maya, maka penyebarannya tidak pernah diduga sebelumnya. Apabila informasi yang disebarkan adalah informasi positif, maka akan mengakibatkan naiknya citra pihak yang diuntungkan. Namun bila sebaliknya, maka citra seseorang maupun organisasi akan sangat dirugikan.

Tuesday, October 7, 2008

Fenomena Virtual Ajang Formula One

Fenomena perubahan gaya hidup telah terlihat kembali pada saat digelarnya Singapore Grand Prix Formula One 2008 di malam hari. Hal ini menambah khasanah informasi tentang penggunaan media online di masyarakat dunia. Melalui tulisan Bre Redana tentang Pengalaman "Virtual" Formula 1 pada harian surat khabar kompas 4 Oktober 2008 memperlihatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perubahan gaya hidup masyarakat masa kini.

Orang menyaksikan pertandingan mobil balap kelas dunia seperti pada Singapore Grand Prix Formula One 2008 ini ternyata tidak semata-mata melihat ajang kebut-kebutannya. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan teknologi sebagai prestise di peradaban masa kini. Untuk melihat ajang balapan seperti ini tidak banyak yang secara langsung menggunakan indera penglihatannya dalam memperhatikan kecepatan mobil balap tersebut. Lebih banyak para penikmat balapan menggunakan teknologi yang ada seperti televisi misalnya. Ditambah lagi sebuah alat canggih dalam genggaman tangan disewakan oleh panitia seharga 157 dollar Singapura (sekitar 1 Juta rupiah) selama tiga hari. Gadget ini terhubung ke kamera masing-masing pembalap. Sehingga dengan cara ini pengguna gadget dapat memilih untuk melihat sudut kamera setiap pembalap yang diinginkannya. Yang lebih menarik lagi komunikasi antar pembalap dengan kru balapnya juga dapat didengar melalui alat ini.

Di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh produk yang ditawarkan dengan mengemas ferrari sebagai pencitraannya. Melihat cara penggunaan alat ini terbukti bahwa gaya hidup telah berkembang dan bergeser seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perlengkapan multimedia yang disewakan oleh panitia penyelenggara pada dasarnya sebagai media penghubung untuk melihat wujud asli balapan itu sendiri. Dan kenyataannya pengguna media telah secara virtual menikmati ajang yang bergengsi ini.

Monday, July 21, 2008

Online Customer Relation Management

CRM atau Customer Relation Management dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran, penjualan, dan pelayanan.

Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan melalui web, diantaranya (Greenberg 2002 dalam Turban et al. 2004):
  1. Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search.
  2. Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis.
  3. Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk.
  4. Menyediakan pemesanan on line.
  5. Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan.


    Published By :
    Cahya 200752096

Wednesday, July 2, 2008

Pintu, Jendela dan Port Komputer

Perbedaan yang signifikan antara rumah dan komputer adalah pada kapasitasnya. Sebuah komputer memiliki 65.536 port! Bayangkan apabila rumah Anda memiliki pintu dan jendela sebanyak 65.536 buah. Manakala kita tidak mengelola pintu dan jendela tersebut dengan baik, maka siapapun atau apapun dapat keluar dan masuk dari pintu dan jendela rumah kita. Untuk itulah hampir semua piranti lunak peduli dengan masalah ini. Oleh karena itulah beberapa kalangan termasuk rekan-rekan Anda di IT departemen menyarankan beberapa pilihan piranti lunak dengan alasan keamanan. Artikel ini dibuat sekedar untuk memberikan gambaran yang mudah tentang arti keamanan di dunia maya dimana semua komputer di dunia telah terkoneksi satu sama lain. Sementara data dan aplikasi tentunya keluar masuk melalui port komputer Anda. Hal ini juga termasuk ancaman virus, worm dan trojan ke komputer kita. Dan isu tentang etika serta keamanan ber-Internet seketika muncul dan merebak hingga saat ini.

Beberapa forum dan milis banyak yang menanyakan tentang keamanan menggunakan komputer dan beberapa tanggapan berulang kali dilontarkan. Secara umum mereka menanyakan seperti ini: "Bagaimana caranya agar komputer kita tetap aman?". Dan ada satu komentar yang sangat mengagetkan namun ada benarnya: "Tidak usah terkoneksi dengan jaringan komputer lain, dan jangan terkoneksi dengan Internet!". Dan hal ini sama dengan menutup semua pintu dan jendela rumah kita, sehingga siapapun tidak ada yang keluar rumah dan siapapun tidak ada yang masuk ke dalam rumah kita. Namun kiranya Anda akan setuju bahwa hal ini bukanlah sebuah solusi yang jitu tentunya :).

Tuesday, July 1, 2008

Komputer Seperti Rumah Kita

Komputer yang kita gunakan ternyata dapat disamakan dengan sebuah rumah yang kita huni selama ini. Rumah memiliki satu atau lebih pintu serta satu atau lebih jendela, demikian juga komputer. Komputer memiliki port yang berfungsi seperti layaknya pintu dan jendela. Perlu diingat bahwa port yang dimaksud disini adalah port non-fisik. Port ini tidak dapat dilihat secara kasat mata. Port ini sifatnya logika semata.

Pintu dan jendela digunakan untuk tujuan tertentu dan dijaga agar tetap digunakan sebagaimana mestinya. Sebuah pintu digunakan untuk keluar masuknya awak rumah. Sedangkan jendela biasanya digunakan untuk pengelolaan udara yang keluar dan masuk. Port pada sebuah komputer digunakan untuk keluar masuknya data dan aplikasi.

Wednesday, June 4, 2008

Instant Image Killer


Istilah Instant Image Killer dapat di bahasakan sebagai "Pembunuh Citra Tercepat". Instant Image Killer adalah informasi yang cenderung menghancurkan citra seseorang atau organisasi di jagat maya. Hal ini dapat terjadi karena pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.

Salah satu contoh Instant Image Killer adalah komentar negatif individu di jagat maya atas ketidakpuasan pelayanan pada organisasi tertentu. Komentar ini dapat disampaikan melalui email dan diteruskan oleh penerimanya. Atau yang lebih luas dan cepat adalah melalui grup atau forum milis. Apabila hal ini tidak diantisipasi maka citra seseorang ataupun organisasi dapat runtuh dalam hitungan bulan, hari ataupun mungkin dalam hitungan jam!

Thursday, January 17, 2008

Blogging Semudah Mengirim Email

Siapa bilang blogging itu sulit? Cukup bermodalkan akses internet dan ponsel kelas2.5G kita sudah dapat melakukannya semudah mengirim email. Manakala kita sedang berlibur di Bali atau terjebak di kemacetan jalan Ibukota, saat itu juga kita dapat dengan mudah mencatat peristiwa dan menyiarkannya di Internet.

Pilihan ponsel 2.5G dengan fasilitas GPRS atau W-CDMA dengan harga terjangkau kini sudah mudah kita peroleh di setiap gerai toko telepon seluler.

Pilihan akses internet bergerak dapat kita peroleh dari provider seluler manapun. Setelah itu tinggal memikirkan kebutuhan aksesnya berdasarkan waktu atau kapasitas datanya.

Dengan asumsi memiliki blog di blogger.com, pengaktifan email tujuan sebagai alamat pengiriman artikel dapat dibuat pada tab Setting lalu pilih menu Email. Alamat email yang akan kita peroleh menggunakan domain blogger.com. Pada saat kita ingin menyiarkan artikel atau berita ke blog kita, cukup membuka aplikasi email client dengan menggunakan alamat email tujuan ini.









<-- Klik gambar untuk memperjelasnya

Thursday, January 3, 2008

Baterai Laptop Tahan 40 Jam

Bukan hal yang mustahil baterai lithium ion (Li-ion) dapat memasok energi hingga 40 jam. Sebab, baterai jenis ini sudah dapat ditingkatkan kemampuannya menyimpan energi hingga 10 kali lipat dari kemampuannya saat ini. Terobosan ini sangat menjanjikan mengingat baterai jenis ini banyak dipakai sebagai sumber energi pada ponsel, laptop atau alat elektronika portabel lainnya.
Kemampuan baterai menyimpan daya listrik dapat ditingkatkan dengan merekayasa elektroda positif (anoda) agar dapat menyimpan elektron semakin banyak. Sebab, bagian inilah yang paling bertanggung jawab menayimpan energi listrik.
Saat baterai disi ulang, ion-ion lithium yang bermuatan positif akan mengikat elektron-elektron dari aliran listrik lalu bergerak mengumpul di anoda. Sementara itu, saat baterai dipakai, ion-ion lithium akan melepaskan elektron-elektron yang diikatnya dan mengalir ke bagian elektroda negatif (katoda) melalui gel konduktif.
Bagian anoda umumnya terbuat dari grafit yang merupakan susunan atom-atom karbon. Untuk mengikat satu atom lithium diperlukan setidaknya enam atom karbon.
Silikon
Para peneliti di Universtas Stanford, AS menggantinya dengan silikon untuk meningkatkan kemampuan anoda mengikat lithium. Unsur tersebut lebih potensial karena satu atom silikon dapat mengikat empat lithium.
Namun, saat lapisan atom silikon murni digunakan pada anoda, ikatan lithium yang berdesakan terlalu banyak melemahkan silikon, menurunkan kekuatannya, dan memutus hubungan silikon dengan lapisan logam di atasnya yang menjadi sumbu elektroda.
Untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti menyusun silikon dalam bentuk rambut-rambut halus. Dengan teknologi nano, rambut-rambut halus silikon tumbuh di permukaan lapisan stainless steel seperti pohon-pohon yang tumbuh di hutan. Struktur ini kemudian ditempelkan dengan logam yang menjadi sumbu elektroda.
Saat lithium berikatan, rambut-rambut silikon tetap mengembang, namun tidak lepas dari pangkalnya. Hasil pengamatan menunjukkan, rambut-rambut halus memanjang saat mengembang sehingga tidak mengganggu hubungan dengan logam yang menjadi sumbu elektroda.
"Anoda yang tersusun dari rambut-rambut halus silikon bekerja lebih baik," kata Yi Cui, ilmuwan material dari Universitas Stanford, AS, yang melaporkan penelitiannya dalam jurnal Nature Nanotechnology.
Alhasil anoda rambut-rambut silikon ini sanggup menyimpan listrik hingga 10 kali lipat anoda grafit. Meski demikian, untuk dapat memasok energi setara kemampuannya menyimpan masih dibutuhkan katoda yang juga sanggup mengikat 10 kali lipat lithium juga. Tunggu saja!

Sumber : Kompas Cyber Media /03/01/2008

Thursday, December 27, 2007

Membuat Radio Internet

Radio internet, radio online, atau sering disebut radio streaming, sudah menjadi kewajiban bagi radio-radio konvensional era sekarang jika tak ingin ketinggalan "kereta". Pembahasan kali ini memberikan tips dan trik untuk memiliki radio online yang bisa siaran langsung dan dapat didengar di seluruh dunia.
Internet datang, tak harus membuat radio tiarap. Hanya, persaingan radio akan semakin ketat. Kemudahan internet memungkinkan siapa pun, termasuk mereka yang belum punya radio konvensional, untuk bisa memiliki radio online dalam waktu sekejap dan biaya murah.
Radio konvensional bisa melirik peluang radio internet ini karena peluang ini tak sekadar memperluas pangsa pendengar, tetapi juga bisa memperluas segmen bisnis. Ruang iklan tak hanya melalui media udara, tetapi bisa ditawarkan versi website.
Di kota yang persaingan portal website-nya belum tinggi, radio daerah bisa menjadikan peluang untuk merebut positioning gerbang informasi di daerah. Karena itu, pembuatan website radio tak melulu bertujuan menyiarkan radio di internet, tetapi harus ada "udang di balik batu", yaitu tekad menjadikan diri sebagai portal web di daerah itu. Apalagi, jika pemerintah daerah belum memiliki website, peluang "merajai" daerah akan terbentang lebar.
Bisnis jejaring radio online sekaligus akan mengoptimalkan kepuasan pengiklan, pendengar, dan pembaca website. Berita tak hanya ditampilkan selintas di radio, tetapi terdokumentasi rapi di internet.
Untuk bahasan soal membuat portal web biaya murah, Kompas sudah menyajikannya di edisi sebelumnya. Kali ini hanya dibahas bagaimana membuat radio online secara murah.
Jangan dibayangkan, membuat radio internet itu membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. Semua perlengkapan, terutama software, tersedia gratis. Karena itu, konsentrasi biaya hanya pada sewa server live streaming.
Di Indonesia, harga server masih mahal. Beberapa yang terdeteksi di mesin pencari yang menawarkan harga murah masih berkisar Rp 1,5 juta per bulan untuk co-location (titip server di tempat pengelola server).
Jika dana mepet, pilihannya server Amerika Serikat jenis VPS (virtual private server, seperti punya server sendiri mirip dedicated server dengan akses admin/root). Harga masih ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per bulan, tergantung dari ruang hardisk.
Jika masih mahal, cari server shared hosting, artinya dalam satu server akan dibagi beberapa pemakai. Shared hosting untuk streaming radio (bukan sekadar shared hosting biasa) berkisar beberapa juta rupiah per tahun. Shared hosting menggunakan kontrol panel bernama CPanel (www.cpanel.com) akan memudahkan instalasi SHOUTcast.
Server live streaming memang mahal karena menyiarkan radio di internet membutuhkan pipa data (bandwidth) lebar dan tak bisa dibatasi kontrol panel hosting. Pembatasan hanya bisa dilakukan dengan membatasi jumlah maksimal pendengar.
Memulai instalasi
Instalasi SHOUTcast di server Windows dan Unix sudah dijelaskan dalam dokumentasi www.shoutcast.com. Kali ini hanya dijelaskan instalasi SHOUTcast di server Linux dari komputer klien berbasis Windows.
Akan lebih mudah jika server yang digunakan ada fasilitas kontrol panel bernama CPanel. CPanel sudah menjadi software standar industri hosting dunia.
Harus diketahui di port berapa Anda mendapat kapling. Port SHOUTcast berkisar mulai dari 8000. Informasi port diperoleh dari admin server. Jika memiliki akses admin, Anda bisa menentukan sendiri di port berapa SHOUTcast akan dijalankan.
Instalasi server
1. Unduh file server SHOUTcast dari www.shoutcast.com/ download, klik "be a server", kemudian pilih file untuk Linux. Kemudian, ekstrak file menggunakan Winzip. Akan ada tiga file, yaitu README.TXT, sc_serv, dan sc_serv.conf. Bacalah file readme terlebih dulu.
Login ke CPanel, gunakan "File Manager" untuk upload file. Buat folder SHOUTcast (nama sembarang boleh) di luar folder publik (public_html atau www) agar aman. Kemudian, upload dua file, yaitu sc_serv dan sc_serv.conf, di dalam folder yang dibuat.
File sc_serv.conf digunakan untuk mengonfigurasi server. Buka file sc_serv.conf, setidaknya ubah tiga isian di dalamnya yaitu:
MaxUser=32
(Angka 32 ini default isian SHOUTcast, bisa diisi sesuai dengan yang disepakati dengan admin server)
Password=paswordku123
(Diisi password yang diinginkan, boleh diisi sembarang asal tidak mudah ditebak)
PortBase=8000
(Diisi sesuai kapling port yang diberikan admin server).
Simpan editan sc_serv.conf. Setelah itu, ubah izin akses file (permision) sc_serv dengan melakukan perintah "CHMOD" 755. Dari File Manager, bisa dilakukan dengan mengklik file sc_serv kemudian klik "Permission" di sisi kanan dan tentukan angkanya jadi 755. Simpan hasil perubahan.
Selanjutnya, pastikan Anda punya akses "shell" untuk jalankan SHOUTcast (jika Anda tak punya akses shell, berarti admin tak membolehkan Anda install sendiri). Buka software Putty. Jika belum punya Putty, download dari internet dengan mencari lewat Google.com, masukkan kata kunci "download putty".
Jalankan Putty, nanti akan ditanyakan IP address atau alamat website. Setelah memasukkan alamat web, misalnya tradiokutes.com (tanpa http://www), akan terbuka tampilan Putty. Masukkan "login as" dan "password" yang sama dengan username dan password akun CPanel.
Setelah sukses login, masuk ke folder SHOUTcast yang telah dibuat. Jika nama foldernya "shoutcast", gunakan perintah:
cd shoutcast
./sc_serv
(akan muncul tampilan instalasi)
Untuk menutup Putty tanpa " membunuh" SHOUTcast server, tekan Control+Z kemudian ketik huruf "bg", yang artinya server akan berjalan dalam mode background.
Untuk mendengarkan radio streaming, koneksi internet rumahan sudah lancar mengaksesnya layaknya radio konvensional. Ini berbeda dengan video streaming yang membutuhkan koneksi 3G untuk menikmatinya tanpa putus-putus.
Secara prinsip, software SHOUTcast bisa digunakan juga untuk video dan televisi.

Wednesday, December 19, 2007

Trik Efisiensi Waktu Membaca Pesan E-mail

Kemudahan penggunaan e-mail dan kemudahan dalam bergabung pada sebuah komunitas seperti forum maya, mailing list dan lain-lain membuat kotak surat masuk (inbox) kita selalu terisi email dari berbagai sumber. Kemudahan membuat blog dan menghubungkan antara satu blog dengan lainnya, dan mendapatkan informasi menggunakan fasilitas alert atau RSS (Really Simple Syndication) atau sindikasi dari berbagai situs, semakin membuat inbox kita selalu terisi. Belum lagi banyaknya spamming dari berbagai sumber yang kurang bertanggung jawab, hal ini membuat kita harus membuat prioritas dalam membaca pesan e-mail. Mungkin saat ini Anda sudah merasakan bila banyaknya pesan e-mail yang masuk ke dalam inbox tidak hanya puluhan pesan e-mail perharinya, namun ratusan bahkan ribuan pesan e-mail perharinya.

Teknologi Informasi dan Komunikasi lambat laun menciptakan berbagai kemudahan dan efisiensi. Munculnya Etika Online (Online Ethic) juga didasarkan pada beberapa hal termasuk semakin murahnya teknologi penyimpanan saat ini. Bagi mereka yang pernah membuat dan menggunakan layanan free e-mail (surat elektronik gratisan) dari berbagai pengembang piranti lunak seperti Microsoft, tentunya pernah mengenal Hotmail dari situs www.msn.com. Sejak pertama kali diluncurkannya layanan surat elektronik (e-mail) Hotmail, pengguna mendapatkan kapasitas penyimpanan sebesar dua megabytes. Layanan e-mail gratis menggunakan akses web ini juga ditawarkan oleh Yahoo. Saat itu Yahoo memberikan layanan e-mail gratis sebesar empat hingga enam megabytes.

Namun, sejak raksasa mesin pencari "Google" meluncurkan layanan e-mail gratisnya dengan kapasitas sebesar 2 hingga 3 Gigabytes, serta merta Microsoft dan Yahoo menawarkan layanan e-mail gratisnya dengan kapasitas yang bersaing. Saat ini Yahoo telah memberikan kapasitas e-mail gratisnya sebesar satu gigabytes, sedangkan Hotmail memberikan kapasitas sebesar satu gigabytes hingga sebesar lima gigabytes untuk fasilitas "Windows Live Hotmail". Bagi yang rutin menggunakan account (akun) Gmail, kapasitas e-mail yang dipakai bukan semakin berkurang, namun malahan semakin bertambah!
Saat ini kita tidak perlu risau lagi kehabisan sumber daya penyimpanan. Karena dengan memiliki kapasitas inbox yang relatif besar hingga 5 Gigabytes, dirasakan tidak perlu lagi ada aktifitas "menghapus pesan e-mail" atau mengirimkan pesan e-mail yang sudah dibaca ke dalam trash (tempat pembuangan pesan e-mail). Masih utuhnya pesan e-mail yang berada dalam inbox, bisa kita jadikan dokumentasi penting manakala dikemudian hari kita membutuhkannya. Sedangkan untuk mencari pesan e-mail tertentu, kita dapat gunakan fasilitas "search" pada e-mail tersebut. Atau bisa juga menggunakan cara yang lebih terstruktur dan lebih rapih lagi, yaitu menggunakan fasilitas pengelompokan (folder) atau penandaan (labeling) dengan menggunakan tehnik penyaringan pesan e-mail (filtering). Langkah ini sekaligus dipakai sebagai tehnik prioritas pembacaan pesan e-mail.

Yahoo!Mail memberikan fasilitas penambahan folder dan e-mail filtering. Pada fasilitas Yahoo!Mail ini, kita dapat mencoba untuk membuat folder khusus untuk kategori pesan e-mail tertentu. Misalnya pembuatan folder "Kantor" untuk pesan e-mail yang berkaitan dengan urusan kantor. Tambahan misalnya, membuat folder "Milis" untuk pesan e-mail yang berasal dari mailing list. Kemudian kita gunakan fasilitas "filter" untuk menyaring dan memilih setiap pesan e-mail yang masuk dengan cara mengarahkan ke folder yang sudah kita sediakan. Misalnya, bila nama domain kantor menggunakan nama "kantorkita.co.id", maka tuliskan kata kunci "kantorkita.co.id" pada kolom filter dan arahkan ke folder "Kantor". Lakukan juga pada kategori yang lainnya, dalam contoh ini adalah folder "Milis", bila menggunakan mailing list dari Yahoo, maka gunakan kata kunci domain "yahoogroups.com" untuk menyaringnya. Di kemudian hari, apabila ada pesan e-mail masuk dengan akun yang memiliki domain "kantorkita.co.id" secara otomatis akan dimasukkan ke dalam folder "Kantor", begitu juga bila ada pesan e-mail yang masuk berasal dari domain "yahoogroups.com", maka secara otomatis akan dimasukkan pada folder "Milis". Tehnik ini juga sering digunakan pengguna untuk menyaring spamming, secara umum tehnik penyaringan pesan spam menggunakan layanan anti-spam.

Bagi yang menggunakan akun Gmail, tehnik penyaringannya sedikit berbeda dengan Yahoo!Mail. Apabila Yahoo!Mail menggunakan folder sebagai pengelompokan pesan e-mail, Gmail menggunakan "labeling" sebagai penandaan dan pengelompokan pesan e-mailnya.

Dilihat dari banyaknya kesempatan penyaringan pesan e-mail, Yahoo!Mail membatasi penyaringan sebanyak 15 kali saja. Sedangkan Gmail memberikan keleluasan kita untuk melakukan tehnik penyaringan pesan e-mail lebih banyak. Keleluasaan fasilitas Gmail ini cocok bagi mereka yang membutuhkan kategori pesan e-mail lebih rinci, sehingga kapasitas penyaringan dan kapasitas penandaannya juga relatif lebih banyak.

Seperti salah satu slogan Google melalui layanan Gmail-nya "you'll never need to delete another message", maka kita tidak perlu lagi menghapus pesan e-mail yang masuk inbox dan melakukan tehnik penyaringan pesan e-mail agar waktu yang kita habiskan untuk membaca pesan e-mail lebih efisien dari cara membaca pesan email sebelumnya.



Friday, December 14, 2007

Implementasi VoIP Cukup 20 Menit

Implementasi teknologi VoIP (voice over intrenet protocol) dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Bahkan, dengan sedikit pengetahuan mengenai instalasi komputer, setiap orang mungkin dapat memasangnya dalam waktu 20 menit.

Dalam demonstrasi yang digelar PT Cisco Systems Indonesia di Jakarta, Kamis (13/12), instalasi VoIP hanya berlangsung sekira 17 menit saja. Instalasi secepat itu ditawarkan paket solusi Unified Communication terbaru dari Cisco yang disebut Smart Business Communication System (SBCS).

"Solusi ini cocok untuk user yang tak telalu banyak, bawa... tinggal colok, bisa dipakai untuk internet. Selain telepon, ada akses internet, ada security dan wireless access," kata Kunijanto E. Sanggono, Marketing Director PT Cisco Systems Indonesia. Hal tersebut memungkinkan karena perangkat telefoni dan router telah dikemas dalam satu kotak.

Paket solusi SBCS terdiri dari perangkat utama sebuah Cisco Unified Communication Seri 500 yang berisi software manager dan IP PBX. perangkat ini telah dilengkapi fitur telefoni, pesan suara, auotomated attendant, keamanan data, VPN, dan video. Tersedia pilihan untuk 8,16, 32, dan 48 pengguna.

Masih sepaket dengan solusi tersebut yaitu Cisco Catalyst Express 520 sebagai switch yang menyediakan pilihan akses secara fleksibel sesuai kebutuhan jaringan. Selain itu, Cisco Mobility Express yang memberikan kemudahan akses melalui jaringan nirkabel WiFI 802.16 b/g.

"UC seri 500 didesain dengan satu software semua bisa di-configure," ujar Hansel Gunawan, System Engineer Advanced Technology PT Cisco System Indonesia sambil memperagakan instalasi cepat perangkat tersebut. Tinggal colok kabel konektor ke jaringan internet, pengaturan dan konfigurasi selanjutnya dapat dilakukan dengan klik dan sedikit mengetik pada menu yang disediakan Software Cisco Configuration Assitant, Monitor Manager, dan Monitor Director.

Begitu konfigurasi selesai, IP Phone serta laptop atau smartphone yang telah dilengkapi jaringan WiFi dan ter-install softphone langsung dapat saling berkomunikasi dengan cuma-cuma. Komunikasi dengan rekan sekantor yang beda lantai, dengan kantor cabang, atau karyawan yang sedang di lapangan juga cuma-cuma selama terhubung ke jaringan internet. Komunikasi ke jaringan PSTN atau seluler juga tak perlu putus karena semuanya terhubung ke dalam satu kotak.

Produk ini secara komersial baru akan tersedia di Indonesia mulai awal Januari 2008. List price untuk pernagkat utama SBCS dipatok mulai harga sekira 5.000 dollar AS untuk 8 user dan 7.000 dollar AS untuk 16 user.

Sumber : Kompas Cyber Media /13/12/07

Wednesday, December 12, 2007

Internet Bisa Hambat Pemanasan Global

Amerika Serikat - Akses internet berkecepatan tinggi disinyalir bisa menolong bumi menghadapi pemanasan global yang makin meresahkan belakangan ini. Demikian disimpulkan oleh lembaga American Consumer Institute.

Dalam studi tersebut, gas rumah kaca sebagai biang pemanasan global bisa diminimalisir sekitar 1 miliar ton dalam satu dekade jika akses broadband internet makin tersebar luas. Amerika Serikat misalnya, akan menghemat sampai 11 persen impor minyak per-tahunnya berkat internet. Demikian seperti dikutip detikINET dari CNet, Rabu (12/12/2007).

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Berikut perinciannya:


Bekerja dari rumah via internet meminimalisir pemakaian kendaraan dan menghemat pemakaian ruang kerja. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 588 juta ton.
E-commerce atau perdagangan via internet menghemat pemakaian gudang pun juga memotong jalur distribusi/pengapalan. Langkah ini bisa meminimalisir gas rumah kaca sampai 206 juta ton.
Rapat-rapat yang berlangsung secara teleconference via internet bisa menghemat pemakaian pesawat terbang. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 200 juta ton.
Mengunduh (download) musik, film, dan koran via internet menghemat pemakaian kertas serta berbagai hal terkait seperti memotong jalur distribusi. Langkah ini meminimalisir gas rumah kaca sampai 67 juta ton.

Studi serupa yang dilakukan di Australia juga mengemukakan bahwa pemakaian internet bisa meminimalisir emisi karbon negeri itu sampai sejumlah 5 persen di tahun 2015.

Namun penelitian tersebut dianggap masih kurang lengkap. Bagaimana misalnya dengan emisi karbon yang dimuntahkan pabrik dalam produksi peralatan untuk pemakaian internet?

Rabu, 12/12/2007 13:01 WIB
Fino Yurio Kristo - detikinet


ilustrasi (scienceu.fsu.edu)

Tuesday, December 11, 2007

Anggaran Rp 10 M, My-Indonesia.info Getol Beriklan

Jakarta - Rancangan anggaran (pagu) 10 miliar yang disiapkan untuk pengembangan situs pariwisata My-Indonesia.info di 2008 sebagian besar bakal tersedot untuk biaya iklan atau promosi.Hal itu diungkapkan Dirjen Pemasaran Depbudpar, Thamrin B. Bachri ketika dihubungi detikINET via telepon genggamnya, Rabu (12/12/2007).Menurutnya, biaya promosi tersebut diperlukan untuk memperluas pangsa pasar pariwisata Indonesia di sejumlah wilayah terutama di dataran Eropa Timur, seperti Rusia. Pasalnya, lanjut Thamrin, turis dari negara ini berpotensi untuk diserap oleh pariwisata kita. "Apalagi didukung dengan adanya penerbangan langsung dari sana ke Indonesia, Jadi kita ingin fokus ke Eropa Timur," tukasnya.Selain itu dari sisi pengembangan fitur, dikatakan Thamrin, My-Indonesia.info juga bakal diperkuat dengan beberapa pilihan bahasa tambahan, termasuk bahasa Rusia yang menjadi pasar bidikan pariwisata Indonesia.Sayangnya, Thamrin tidak bisa menyebutkan presentase yang diambil untuk promosi dari pagu 10 miliar di tahun 2008 ini. Namun ia mencontohkan, biaya promosi yang dihabiskan oleh negara tetangga kompetitor kita yang harus menguras sampai US$ 2 juta atau senilai Rp 18,5 miliar untuk berpromosi di media internet dunia, macam Google dan Yahoo. "Jadi mereka sangat concern untuk promosi ini," ujarnya.Thamrin menandaskan, selain untuk promosi dan penambahan fitur, anggaran 10 miliar tersebut juga bakal digunakan untuk biaya maintenance dan penambahan teknis

Rabu, 12/12/2007 11:33 WIB
Anggaran Rp 10 M, My-Indonesia.info Getol Beriklan
Ardhi Suryadhi - detikinet

Tuesday, December 4, 2007

Chatting Lebih Efisien Namun SMS Lebih Efektif

Chatting atau Instant Messaging adalah aplikasi komputer interaktif menggunakan protokol Internet Relay Chat (IRC). Pengguna komputer mengetikkan sebuah pesan dalam format ASCII atau text biasa, lalu dari jarak jauh pengguna komputer lawannya secara interaktif dapat membalasnya atau memberikan respon atas pesan yang dikirimkan. Saat itu, pengguna komputer awam menggunakannya sebagai pengganti telepon biasa atau aplikasi voice konvensional melalui provider telekomunikasi, di Indonesia adalah Telkom via teknologi Public Switched Telephone Network (PSTN).

Apabila dibandingkan dengan aplikasi voice saat ini, chatting lebih efisien, namun chatting bukan tandingan aplikasi voice konvensional lagi dengan kehadiran teknologi IP telephony dengan konsep Voice over Internet Protocol (VoIP). VoIP lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan telepon biasa melalui PSTN. Belakangan aplikasi berbasis konsep VoIP ini sudah dikemas di dalam aplikasi chatting.

Bila dibandingkan dengan aplikasi Short Message Services (SMS), Instant Messaging lebih efisien. Efisiensi Instant Messaging bisa dibuktikan dengan perhitungan matematis menggunakan pemahaman perhitungan biner. Apabila kita bandingkan, SMS memiliki panjang maksimum sebanyak 160 karakter sedangkan Instant Messaging bisa mencapai 14000 karakter! Asumsi perhitungan ini dengan biaya SMS termahal (Rp.350,-/SMS) dan dengan biaya akses internet menggunakan GPRS yang termahal (Rp.25,-/Kb).

Sebagai informasi, 1 karakter sama dengan 1 byte, maka untuk pemakaian Instant Messaging Rp.25,-/Kb dapat memperoleh sebanyak 1000 karakter. Apabila kita menghabiskan uang sebesar Rp.350,- untuk Instant Messaging, maka kita dapat menggunakan pesan tertulis sebanyak (Rp.350/Rp.25)*1.000 karakter, yaitu 14.000 karakter! Bandingkan dengan SMS yang hanya 160 karakter. Asumsi perhitungan ini melalui penyedia telepon seluler (cellular provider) tanpa memasukkan biaya layanan Instant Messaging perbulan.

Namun sayangnya, aplikasi Instant Messaging masih terbatas antar pengguna telepon seluler dalam satu cellular provider saja, hal ini belum bisa dilakukan untuk lintas cellular provider. Sebaliknya aplikasi interaktif berbasis teks yang lebih efektif adalah SMS. Aplikasi ini sudah valid dan dapat digunakan untuk lintas cellular provider. Maka tingkat efisiensi-nya harus dibandingkan dengan penggunaan voice pada telepon genggam.

Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh telah menjanjikan tarif komunikasi melalui telepon selular akan diturunkan secara drastis pada tahun tahun mendatang. Namun tingkat penurunanya tidak diungkapkan secara rinci. Nuh mengatakan bahwa "penurunan tersebut juga harus bisa menyenangkan semua pihak. Yang artinya, kalaupun tarif harus turun secara signifikan, tapi bagaimana industri ini juga bisa tetap sustainable," seperti dikutip dari detikINET.

Apabila dibandingkan antara aplikasi komunikasi yang satu dengan yang lainnya saat ini, maka aplikasi voice menggunakan teknologi seluler tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dan efektif mengingat pemahaman pemakaian teknologi telepon genggam/seluler yang semakin merata. Ditambah lagi teknologi yang sedang populer saat menggunakan teknologi pita lebar berkecepatan tinggi atau populer dengan nama broadband access 3.5G. Karena sangat dimungkinkan peserta komunikasi dapat secara langsung bertatap muka satu sama lainnya.



Hingga Saat Ini SMS Masih Populer

SMS atau Short Messages Services masih dipakai sebagai aplikasi komunikasi terpopuler di masyarakat. Maraknya pemakaian SMS dengan meningkatnya ragam telepon genggam membuat komunikasi terbaru ini dipakai oleh semua lapisan masyarakat. Pada akhirnya kalangan bisnis memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan komunikasi atas produk dan jasa melalui medium SMS ini.

Perusahaan yang paling sering menggunakan medium ini adalah penyedia jasa layanan seluler itu sendiri, seperti XL, Indosat, Telkomsel, Esia, Telkom, Fren, Three, dan lain-lain. Malahan cara-cara sindikasi dipakai oleh perusahaan lain untuk memasarkan produk dan jasanya. Sebutkan saja AFI di Indosiar yang pernah populer dengan "kirimkan SMS dengan menuliskan nama penyanyi spasi nomor pilihannya, lalu dikirimkan ke nomor ..."

Begitu juga Berbagai stasiun televisi swasta seperti ANTV, TransTV, SCTV, RCTI memiliki berbagai kuis yang menginginkan feedback pemirsanya melalui SMS. Contoh lain adalah AA Gym yang pernah menggunakan medium tersebut untuk dakwah-nya, Twenty One Cineplex juga ikut memanfaatkan layanan pesan tiket nonton film di bioskop dengan menggunakan medium ini, Taxi Blue Bird juga ikut memanfaatkan SMS sebagai alternatif layanan kepada pelanggan untuk pemesanan taxi. Malahan mentalis terkemuka di Indonesia, Deddy Corbuzier juga memanfaatkan SMS ini untuk meramal pribadi seseorang.

Melalui perangkat telepon genggam yang dimiliki sebagian besar masyarakat perkotaan, kalangan bisnis akhirnya tinggal memilih pangsa pasar yang dikonsentrasikan dan memutuskan untuk melakukan komunikasi bisnisnya.



Chit Chat