Sunday, October 4, 2009

Mendaftarkan Akun Email ke Aplikasi Google Docs

Sekarang jamannya Internet, eranya semua aplikasi mudah digunakan, dipakai kapan saja, bukan dimiliki oleh vendor software tertentu alias non-licence, harus bisa diakses menggunakan perangkat apapun baik komputer desktop, komputer jinjing, ataupun gadget kecil portable seperti handphone yang selalu dibawa beraktifitas. Google telah memberikan solusi aplikasi office yang dapat diakses via web. Aplikasi tersebut adalah Google Docs.

Dibawah ini adalah cara mendaftarkan akun email Anda agar Anda dapat menggunakan aplikasi office web-based ini. Langkah pertama kali kita harus mengunjungi halaman situs http://docs.google.com. Selanjutnya silahkan ikut langkah demi langkah berikut ini:

1. Tekan tombol "Get Started" warna biru

2. Masukkan alamat email aktif Anda pada kolom "Your Current email address". Alamat email ini tidak harus akun gmail. Alamat akun email non-gmail, juga dapat didaftarkan pada aplikasi ini. Selanjutnya alamat email ini dipakai sebagai username kita saat menggunakan Google Docs.

3. Tentukan password untuk aplikasi ini pada kolom "Choose a password". Harap dipahami, bahwa password ini tidak harus password email Anda. Anda bebas membuat password dengan batasan keamanan tertentu yang disarankan oleh aplikasi ini.

4. Masukkan password yang sama untuk konfirmasi pada kolom "Re-enter password"

5. Hilangkan tanda cek pada Check Box "Remember me on this computer". kecuali memang Anda ingin komputer yang Anda gunakan secara otomatis mengingat password tersebut.

6. Berikan tanda cek pada Check Box "Enable Web History", apabila Anda ingin selalu menyimpan alamat website yang pernah Anda kunjungi sebelumnya.

7. Pada word verification, kenali dan baca baik-baik kata yang tergambar, lalu ketikkan pada box dibawahnya. Apabila Anda salah mengartikan kata yang tertera, maka Anda diminta untuk mengulanginya kembali, hingga benar.

8. Baca dengan seksama Term & Service dalam box dengan melakukan scrolling tombolnya.

9. Klik tombol "I accept Create my account"

10. Secara otomatis google akan mengirimkan sebuah link untuk verifikasi ke email Anda. Buka email Anda dan klik link verifikasi tersebut. Setelah langkah ini, Anda dapat menggunakan aplikasi docs.google.com secara interaktif layaknya aplikasi office yang pernah Anda miliki di dalam komputer saat ini.


Friday, October 2, 2009

Kesepakatan Kelas

Di setiap perkuliahan yang saya jalankan selama ini komitmen antara dosen dengan para mahasiswa/i adalah hal krusial yang harus dilakukan pertama kali. Oleh karena itu saya berkepentingan untuk membuat sebuah komitmen awal antara dosen dengan para mahasiswa/i. Ide dasar pembuatan Kesepakatan Kelas ini adalah ide pribadi dimana pihak Universitas maupun manajemen Universitas belum menyediakannya secara rinci. Kesepakatan kelas yang dirasa efektif ini telah saya jalankan sepanjang tahun sejak tahun 2006 hingga kini.

Seperti layaknya sebuah perjanjian pada umumnya, komitmen atau selanjutnya dinyatakan sebagai kesepakatan kelas haruslah tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, tentunya pihak-pihak tersebut adalah antara dosen dengan mahasiswa/i. Kesepakatan kelas ini dipakai sebagai acuan kegiatan perkuliahan sepanjang satu semester. Sehingga apabila ada hal-hal yang dirasa terlupa atau dilupakan oleh kedua belah pihak, maka permasalahan akan dikembalikan pada isi Kesepakatan kelas itu sendiri.

Isi sebuah kesepakatan kelas hanya berkisar tentang operasional perkuliahan dan yang terkait dengan hal tersebut saja. Kesepakatan kelas versi awal berbentuk tabel yang terdiri dari kolom nomor kategori kesepakatan, kategori kesepakatan/fokus kesepakatan dan kolom ketiga adalah keterangan atau rincian kesepakatannya. Jumlah kategori kesepakatan kelas adalah sebelas kategori yang terdiri dari: Komunikasi, Kelas, Kehadiran, Surat Ijin/Sakit, Tugas Khusus, Bahan Perkuliahan, Sistem Penilaian, Ujian, Tugas, Tugas Individu, Tugas Kelompok.

Pada versi yang pertama, Kesepakatan Kelas harus ditandatangani oleh dosen dan para mahasiswa/i. Karena teknologi informasi semakin maju dan mahasiswa/i telah memiliki akses internet-nya masing-masing, maka pada versi yang terbaru, setelah secara aklamasi Kesepakatan Kelas disetujui para mahasiswa/i di dalam perkuliahan, selanjutnya saya kirimkan via email dan para mahasiswa/i wajib membalasnya untuk menyetujuinya.

Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel, demokratis dan bertanggung jawab. Fleksibel karena hasil keputusan-nya bergantung dari kesepakatan kelas saat itu. Sehingga rincian Kesepakatan Kelas dapat berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya. Demokratis, karena semua mahasiswa/i dan dosen berhak memberikan pendapatnya. Bertanggung jawab artinya hasil kesepakatan kelas tidak dapat diganggu gugat dan berlaku hingga berakhirnya perkuliahan. Meskipun Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel yang berdampak pada dinamisnya rincian isi kesepakatan, namun hal ini tidak mengubah prinsip dasar Kesepakatan Kelas itu sendiri.

Sunday, September 13, 2009

Policy Dulu, Baru Yang Lain...

Beberapa waktu lalu saat mendapatkan kesempatan mengajar kelas Network Security, saya bertemu dengan beberapa teman engineer dari perusahaan BUMN. Mengenai nama BUMN baiknya tidak saya sebutkan disini demi etika dan kesopanan. Mereka rela mengikuti training 4 modul yang harus dihabiskan selama empat minggu berturut-turut demi objektif yang sedang saya pertanyakan ini.

Di awal training seperti biasanya kami berkenalan dan pada akhirnya saya menanyakan motivasi mereka mengikuti training semacam ini. Tidak disangka, ternyata mereka ingin memiliki tools atau semacam software penyerang yang rencananya dipakai untuk menyaingi salah satu karyawan yang "bandel". Belakangan saya tahu bahwa karyawan yang bandel itu tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri! Dan melalui obrolan yang intens, saya mendapatkan informasi bahwa karyawan yang "bandel" ini adalah seorang junior di perusahaan tersebut namun mendapatkan jabatan koordinator di lingkungan mereka. Sepertinya sebagai rekan seniornya mereka tidak mau diatur ya :-?

Mereka adalah contoh script kiddies, orang yang tidak punya kemampuan hacking namun mencoba menggunakan software dan tools hacking yang rencananya dipakai untuk tujuan tertentu. Hal-hal seperti diatas adalah salah satu contoh dan kesamaan masalah di sebuah organisasi yang sama sekali tidak memiliki policy. Apakah mereka tidak bisa membuatnya atau tidak mau membuatnya? Seringkali hal seperti ujung-ujungnya masalah politis saja. Securitypolicy menjadi hal yang tidak diperhatikan. Padahal hal ini menyangkut keamanan dan confidentiality sebuah organisasi. Cerita tentang teman-teman engineer di salah satu BUMN tersebut menggambarkan betapa Internal Relations belum solid.

Secara teoritis dan praktikal, pertahanan yang paling baik adalah dengan membangun Internal Relations dan Internal Policy yang sistematis. Setelah Internal Relations dan Policy-nya dibentuk, barulah memperkuat pertahanan dari luar. Sehingga bila berbicara tentang Network Security, IT Security, Data Confidentiality atau semacamnya, cobalah pertanyakan lebih dahulu; "Apakah Anda memiliki Organization Policy?" Naaaah, kalo sudah membuat "Policy" baru yang lainnya...

Saturday, August 15, 2009

Kesepakatan Kelas Semester Gasal 2009

Obyektif
•Mata Kuliah: Online Public Relations
•Pihak: Dosen dan Para Mahasiswa/i
•Versi: 2.0

Komunikasi
•Komunikasi perihal perkuliahan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, email, chat, dengan menyebutkan nama dan nomor NIM.
•Bergabung pada Internal Mailing List, Social Media maupun mengunjungi forum OPR ini.
•Bila sifat komunikasinya URGENT, maka dosen cukup mengirimkan pesan (telepon, SMS, ataupun email) kepada Ketua Kelas/Perwakilan kelas.

Kelas
•Status telepon genggam dalam keadaan silent atau off
•Diperbolehkan interupsi/mengajukan pertanyaan pada saat perkuliahan
•Eksistensi perwakilan kelas / koordinator kelas / ketua kelas
•Persyaratan ketua kelas: akses ke internet dengan frekwensi tinggi, hp selalu standby.
•Ketua kelas: Lalu Athma

Kehadiran
•Mahasiswa/i wajib memberikan informasi bila tidak dapat hadir di perkuliahan selambat-lambatnya 1 jam sebelum jam masuk perkuliahan via sms.
•Dosen terlambat 30 menit dianggap tidak ada perkuliahan kecuali dengan pemberitahuan.

Surat Ijin/Surat Sakit
•Tidak perlu surat ijin, tapi mengirimkan informasi via sms atau email
•Mahasiswa/i telah memahami bahwa ketidakhadiran di perkuliahan memiliki resiko kecilnya pemahaman materi yang diterima.

Bahan Perkuliahan
•Slide presentasi, contoh kasus lisan, buku wajib, buku pendamping, link internet, materi via email, materi di mailing list, dan blog

Sistem Perkuliahan
•Offline dan Online
•Informasi rencana perkuliahan berikutnya akan diinformasikan melalui SMS dan atau email selambat-lambatnya pada H-5.

Sistem Penilaian
•Kehadiran=10%, Tugas Individu=30%, Tugas Kelompok=20%, UTS=20%, UAS=20%

Ujian
•Sistem ujian adalah Take Home Test
•Jawaban dari pertanyaan argumentatif bukan jiplakan dari materi. Gunakan bahasa Anda sendiri.
•Menyerahkan lembar jawaban, lembar soal dan tugas tepat pada waktunya
•Maksimum nilai ujian: perhatikan bobot nilai setiap soal yang Anda kerjakan
•Ujian susulan dengan sistem Close-Book

Tugas
•Judul tugas harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
•Penilaian: 5W+1H, data akurat (bukti), memiliki unsur nilai berita yang kuat
•Struktur penulisan: daftar isi, latar belakang, isi+analisa, kesimpulan, saran/solusi, sumber informasi/daftar pustaka
•Jenis huruf : Times New Roman 12 point
•Kiri: 1,5 inch, kanan: 1,2 inch, atas: 1,2 inch, bawah: 1,2 inch, spasi 1,5
•Hardcopy dan Softcopy (kirimkan via email)

Tugas Individu
•Etika PR vs. Etika Jurnalistik
•Penilaian berdasarkan Saran Pribadi, Analisa dan Keseluruhan Isi
•Dikirimkan melalui email selambat-lambatnya 24 jam sebelum waktu UTS. Penerimaan email lebih dari ketentuan ini akan mendapatkan nilai generik

Tugas Kelompok
•Membuat Blog PR
•Blog ini akan mendapatkan penilaian awal pada kuliah pertama pasca UTS
•Dipresentasikan oleh seluruh anggota kelompok pada kuliah tatap muka terakhir sebelum UAS

Tugas Khusus
•Tidak ada

Thursday, June 4, 2009

Sadari Dampak Penggunaan Internet

Kasus Prita vs. RS Omni mengemuka karena pihak-pihak tertentu mengangkat kasus ini ke meja hijau. Berawal dari email dan postingan Prita ke media Internet lalu akhirnya tersebar hingga pihak RS. Omni mengetahui akan hal ini. Anda dapat menemukan informasi terkini di berbagai media. Terakhir saya peroleh, Prita akhirnya dibebaskan sebagai tahanan kota. Sekali lagi ini bukan permasalahan siapa yang patut disalahkan. Namun cenderung kepantasan yang perlu digaris bawahi. Pendapat dapat saja mengalir berbeda-beda, karena pemikiran dan pemahaman dari berbagai sisi, baik dari sisi kemanusiaan, sisi Hukum, dan dari sisi Kehumasan. 

Sebut saja pendapat dari pakar Hukum di media ternama Ibukota, bahwa UU ITE tidak serta merta dapat menahan Prita di penjara. Menkes berpendapat tentang kepantasan dan ketepatan penggunaan sarana dan media. Berbagai elemen masyarakat menyuarakan tentang sisi Kemanusiaan, bahwa Prita hanyalah seorang Ibu Rumah Tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Kasus ini tidak akan mengemuka apabila kedua belah pihak menyadari dampak penggunaan media Internet. Pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.

Seharusnya berbagai pihak menyadari akan hadirnya Instant Image Killer di dunia maya. Sekali saja sebuah informasi dikirimkan ke jagat maya, maka penyebarannya tidak pernah diduga sebelumnya. Apabila informasi yang disebarkan adalah informasi positif, maka akan mengakibatkan naiknya citra pihak yang diuntungkan. Namun bila sebaliknya, maka citra seseorang maupun organisasi akan sangat dirugikan.

Monday, January 5, 2009

The Day the Earth Stood Still


My friend and I just saw the movie 'The Day the Earth Stood Still' last week. We had been waiting to see it since about a month ago.
As we came out of the cinema, he and I very much like to talk about the movie that we had just seen, and he told me that What it MEANT to say in the story was really good, meaning that the 'morale of the story' was good, but HOW the story was represented isn't as good as the idea of the story. And we both agreed on that...

I think, personally, especially from an 'alien' kind of movies, we would've expected that it would have so many 'cool effects' or at least seeing more intense storyline. But from the beginning till the end, I didn't see any scene that could make us stunned. And one thing I find it rather odd is that the aliens are in 'man' like body shapes, which made it not 'so real', for those who have been following alien movies, they would know better that if there really are aliens out there, it is very not likely that they have same body image as us humans.

But looking at the 'morale' of the story that telling us about our 'dying' world is really a good idea, and something that we really should have an 'open eye' on the subject. We, for so many years, have realized that our earth is dying, and yet, still nobody really doing anything much about it to help the earth from dying. We all realized that the energy that we consumed everyday have been extracted from our own planet. And we also have tried in so many ways to tell each other that we have to save our planet. From the harsh ways like those in GreenPeace, to a subtle and nice way of telling us humans with a storyline from a movie, still couldn't move our heart to do something better for our own earth.

I think it is time for us to start doing something about it.
I have an old friend told me once... 'If not now, then when? If not you, then who?'

Save our planet!

Chit Chat