Tuesday, October 7, 2008

Fenomena Virtual Ajang Formula One

Fenomena perubahan gaya hidup telah terlihat kembali pada saat digelarnya Singapore Grand Prix Formula One 2008 di malam hari. Hal ini menambah khasanah informasi tentang penggunaan media online di masyarakat dunia. Melalui tulisan Bre Redana tentang Pengalaman "Virtual" Formula 1 pada harian surat khabar kompas 4 Oktober 2008 memperlihatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perubahan gaya hidup masyarakat masa kini.

Orang menyaksikan pertandingan mobil balap kelas dunia seperti pada Singapore Grand Prix Formula One 2008 ini ternyata tidak semata-mata melihat ajang kebut-kebutannya. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan teknologi sebagai prestise di peradaban masa kini. Untuk melihat ajang balapan seperti ini tidak banyak yang secara langsung menggunakan indera penglihatannya dalam memperhatikan kecepatan mobil balap tersebut. Lebih banyak para penikmat balapan menggunakan teknologi yang ada seperti televisi misalnya. Ditambah lagi sebuah alat canggih dalam genggaman tangan disewakan oleh panitia seharga 157 dollar Singapura (sekitar 1 Juta rupiah) selama tiga hari. Gadget ini terhubung ke kamera masing-masing pembalap. Sehingga dengan cara ini pengguna gadget dapat memilih untuk melihat sudut kamera setiap pembalap yang diinginkannya. Yang lebih menarik lagi komunikasi antar pembalap dengan kru balapnya juga dapat didengar melalui alat ini.

Di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh produk yang ditawarkan dengan mengemas ferrari sebagai pencitraannya. Melihat cara penggunaan alat ini terbukti bahwa gaya hidup telah berkembang dan bergeser seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perlengkapan multimedia yang disewakan oleh panitia penyelenggara pada dasarnya sebagai media penghubung untuk melihat wujud asli balapan itu sendiri. Dan kenyataannya pengguna media telah secara virtual menikmati ajang yang bergengsi ini.

Friday, September 26, 2008

WYSIWYG

Bagi mereka yang baru mengenal komputer dan perkomputeran di era masa kini, mungkin terminologi WYSIWYG sangat awam dan belum pernah ditemui. Namun bagi yang pernah mengenyam pengalaman saat pertama kali munculnya Sistem Operasi Apple Macintosh atau Microsoft di era tahun 1995, hal ini bukan merupakan hal yang baru.

WYSIWYG kepanjangan dari What You See is What You Get. Apa yang kita lihat di layar monitor komputer kita adalah sama dengan apa yang akan kita peroleh nanti apabila kita ingin mencetaknya, atau melakukan presentasi di layar yang berbeda. Hal ini lambat laun ditingkatkan dengan keakuratan layout, warna, detil garis, dll. Namun demikian ada beberapa kontradiksi dalam memberikan pemaknaan dari WYSIWYG itu sendiri dengan menambahkan kata "NOT" diantara I (is) dan W (what). Sehingga dimaknai dengan kepanjangan What You See Is NOT What You Get. Hal ini muncul di beberapa kalangan karena kekecewaan mereka atas teknologi yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya.

Mirip dengan pemahaman awalnya, pada tingkatan komunikasi ataupun pada jenis komunikasi tertentu, WYSIWYG perlu juga kiranya dipakai sebagai pengetahuan bahwa ada perbedaan hasil antara tingkatan komunikasi inter personal dengan antar personal. Manakala terdapat dua orang sedang terlibat komunikasi non-verbal, maka masing-masing personal menggunakan pengalaman dan pengetahuan masing-masing dalam memberikan umpan baliknya. Kita pahami suatu contoh komunikasi dibawah ini.

Guru Ani sedang mengajar di dalam kelas di depan beberapa muridnya. Salah satu muridnya yang bernama Budi mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit. Guru Ani menanyakan kepada Budi "Budi, apakah kamu kurang tidur?" Budi menjawab pertanyaan guru Ani "Tidak Bu, saya tidur lelap semalam selama delapan jam". Tentunya jawaban Budi akan mengherankan bagi guru Ani. Mengapa Budi yang terlihat mengantuk namun berbeda dengan pengakuannya yang bukan merupakan alasan atas tindak tanduknya di dalam kelas pada saat guru Ani mengajar.

Disini terdapat perbedaan pemahaman dari sebuah lambang-lambang komunikasi. Lambang komunikasi yang ada disini adalah 'mulut yang terbuka lebar-lebar tiga kali setiap satu menit'. Pemahaman guru Ani, bila murid terlihat mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit, berarti dia mengantuk dan kemungkinan besar alasannya adalah kurang tidur di malam hari. Sebaliknya tindakan Budi dengan membuka mulutnya/menguap sebenarnya umpan balik non-verbal bagi guru yang memberikan pelajaran dengan cara yang membosankan. Budi memberikan komunikasi non-verbal kepada gurunya yang ternyata lambang komunikasi tersebut tidak dipahami guru Ani. Guru Ani tidak melihat ada pesan dibalik pesan atas komunikasi non-verbal yang diberikan oleh Budi. 

Contoh lainnya adalah berkaitan dengan wacana yang selalu berkembang di kehidupan kita. Beberapa wacana tentang gender, agama, politik, bisnis misalnya. Ada pemahaman umum bahwa warna pink adalah warna untuk anak perempuan sedangkan warna biru adalah warna untuk anak laki-laki. Seorang Mario Teguh dengan cara komunikasi verbal dan non-verbalnya oleh beberapa kalangan yang belum begitu mengenalnya dianggap menganut agama tertentu. Partai politik dengan warna hijau diwacanakan sebagai partai agama tertentu. Pada masa kampanye tiga partai, warna baju yang kita kenakan dapat dianggap mewakili partai politik tertentu. Padahal belum tentu warna yang dimaksud untuk kepentingan partai politik tertentu. Beberapa psikolog tidak menyetujui wacana gender atas warna-warna seperti contoh diatas. Menurut mereka tidak ada salahnya anak perempuan memakai baju warna biru dan anak laki-laki memakai baju warna pink. Bagi mereka hal ini memunculkan sebuah pertanyaan, mengapa warna dijadikan wacana gender?

WYSIWYG dapat dipakai oleh pelaku bisnis yang mencoba mengetahui kemampuan dan tingkat kepercayaan terhadap calon pelanggannya atau sebaliknya. Bagi kaum muda atau insan yang sedang mencoba mengenali karakter atau watak dari calon pasangannya, WYSIWYG dapat dipakai sebagai langkah antisipatif dan alat kewaspadaan dibandingkan langkah kuratif seperti 3G. Untuk itu WYSIWYG perlu diantisipasi dan perlu disikapi dengan cermat dan bijaksana.

Thursday, September 25, 2008

Komunikasi Kepada Publik Eksternal

Hubungan dengan publik diluar perusahaan merupakan keharusan yang mutlak. Karena perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bekerja sama dengan perusahaan yang lain. Karena itu perusahaan harus menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik-publik khususnya dan masyarakat umumnya.
Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan publik eksternal secara informatif dan persuasif. Informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti dan sempurna berdasarkan fakta yang sebenarnya. Secara persuasif, komunikasi dapat dilakukan atas dasar membangkitkan perhatian komunikan (publik) sehingga timbul rasa tertarik.
Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan public relations eksternal meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat.
Tindakan-tindakan yang harus dilakukan external public relations seperti :
Menganalisa dan menilai sikap dan opini publik yang menanggapi kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam menggerakkan pegawainya dan menerapkan metodenya
Mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan perusahaan, terutama kegiatan yang mendapat sorotan atau kritikan publik
Mempersiapkan bahan-bahan penerangan dan penjelasan yang jujur dan objektif agar publik tetap memperoleh kejelasan tentang segala aktivitas dan perkembangan perusahaan
Ikut membantu pimpinan dalam hal menyusun atau memperbaiki formasi staf ke arah yang efektif
Mengadakan penyelidikan atau penelitian tentang kebutuhan, kepentingan dan selera publik akan barang-barang yang dihasilkan perusahaan.

Saturday, August 9, 2008

Indonesia E-Marketing Strategy

INDONESIA E-MARKETING STRATEGY
"Perluas Market Share Bisnis Anda dengan eMarketing Yang Tepat"

Implementasi Online marketing strategy (emarketing) yang tepat akan dapat membantu memperluas pasar bisnis perusahaan Anda, dan website perusahaan Anda akan memiliki nilai tambah karena dapat menunjang perkembangan bisnis perusahaan Anda.
Homepage merupakan sarana promosi di dunia cyberspace atau dunia internet. Perkembangan dunia cyberspace dewasa ini begitu pesatnya. Hingga saat ini di Indonesia pengguna internet telah berjumlah lebih kurang 500.000 pengguna internet. Jumlah tersebut akan bertambah dengan semakin mengertinya orang akan besarnya manfaat internet, baik untuk tujuan informasi, hiburan maupun untuk tujuan bisnis terutama dalam menghadapai persaingan ekonomi dalam pasar bebas nanti. Kondisi tersebut merupakan segmentasi baru yang potensial bagi badan usaha untuk memperluas market share bisnisnya.
Mengapa Homepage/Website Anda sepi pengunjung..?Mengapa Homepage/Website Anda tidak dikenal..?

Kesuksesan sebuah site tergantung dari berbagai faktor, antara lain;
Design, sebuah homepage/website harus kelihatan menarik, namun sesuai dengan tujuan website yang dibangunya. Image positioning, navigasi yang mudah dan tidak membingungkan, serta materi yang jelas namun tidak membosankan. Disamping itu juga faktor kecepatan mengakses website, hal ini merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Jika sebuah homepage/website memiliki kecepatan akses yang lama, maka bukan tidak mustahil pengunjung akan segera meninggalkanya, namun sebaliknya jika aksesnya cepat, maka visitor akan merasa betah, apalagi jika ditunjang dengan tampilan site yang menarik dan tidak membosankan.

Content
content sebuah site juga harus bisa membawa netter untuk menikmatinya. Berikan hal-hal yang bisa membuat kesempatan netter untuk sedikit pro aktif, berikan fasilitas, games, forum, dan survey, atau hal lain yang sifatnya lebih formal, seperti; feedback, aspirasi, maupun kontak netter, sehingga netter merasa punya tempat di site tersebut. Berikan sedikit perhatian dengan sebuah ucapan ataupun newsletter, melalui mailing list, dsb.

e-Marketing, online promotion merupakan salah satu kunci pokok kesuksesan sebuah homepage/website. Trik dan strategi yang pas dalam melakukan e-marketing untuk sebuah homepage/website sangat menentukan banyak tidaknya pengunjung, dan eksistensi website untuk masa yang akan datang.
Dan masih banyak faktor lain-nya yang dapat menentukan sukses tidaknya sebuah homepage/website.

"Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia"
(Yusril Saputra)

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.

Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.

Namun dibanding dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001).
Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).

Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.

Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).

Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.

Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.

Thursday, August 7, 2008

Yang Masih (Sering) Ke Warnet

Apabila Anda terpaksa harus ke warnet untuk melakukan aktifitas di dunia maya seperti mengirimkan email ke kolega, mengirimkan dokumen ke server Anda yang berada di Amerika atau malahan melakukan transaksi e-banking dengan rekan bisnis Anda, sebaiknya lebih waspada lagi. Tanpa menghakimi bahwa warnet adalah tempat rawan untuk melakukan aktifitas Internet, ada baiknya kita lebih waspada dan menyadari keberadaan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab berniat mencuri data milik pengunjung warnet itu sendiri.

Ada postingan menarik dari blog seberang. Gaya bahasa yang mudah diterima dan sedikit kocak menarik untuk ditinjau dan diikuti sarannya. Tentunya hal ini tidak sulit dilakukan bagi praktisi PR. Malahan praktisi PR dapat melakukannya dengan berbagai kreatifitas :) Namun juga ada hal-hal yang tidak mungkin dilakukan karena memang sedikit konyol. Penulis ini membicarakan tentang tip dan trik agar aktifitas kita di WarNet tidak diintip oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum ini menggunakan keylogger untuk mematai-matai.

Sarannya adalah mewaspadai sikap dari pemilik warnet dan upayakan selalu meneliti keberadaan keylogger ini. Untuk menyimak postingan asli silahkan kunjungi blog GENK_ANGKER.

Thursday, July 24, 2008

Marketing and Cyber Public Relations

Dengan adanya perkembangan di dunia teknologi informasi tentu saja memperluas sarana untuk melakukan komunikasi. Dalam hal ini seorang PR yang handal harus tanggap untuk memanfaatkan media-media terbaru sebagai instrument aplikasi tugasnya.Akhir-akhir ini muncul kecenderungan baru dimana media online digunakan sebagai media komunikasi, termasuk dalam Public Relations. Praktik kegiatannya biasa dikenal dengan istilah e-public relations atau cyber-public relations. Yaitu seorang PR yang menggunakan internet sebagai media publisitas. Jika media konvensional seperti TV, media cercak, radio, dll hanya dapat melakukan one to many relations. Internet dapat mengembangkan one to one communication.

Sejak tahun 1990-an, media online muncul menjadi media baru yang sangat kuat di dunia. Internet telah hampir menjadi sinonim dari sebuah konsep media baru saat ini. Perusahaan-perusahaan berlomba-lomba memajang produk dan jasanya di situs internet. Menurut Nielsen/Net Rating, pada Juni 2004 saja tercatat 21 juta orang membaca Yahoo News. Sementara itu, hanya setahun setelah peluncurannya, Google News diakses oleh 6,5 juta orang setiap bulannya. Dan inilah fakta menariknya pembaca utama Google News dan Yahoo News bukan wartawan melainkan konsumen pembaca berita.

Esensi dari Online Public Relations adalah percepatan informasi. Internet telah mengubah cara banyak perusahaan dalam menangani kontak pers dan kegiatan yang berhubungan dengan media relatios. Selain itu keuntungannya yang dapat diperoleh antara lain jangkauan secara global/dunia, banyaknya informasi yang tersedia dan aktual , mengembangkan investor relations, dapat mempertinggi kontak dengan media, akses yang mudah, biaya efisien.Dengan internet, perusahaan memiliki kemampuan berkomunikasi lebih tinggi dan memiliki nilai tambah yang membedakannya dengan perusahaan lainnya. Internet membuka pintu untuk komunikasi dua arah antara perusahaan dan publiknya.Pembangunan branding online dilakukan melalui sarana email, presskit, website, weblog, blog, milis, newsgroup, autoresponder, ezine, e-newsletter, direct email, iklan online, online media relations, investor relations dan alat-alat komunikasi pemasaran lain di dunia online.

Published By :
200752096 Cahya, 200752105 Tria, 200752092 Rommy

Monday, July 21, 2008

Online Customer Relation Management

CRM atau Customer Relation Management dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran, penjualan, dan pelayanan.

Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan melalui web, diantaranya (Greenberg 2002 dalam Turban et al. 2004):
  1. Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search.
  2. Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis.
  3. Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk.
  4. Menyediakan pemesanan on line.
  5. Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan.


    Published By :
    Cahya 200752096

Saturday, July 19, 2008

Kriminalitas Di Internet

Sebagaimana lazimnya pembaharuan teknologi, internet selain memberi manfaat juga menimbulkan ekses negatif dengan terbukanya peluang penyalahgunaan teknologi tersebut. Hal itu terjadi pula untuk data dan informasi yang dikerjakan secara elektronik.

Dalam jaringan komputer seperti internet, masalah kriminalitas menjadi semakin kompleks karena ruang lingkupnya yang luas.

Menurut Edmon Makarim (2001: 12) kriminalitas di internet atau cybercrime pada dasarnya adalah suatu tindak pidana yang berkaitan dengan cyberspace, baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace atupun kepemilikan pribadi.

Jenis-jenis kejahatan di internet terbagi dalam berbagai versi. Salah satu versi menyebutkan bahwa kejahatan ini terbagi dalam dua jenis, yaitu kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi. Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi, atau kriminal yang potensial menimbulkan kerugian bahkan perang informasi.

Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan.

Secara garis besar, ada beberapa tipe cybercrime, seperti dikemukakan Philip Renata dalam suplemen BisTek Warta Ekonomi No. 24 edisi Juli 2000, h.52 yaitu:
a. Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin. Hal ini termasuk pencurian waktu operasi komputer.
b. Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin dengan alat suatu terminal.
c. The Trojan Horse, yaitu manipulasi data atau program dengan jalan mengubah data atau instruksi pada sebuah program, menghapus , menambah, menjadikan tidak terjangkau dengan tujuan untuk kepentingan pribadi pribadi atau orang lain.
d. Data Leakage, yaitu menyangkut bocornya data ke luar terutama mengenai data yang harus dirahasiakan. Pembocoran data komputer itu bisa berupa berupa rahasia negara, perusahaan, data yang dipercayakan kepada seseorang dan data dalam situasi tertentu.
e. Data Diddling, yaitu suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara tidak sah, mengubah input data, atau output data.
f. To frustate data communication atau penyia-nyiaan data komputer.
g. Software piracy yaitu pembajakan perangkat lunak terhadap hak cipta yang dilindungi HAKI.

Dari ketujuh tipe cybercrime tersebut, nampak bahwa inti cybercrime adalah penyerangan di content, computer system dan communication system milik orang lain atau umum di dalam cyberspace (Edmon Makarim, 2001: 12).

Pola umum yang digunakan untuk menyerang jaringan komputer adalah memperoleh akses terhadap account user dan kemudian menggunakan sistem milik korban sebagai platform untuk menyerang situs lain. Hal ini dapat diselesaikan dalam waktu 45 detik dan mengotomatisasi akan sangat mengurangi waktu yang diperlukan (Purbo, dan Wijahirto, 2000: 9).

Fenomena cybercrime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini agak berbeda dengan kejahatan lain pada umumnya. Cybercrime dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak diperlukan interaksi langsung antara pelaku dengan korban kejahatan. Bisa dipastikan dengan sifat global internet, semua negara yang melakukan kegiatan internet hampir pasti akan terkena impas perkembangan cybercrime ini.

Berita Kompas Cyber Media (19/3/2002) menulis bahwa berdasarkan survei AC Nielsen 2001 Indonesia ternyata menempati posisi ke enam terbesar di dunia atau ke empat di Asia dala tindak kejahatan di internet. Meski tidak disebutkan secara rinci kejahatan macam apa saja yang terjadi di Indonesia maupun WNI yang terlibat dalam kejahatan tersebut, hal ini merupakan peringatan bagi semua pihak untuk mewaspadai kejahatan yang telah, sedang, dan akan muncul dari pengguna teknologi informasi (Heru Sutadi, Kompas, 12 April 2002, 30).

Menurut RM Roy Suryo dalam Warta Ekonomi No. 9, 5 Maret 2001 h.12, kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu:
1. Pencurian Nomor Kredit.
Menurut Rommy Alkatiry (Wakil Kabid Informatika KADIN), penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia.
Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking)
Menurut John. S. Tumiwa pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbnkan dan merusak data base bank
3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM Roy M. Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.

Sementara itu As’ad Yusuf memerinci kasus-kasus cybercrime yang sering terjadi di Indonesia menjadi lima, yaitu:
a. Pencurian nomor kartu kredit.
b. Pengambilalihan situs web milik orang lain.
c. Pencurian akses internet yang sering dialami oleh ISP.
d. Kejahatan nama domain.
e Persaingan bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya.

Khusus cybercrime dalam e-commerce, oleh Edmon Makarim didefinisikan sebagai segala tindakan yang menghambat dan mengatasnamakan orang lain dalam perdagangan melalui internet. Edmon Makarim memperkirakan bahwa modus baru seperti jual-beli data konsumen dan penyajian informasi yang tidak benar dalam situs bisnis mulai sering terjadi dalam e-commerce ini.

Menurut Mas Wigrantoro dalam BisTek No. 10, 24 Juli 2000, h. 52 secara garis besar ada lima topic dari cyberlaw di setiap negara yaitu:
a. Information security, menyangkut masalah keotentikan pengirim atau penerima dan integritas dari pesan yang mengalir melalui internet. Dalam hal ini diatur masalah kerahasiaan dan keabsahan tanda tangan elektronik.
b. On-line transaction, meliputi penawaran, jual-beli, pembayaran sampai pengiriman barang melalui internet.
c. Right in electronic information, soal hak cipta dan hak-hak yang muncul bagi pengguna maupun penyedia content.
d. Regulation information content, sejauh mana perangkat hukum mengatur content yang dialirkan melalui internet.
e. Regulation on-line contact, tata karma dalam berkomunikasi dan berbisnis melalui internet termasuk perpajakan, retriksi eksport-import, kriminalitas dan yurisdiksi hukum.

Saat ini di Indonesia sudah dibuat naskah rancangan undang-undang cyberlaw yang dipersiapkan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia bekerja sama dengan Departemen Perdagangan dan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung bekerja sama dengan Departemen Pos dan telekomunikasi. Hingga saat ini naskah RUU Cyberlaw tersebut belum disahkan sementara kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan kriminalitas di internet terus bermunculan mulai dari pembajakan kartu kredit, banking fraud, akses ilegal ke sistem informasi, perusakan web site sampai dengan pencurian data.

Saat ini regulasi yang dipergunakan sebagai dasar hukum atas kasus-kasus cybercrime adalah Undang-undang Telekomunikasi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun demikian, interpetasi yang dilakukan atas pasal-pasal KUHP dalam kasus cybercrime terkadang kurang tepat untuk diterapkan. Oleh karena itu urgensi pengesahan RUU Cyberlaw perlu diprioritaskan untuk menghadapi era cyberspace dengan segala konsekuensi yang menyertainya termasuk maraknya cybercrime belakangan ini.
Sebagai Praktisi PR hal mengenai kriminalitas di internet perlu dipahamai dan dimengerti sehingga dapat mengantisipasi sebelum hal tersebut terjadi.

Disusun Oleh :
1. Yusril Saputra
2. Fajrin Nur Akbar
3. Tri Estina Sari
4. Rani Widysari

Friday, July 11, 2008

How Computer Works (Kelompok 5)

Komputer pertama hadir tahun 1946, dan untuk perhitungan aritmatika. Dalam perkembangan saat ini, lebih mengarah pada komputer jenis PC.

Dalam pengolahan data, komputer memerlukan sistem yang merupakan kesatuan elemen yaitu:
1. Hardware
2. Software
3. Brainware

Ketiga elemen sistem saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Cara kerja komputer terdiri dari beberapa tahapan. Contoh, kita menggunakan pengolah data untuk menulis surat dengan software Ms.Word. Peralatan input digunakan untuk memasukkan karakter dan menggunakan kunci-kunci pada keyboard untuk men-set format karakter. CPU menggunakan software Ms.Word yang mengarahkan data yang kita masukkan dan data akan diproses oleh CPU. Hasil pemrosesan diarahkan ke monitor /printer. Data yang diolah akan disimpan dan dapat menggunakan penyimpan luar. Sedangkan protocol sebagai bahasa dalam berkomunikasi dengan komponen lainnya.


Disusun:
Kelompok 5
Monica Christella (200552226)
Novia Karonica (200552241)
Mustikawaty (200552261)

Monday, July 7, 2008

Komunikasi Mempertahankan Reputasi

Inti dari sebuah aktifitas PR adalah "berkomunikasi". Hal ini berarti bahwa apapun yang dipikirkan dan apapun yang dilakukan oleh PR selalu mengarah pada kegiatan berkomunikasi untuk mempertahankan reputasi organisasi. Dikatakan sebuah aktifitas inti dikarenakan dalam membangun hubungan (relations), satu-satunya aktifitas dasar yang harus dilakukan adalah melakukan komunikasi kepada khalayaknya. Sehingga seorang praktisi PR sudah sewajarnya akan mendapatkan tantangan akan usaha-usaha melakukan komunikasi yang positif, bukan sebaliknya. Oleh karena itu organisasi yang merekrut seorang PR profesional tentunya akan membuat sebuah kontrak kerja baku yang mengatakan bahwa apabila seorang praktisi PR melakukan kegagalan dalam berkomunikasi, hal ini akan berakibat dihentikan dari jabatannya / pekerjaannya

Warren Buffet mengatakan bahwa reputasi mungkin saja dibangun dan dipertahankan selama kurun waktu 20 tahun namun reputasi dapat hancur hanya dalam waktu lima menit saja.
Itulah mengapa komunikasi untuk mempertahankan reputasi sangatlah penting.

Sunday, July 6, 2008

Multimedia

Dari frase Multi-Media menyatakan bahwa terdapat sejumlah media yang dipakai. Hal ini umumnya dikaitkan dengan penggunaan alat elektronik seperti komputer dengan piranti lunak yang diusungnya. Media yang dimaksud ini adalah keberadaan teks (*.txt, *.rtf), dokumen gambar (*.gif, *.tiff, *,jpg), dokumen gambar bergerak (*.mp4, mpeg), ataupun dokumen suara (*.wav, *.mp3).

Kini tidak hanya komputer, namun penggunaan handphone, netbook, dan sebagainya dapat dipakai untuk urusan multimedia ini. Sedangkan penggunaan multimedia masa kini sudah merambah ke berbagai industry, seperti misanya dunia pendidikan dan dunia bisnis. Untuk aplikasi yang paling banyak digunakan di kalangan anak-anak dan remaja, biasanya multimedia ini dalam bentuk game.

Thursday, July 3, 2008

Posting

Posting pada kegiatan penelusuran informasi melalui Internet dapat disebut sebagai menambahkan atau mengirimkan tulisan, gambar, gambar bergerak, ataupun dokumen suara ke sebuah forum dunia maya. Beberapa contoh kegiatan ini adalah:
- menuliskan artikel di sebuah blog
- menambahkan informasi melalui mailing list
- menambahkan dokumen  gambar bergerak pada sebuah situs video
- menambahkan dokumen gambar pada situs foto

Postingan adalah hasil penambahan tulisan, dokumen gambar, dokumen  gambar bergerak, dokumen suara pada sebuah forum dunia maya.

Wednesday, July 2, 2008

Pintu, Jendela dan Port Komputer

Perbedaan yang signifikan antara rumah dan komputer adalah pada kapasitasnya. Sebuah komputer memiliki 65.536 port! Bayangkan apabila rumah Anda memiliki pintu dan jendela sebanyak 65.536 buah. Manakala kita tidak mengelola pintu dan jendela tersebut dengan baik, maka siapapun atau apapun dapat keluar dan masuk dari pintu dan jendela rumah kita. Untuk itulah hampir semua piranti lunak peduli dengan masalah ini. Oleh karena itulah beberapa kalangan termasuk rekan-rekan Anda di IT departemen menyarankan beberapa pilihan piranti lunak dengan alasan keamanan. Artikel ini dibuat sekedar untuk memberikan gambaran yang mudah tentang arti keamanan di dunia maya dimana semua komputer di dunia telah terkoneksi satu sama lain. Sementara data dan aplikasi tentunya keluar masuk melalui port komputer Anda. Hal ini juga termasuk ancaman virus, worm dan trojan ke komputer kita. Dan isu tentang etika serta keamanan ber-Internet seketika muncul dan merebak hingga saat ini.

Beberapa forum dan milis banyak yang menanyakan tentang keamanan menggunakan komputer dan beberapa tanggapan berulang kali dilontarkan. Secara umum mereka menanyakan seperti ini: "Bagaimana caranya agar komputer kita tetap aman?". Dan ada satu komentar yang sangat mengagetkan namun ada benarnya: "Tidak usah terkoneksi dengan jaringan komputer lain, dan jangan terkoneksi dengan Internet!". Dan hal ini sama dengan menutup semua pintu dan jendela rumah kita, sehingga siapapun tidak ada yang keluar rumah dan siapapun tidak ada yang masuk ke dalam rumah kita. Namun kiranya Anda akan setuju bahwa hal ini bukanlah sebuah solusi yang jitu tentunya :).

Tuesday, July 1, 2008

Komputer Seperti Rumah Kita

Komputer yang kita gunakan ternyata dapat disamakan dengan sebuah rumah yang kita huni selama ini. Rumah memiliki satu atau lebih pintu serta satu atau lebih jendela, demikian juga komputer. Komputer memiliki port yang berfungsi seperti layaknya pintu dan jendela. Perlu diingat bahwa port yang dimaksud disini adalah port non-fisik. Port ini tidak dapat dilihat secara kasat mata. Port ini sifatnya logika semata.

Pintu dan jendela digunakan untuk tujuan tertentu dan dijaga agar tetap digunakan sebagaimana mestinya. Sebuah pintu digunakan untuk keluar masuknya awak rumah. Sedangkan jendela biasanya digunakan untuk pengelolaan udara yang keluar dan masuk. Port pada sebuah komputer digunakan untuk keluar masuknya data dan aplikasi.

Monday, June 30, 2008

Era Baru Bisnis SDM

Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti saat ini, akan membuat para investor mulai fokus pada bisnis utamanya. Beberapa perusahaan besar sudah mulai melakukan outsourcing bahkan homesourcing atas beberapa departemen yang sebelumnya menjadi bagian dari manajemen perusahaan.

Departemen kebersihan yang sering disebut sebagai Departemen Cleaning Service sudah tidak lagi dikerjakan secara insourcing, melainkan diarahkan kepada pihak ketiga. Bagi investor, perhitungan gaji dan pemberian kesejahteraan karyawan merupakan beban bagi perusahaan, hal ini khususnya bagi departemen yang dianggap sebagai unit-cost bukan unit-production. sebagai contoh saja, sebuah rumah sakit terkenal dibilangan Jakarta Barat, setelah kepemilikan saham rumah sakit tersebut dijual kepada grup Lippo, maka kebijakan berubah. Manajemen memutuskan untuk membubarkan departemen pelayanan kebersihan. Hal ini juga berarti perusahaan telah merumahkan seratus orang karyawannya, termasuk pimpinan departemen tersebut. Kebijakan perusahaan menganggap bahwa departemen tersebut hanya sebagai pendukung operasional, jadi dianggap bersifat unit-cost, bukan sebagai unit-production.

Thomas L. Friedman dalam bukunya "The World is Flat" telah mengungkapkan hal ini sebagai fenomena yang disebut globalisasi kedua. Outsourcing bagi beberapa kalangan adalah sesuatu yang kadaluarsa. Pada era informasi seperti sekarang ini, aktifitas home-sourcing merupakan gejala baru yang perlu dipertimbangkan. Dalam buku The World is Flat disebutkan tentang penggunaan sebuah teknologi VoIP yang digunakan oleh para ibu rumah tangga di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah. Mereka bebas bekerja sambil mengurus anaknya di rumah. Inilah yang disebut Thomas sebagai globalisasi ketiga. Sehingga apabila Anda menggunakan jasa layanan maskapai penerbangan ini lalu memesan tiket melalui layanan call center mereka, jangan berpikir bahwa mereka berada terpusat di dalam sebuah gedung. Melainkan mereka bekerja tersebar di seantero penjuru dunia sambil mengurus anak-anak mereka!

Friday, June 6, 2008

Jangan Sekadar Nge-Blog

Ada beberapa kalangan yang sedang hot-hotnya menulis di media online, contohnya menulis pada blog. Hal ini patut diambil sisi positifnya. Yaitu melatih dan memotivasi seseorang untuk berani mengungkapkan sebuah ide, gagasan, ataupun sekedar curhat. Hal yang tidak terasa terjadi adalah kemampuan menulis yang semakin lama semakin baik. Hal ini juga dirasakan oleh blogger-blogger baru. Cobalah simak penuturan Iyo di blog perspektif.net.
Bagi praktisi Public Relations (PR), blog harus memiliki nilai lebih. Tidak sekadar ajang rumpi dan curhat apalagi narsistis, selain bertujuan membangun komunitas, pesan yang disampaikan mengarah kepada strategi PR itu sendiri. Pesan persuasif yang disampaikan harus bersandar pada etika PR secara umum.

Bagi mahasiswa yang mempelajari Online PR, kiat-kiat serta usaha menggunakan Search Engine, membuat blog atau menggunakan aplikasi seperti Google Docs adalah sarana gratis yang dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma. Di kemudian hari, apabila sebuah citra organisasi dan citra praktisi PR di dunia maya dianggap penting, maka seyogyanya memiliki alamat domain yang representatif. Organisasi yang belum menganggap pentingnya media online, dapat dibantu dengan pembuatan website secara cuma-cuma. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian organisasi terhadap reputasi manajemen di dunia maya.

Jangan sekadar nge-Blog. mulai saat ini upayakan membuat tulisan pada media online sesuai kriteria yang diinginkan namun bermanfaat bagi khalayak yang telah kita segmentasikan sebelumnya. Sebagai gambaran umum silahkan mengunjungi dan menyimak para pemenang blogger 2007 pada side bar blog ini. Apabila masih belum memuaskan silahkan googling khusus pencarian blog, lalu masukkan kata kunci yang mengarah kepada kriteria yang diinginkan.

Selamat nge-Blog!

Wednesday, June 4, 2008

Instant Image Killer


Istilah Instant Image Killer dapat di bahasakan sebagai "Pembunuh Citra Tercepat". Instant Image Killer adalah informasi yang cenderung menghancurkan citra seseorang atau organisasi di jagat maya. Hal ini dapat terjadi karena pertama, semakin hari teknologi chip prosesor semakin tinggi. Hal ini berdampak pada kecepatan pengaksesan informasi di jagat maya. Kedua, semakin murahnya teknologi penyimpanan data. Ketiga, berpartisipasinya tiap individu di Internet, semakin memudahkan siapa saja mengetahui gaya hidup seseorang. Keempat, menyalin dan mendistribusikan informasi semakin mudah karena sudah semakin banyak orang sadar akan kebutuhan perolehan informasi via media Internet.

Salah satu contoh Instant Image Killer adalah komentar negatif individu di jagat maya atas ketidakpuasan pelayanan pada organisasi tertentu. Komentar ini dapat disampaikan melalui email dan diteruskan oleh penerimanya. Atau yang lebih luas dan cepat adalah melalui grup atau forum milis. Apabila hal ini tidak diantisipasi maka citra seseorang ataupun organisasi dapat runtuh dalam hitungan bulan, hari ataupun mungkin dalam hitungan jam!

Tuesday, June 3, 2008

Ambil Kesempatan Menggunakan Media Online

Apakah Anda pernah berpartisipasi dalam sebuah media online? Sebut saja detik.com, atau kompas.com yang baru saja diluncurkan menggunakan public figure seperti Sandra Dewi yang memiliki blog pribadi untuk fansnya.
Apabila ingin mencoba berpartisipasi, silahkan mencoba mengunjungi berbagai media online tersebut. Apabila ingin mendapatkan berbagai bentuk blog di dunia maya, silahkan googling dan temukan berbagai blog di dunia maya.

Pada tanggal 28 Oktober 2007 lalu, Menkominfo Moh. Nuh telah meresmikan bahwa setiap tanggal 28 Oktober dinyatakan sebagai hari blogger nasional. Hal ini berarti pemerintah RI telah mendukung upaya-upaya penyampaian informasi melalui blog. Khusus mahasiswa Online Public Relations dipersilahkan mencoba menggunakan blog ini sebagai ajang partisipasi dalam perkuliahan Online PR.

Gatekeeper

Somebody within a media organization who decides what will and will not be included in messages, news and/or programs.

OMR sebagai prioritas utama?

Bagi organisasi yang peduli dengan kemampuan Internet dan kecepatan penyampaian informasi melalui berbagai mediumnya, Online Management Reputation (OMR) harus dijaga sebaik-baiknya. OMR atau reputasi organisasi di dunia maya sudah sejak dini menjadi perhatian PR masa kini. Hal ini dikarenakan adanya gaya hidup masyarakat dunia masa kini (masyarakat informasi) yang memberikan perhatian pada pemakaian media Internet. Pemakai produk ataupun jasa yang kecewa dengan pelayanan manajemen, tidak sungkan-sungkan lagi untuk mengutarakan kepada media. Celakanya, media yang dimaksud disini bukan sekedar media konvensional yang memiliki gagtekeeper sebagai penyaring informasi, melainkan media Internet yang memiliki ciri khas bahwa individu adalah gatekeepernya. Pemakai produk dan jasa dapat dengan senang hati menyampaikan rasa terima kasihnya maupun kekecewaannya melalui blog pribadi. Tidak selesai di sana, mereka cenderung memiliki komunitas di dunia maya dan dengan senang hati membicarakan hal tersebut. Bayangkan bila pesan yang disampaikan adalah kekecewaannya terhadap pelayanan buruk organisasi Anda. Pesan tersebut tidak hanya dibaca oleh masyarakat domestik, namun oleh masyarakat dunia.

Apakah menurut Anda OMR dirasa menjadi prioritas utama untuk saat ini?
Bagaimana mengantisipasi reputasi buruk pada media Internet?
Sebagai praktisi PR, apa yang perlu Anda persiapkan untuk mengantisipasi sebuah reputasi buruk yang muncul di dunia maya?
Apakah OMR dapat mempengaruhi reputasi Anda sebagai praktisi PR?

Pada materi kuliah yang telah saya bagikan sebelumnya beberapa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas dapat Anda temukan. Namun ada baiknya Anda lebih dahulu mencoba mengunjungi beberapa situs dan tools yang direkomendasikan.

Selamat belajar dan berdiskusi.

Monday, June 2, 2008

Mengarah Ke Pelayanan

Semua pelaku bisnis rasa-rasanya akan sangat tertinggal apabila mereka hanya menerapkan sistem lama dengan melakukan hard marketing. Kini mereka mulai menyadari bahwa pemakai produk dan jasa ingin mendapatkan sesuatu yang bernilai lebih. Nilai lebih disini mengarah kepada kedekatan individu atau yang sering disebut sebagai customer intimacy. Oleh karena itu pelaku bisnis seperti Cisco System, Datacraft, dan beberapa pelaku bisnis lainnya mengarahkan bisnisnya ke sebuah solusi atas suatu permasalahan pemakai produk dan jasa. Cobalah kunjungi situs Cisco System, mereka membangun citranya dengan menggunakan isitilah "Human Networking", sedangkan Datacraft membawa pesan tentang solusi dan service. Tidak tanggung-tanggung mereka juga membuka semua sumber dayanya ke media publik via situs mereka. Bagi kalangan akademisi seharusnya bersyukur, karena melalui situs mereka, mahasiswa dapat mempelajari apa saja yang telah dicapai perusahaan-perusahaan besar tersebut hingga mendapatkan nama besar seperti sekarang ini.

Thursday, February 21, 2008

Membuat Menu Chatting Pada Blog

Rasanya kurang menarik bila blog belum memiliki sebuah layanan yang interaktif seperti layanan chatting. Layanan ini juga menyuguhkan menu yang nyaman dipakai oleh siapa saja untuk saling berinteraksi dengan cepat, berdiskusi dan instant sifatnya. Siapapun yang menggunakan menu ini tidak perlu mendaftarkan diri, tidak perlu memberikan otentikasi dan tidak perlu memberikan identitas asli, namun akan tetap dapat berkomunikasi satu sama lain dengan nyaman.

Artikel ini membahas mengenai tip dan trik cara membuat menu chatting yang sering disebut sebagai shout box pada sebuah blog. Caranya tidak sulit, hanya butuh memilih penyedia layanan shoutbox gratis di internet lalu melakukan tambahan panel di blog. Asumsi menggunakan layanan blogspot, hal ini tidak memerlukan keahlian pemrograman web, cukup dengan sedikit klik disana dan klik disini, shout box siap dipakai.

Tip pertama, memilih shout box dan melakukan sedikit konfigurasi
- temukan pilihan shout box melalui search engine pilihan, misalnya memilih yellbox
- kemudian buatlah akun pada web yellbox.com
- berikan verifikasi akun baru dengan membuka email
- gunakan otentikasi (username dan password) yang sudah dibuat sebelumnya untuk masuk ke website yellbox.com
- bila telah berada pada yellbox.com, pilih menu mybox untuk melakukan personalifikasi shoutbox. Bila kiranya masih awam, langsung saja klik menu ‘get html’ pada sisi kiri website.
- klik menu Select All, untuk memilih seluruh file html di dalam box
- lalu lakukan operasi menyalin teks (copy)

Tip Kedua, menambahkan panel pada blog
- login dan masuk ke menu ‘layout’ dan sub-menu ‘page elements’
- pilih menu Add a Page Element dan tambahkan panel HTML/Java Script
- pada Title masukkan nama menu yang ditampilkan pada blog
- pada Content, klik dan lakukan perintah menempatkan hasil penyalinan sebelumnya (paste)
- simpan hasil penyalinan dan silahkan tampilkan blognya

Selamat mencoba.

Wednesday, February 6, 2008

Anti-Phishing Pada Akun Yahoo!

Berbagai praktek dan aksi phishing marak di dunia maya. Hal ini membuat Yahoo! membuat layanan anti-phishing pada halaman situs-nya. Sebenarnya layanan ini sudah diperkenalkan sejak bulan Agustus 2006. Namun hingga saat ini beberapa kalangan masih belum mengetahuinya.

Layanan ini dinamai Sign-in Seal yang bisa kita temukan pada halaman pertama web Yahoo! di pojok kanan atas lokasi Sign-in. Kata Sign-in Seal dimaksudkan karena cara pengamanannya menggunakan semacam lapisan namun dibuat dengan piranti lunak.

Sign-in Seal adalah pesan rahasia yang khusus dibuat untuk mengamankan akun Yahoo! dari aksi phishing si tangan jahil. Pengguna diberikan dua pilihan pesan rahasia yaitu dalam bentuk teks atau gambar.

Praktisi PR yang menggunakan akun Yahoo! dan memiliki mobilitas tinggi, sebaiknya menggunakan layanan ini. Selain mudah mengaktifkannya, layanan ini manjur bila dipakai pada area publik dengan teknologi Wi-Fi.

Hindari Terpancing Aksi Phishing

Beberapa bagian dari situs internet banking Bank Niaga ada yang membuat tiruannya. Modus operandinya persis seperti klikbca beberapa tahun lalu. Mereka menggunakan metode phishing yang mencoba untuk mengecoh korban dengan membuat kemiripan alamat URL Bank tersebut.

Pelaku phishing ini sengaja memancing korban dengan maksud agar korban mau membagi informasi pribadi melalui pengecohan alamat URL tadi. Setelah korban terkecoh, maka pelaku phishing dapat melakukan berbagai hal yang akan merugikan korban. Beberapa contoh aksi jahat tersebut seperti: menggunakan akun korban, memindahkan tabungan korban dengan cara transfer via internet banking, belanja menggunakan kartu kredit korban, hingga mengunci akun korban, sehingga korban tidak dapat lagi menggunakannya.

Jujur saja, saat pertama kali melihat URL tersebut, saya juga ikut terkecoh. Beruntung hingga saat ini saya belum pernah menggunakan layanan internet banking dari Bank Niaga, karena tidak menutup kemungkinan sayapun akan terpancing karenanya...

Sunday, February 3, 2008

Konsep Komunikasi Baru


Komunikasi secara teoritis menggambarkan delapan variabel yang saling berkaitan, hal ini seperti yang diungkapkan oleh Wilbur Schramm. Delapan variabel itu adalah komunikator, pemberian kode, medium, pesan, pembukaan kode, komunikan, umpan balik dan gangguan.

Pada kehidupan sehari-hari, teori diatas sudah sering menjadi bahan diskusi dan studi kasus, termasuk diantaranya pemberlakuan pada pembelajaran sebuah media.

Penggunaan media baru seperti Internet membutuhkan pembelajaran dengan konsep baru, yaitu konsep OSI. Melalui konsep ini komunikator dan komunikan menggunakan peralatan digital yang secara umum disebut komputer.

Apabila pada teori komunikasi sebelumnya bahasa menjadi bahan pemberian kode, maka pada konsep ini disebut sebagai protokol. Proses pemberian kode dalam konsep ini disebut enkapsulasi, sedangkan proses pembukaan kode disebut de-enkapsulasi.

Medium yang dipakai sebagai saluran pesan dapat beragam, misalnya e-mail, chat, blog, dan sebagainya.

Thursday, January 24, 2008

Etika Online Bagi Penulis Online

Penjabaran tentang etika online tidak lepas dari pemahaman kita terhadap etika di dunia nyata, seperti etika profesi, etika jurnalistik dan etika kehumasan atau public relations.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang patut dipahami dan dicermati bagi setiap insan penulis online. Sehingga diupayakan ada pemahaman yang terpisah antara penulis yang dalam arti yang sebenarnya dengan pencuri gagasan yang populer di dunia maya.
Sebagi penulis online setidak-tidaknya kita sudah memahami tentang adanya "netiket" atau etika online secara umum yang selama ini sering didiskusikan melalui berbagai forum online. Hal ini perlu kita cermati karena semakin banyaknya informasi yang dapat diperoleh oleh seorang pembaca dan pengunjung situs, akan membuat dirinya memilih informasi yang dianggapnya dapat dipercaya. Bukankah kita ingin agar mereka mengunjungi situs kita untuk mengetahui informasi yang telah kita susun dan siarkan? Lalu bagaimana bila ternyata tulisan kita dianggap tidak orisinil dan miskin gagasan baru? Akibatnya pembaca akan mencari sumber informasi lainnya tanpa pernah kembali ke situs kita.

Jangan Mencuri Hasil Karya Orang Lain (Plagiarism)
Sebagai penulis online, hendaknya kita memahami Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menulis adalah pekerjaan yang tidak gampang. Bagaimana perasaan kita sebagai penulis bila seseorang menyalin mentah-mentah hasil karya tulisan kita dan menyebarkan ke publik sebagai hasil karyanya? Bila hal ini dilakukan, maka sama halnya dengan pencuri!
Bila ingin mendapatkan literatur ataupun referensi dari halaman situs lain, gunakan hyperlink. Hal ini sama dengan bila mengambil referensi di dunia nyata, yaitu selalu mencantumkan saduran maupun referensi dari sumber informasinya. Bila kuatir kehilangan halaman situs yang akan menjadi link, selalu upayakan memberikan informasi tentang penulis dan referensinya.

Keterbukaan
Selalu berniat untuk memberikan informasi tentang cara memperoleh informasi. Juga upayakan membuat alasan atau keterangan tertulis mengenai motivasi kita dalam menuliskan sebuah artikel atau gagasan. Apabila situs atau blog mendapatkan santunan dari sebuah institusi atau organisasi tertentu, alangkah baiknya hal ini disampaikan kepada pembaca. Pembaca berhak tahu tentang hal ini, dan tentunya keterbukaan tersebut membuat kredibilitas penulis online semakin diakui. Jangan sampai ada 'pesan dibalik pesan'.

Tidak Menerima Hadiah Dalam Bentuk Apapun
Penulis online sebaiknya menghindari konflik kepentingan dan keberpihakan. Menolak suatu pemberian berupa hadiah atau uang dari narasumber adalah salah satu caranya. Apabila narasumber memberikan referensi atau literatur untuk memperkuat informasi yang akan dituliskan, sesegera mungkin mengembalikannya kepada narasumber. Bila ternyata pemberiannya sebuah buku, alangkah baiknya buku tersebut didonasikan kepada sekolah atau perpustakaan umum. Apabila kita dibayar oleh sebuah perusahaan untuk menyebarkan informasi melalui sebuah situs, biarkan pembaca mengetahui bahwa kita memang disewa atau dibayar untuk menuliskan informasi tersebut. Lain halnya bila kita menulis tanpa memberikan nama asli (anonymous), paling tidak pembaca mengetahui latar belakang kita sebagai penulis yang membuat mereka dapat menilai kredibilitas kita.

Sampaikan Kebenaran Dengan Data Akurat
Jangan sekali-kali menuliskan sesuatu hanya bermodalkan perkataan dan atau opini orang saja. Sebuah pernyataan belum tentu memiliki kebenaran. Reportase kepada lebih dari satu orang akan menambah akurasi kebenaran informasi yang akan kita sampaikan. Sebaiknya hal tersebut diperkuat lagi dengan menyediakan data tertulis, misalnya bukti e-mail atau SMS dari narasumbernya. Hal ini dilakukan agar dipandang dari aspek hukum dapat dipertanggung jawabkan.

Berlaku Jujur
Kejujuran dalam menuliskan sesuatu adalah satu hal yang penting. Dengan demikian kita selalu menghormati pembaca situs kita. Jangan sampai terjadi pembaca meragukan kredibilitas kita sebagai penulis. Berikan informasi tentang latar belakang kita sebelum mereka menanyakannya.

Adil Terhadap Narasumber
Jangan pernah memperlihatkan kekuatan seorang jurnalis. Sebaiknya hindari niat untuk mengancam maupun menjelek-jelekkan seseorang atau organisasi untuk kepentingan tertentu. Sebaiknya selalu memiliki niat adil Berlaku adil terhadap narasumber lebih baik dibandingkan menerima pemberian hadiah dalam bentuk apapun dari narasumber tersebut.


*Disadur dari :
-Robert Niles pada Online Journalism Wikis
-The Weblog Handbook-Rebecca's pocket

Wednesday, January 23, 2008

Simplify Your Words

Oleh : Ponijan Liaw - National Bestselling Author of Communication & Zen Series

It's important to talk to people in their own language. If you do it well, they'll say, "God, he said exactly what I was thinking." And when they begin to respect you, they'll follow you to the death.
Lee Iacocca

Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Bahasa kantor yang sangat teknis dan njlimet menghiasi percakapan mereka. Sekali pun orang yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan mereka, malah ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.

Dalam kaitan ini, dulu pernah ada sebuah karikatur yang menyindir rencana penyediaan tenaga pendidik bergelar Doktor (S-3) untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD). Karikatur itu jika dinarasikan kira-kira seperti ini:

Doktor : Selamat Pagi Anak-anak.
Murid SD : Selamat Pagi Pak Guru (dengan nada khas anak-anak)
Doktor: Anak-anak, pagi ini Bapak akan mengajar tentang Konflik Sosial. Seperti kita ketahui bahwa konflik sosial, baik yang horizontal mau pun vertikal akhir-akhir ini menunjukkan eskalasi pertumbuhan yang semakin mengkhawatirkan. (murid-murid mulai pusing dengan istilah-istilah sang doktor).
Sekarang, agar konflik sosial tersebut tidak mengkristal menjadi permanen sehingga sulit diatasi, harus ada solusi integratif dan komprehensif untuk mengatasinya. Sedapat mungkin menggunakan pendekatan win-win solution.

Tentu dapat dibayangkan bagaimana kondisi struktur kognitif anak-anak SD saat menerima ‘kuliah' sang Doktor. Bingung !

TIPS

Supaya komunikasi kita lancar, bahasa dan segala istilah teknis harus dapat disederhanakan sedemikian rupa agar pendengar atau siapa saja yang sedang melakukan konversasi dengan kita dapat menangkap esensi kalimat kita. So, tidak perlu show off melalui penggunaan kata-kata keren namun membingungkan.



---------------------------------------

Untuk referensi lebih lanjut, silahkan baca 2 buku penulis lainnya tentang komunikasi:

1. The Art of Communication that Works - Komunikasi yang Berhasil

2. Understanding Your Communication Styles - Memahami Gaya Komunikasi Anda


Thursday, January 17, 2008

Bukan Belanja Iklan, Tapi Maksimalkan PR

PERTENGAHAN tahun 2003 lalu, Philip Kotler pernah melontarkan gagasan kepada para bisnisman, agar mulai memindahkan lebih banyak anggaran iklan untuk mendanai operasional Public Relations (selanjutnya baca: PR).

Menurutnya, belanja iklan di tengah maraknya saluran informasi, televisi, koran, dan radio, sudah tidak lagi efektif sebagaimana lima tahun sebelumnya. Sebab, pemirsa dengan mudahnya memindahkan chanel saat iklan diputar. Lain dari itu, Kotler juga mengatakan, ada sembilan dari sepuluh konsultan PR besar di dunia sekarang ini ternyata dimiliki oleh biro-biro iklan.
Dengan kata lain, gagasan Kotler itu ingin mengatakan bahwa hubungan antara perusahaan dengan pihak luar, - baik menyangkut produk maupun citra perusahaan, sangat ditentukan oleh peranan PR yang dikelola suatu perusahaan dengan peranan PR-nya.

Rasanya, gagasan Kotler tersebut akan terjawab meyakinkan melalui buku ini. Melalui keseriusan riset dan pengalamannya bertahun-tahun sebagai akademisi dan praktisi PR, Kusnadi Suhandang ingin menekankan pentingnya paradigma baru memandang seluk beluk PR mulai dari konsep dasar, visi, dan implementasinya.
Sebagai bagian dari manajemen perusahaan/organisasi, PR berorientasi pada aktivitas yang dilakukan oleh industri, perusahaan, perserikatan, organisasi sosial, atau jawatan pemerintah, untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat dan bermanfaat dengan maksud menyesuaikan dirinya pada keadaan sekeliling dan memperkenalkan diri pada masyarakat. (halaman 46).

Minimal ada dua fungsi utama PR yang utama dalam perusahaan. Pertama, PR bertujuan mendapatkan dan menambahkan penilaian serta jasa bagi perusahaan. Kedua, secara defensif berusaha menjadi sarana pembelaan diri terhadap pendapat negatif tatkala menerima penyerangan yang tidak wajar dari pihak luar. (Sementara perusahaan tersebut tidak melakukan kesalahan) .

Pada tataran praksisnya, implementasi PR mengarah pada tiga bidang kerja, yakni marketing, publishing dan dokumentasi. Pada dua bidang marketing dan publishing mungkin memang demikian fungsi PR. Tapi, kenapa dokumentasi dimasukkan sebagai salah satu komponen dari fungsi PR?

Dari sini, Kustadi ingin mempertegas bahwa posisi PR yang notabene adalah penyambung lidah perusahaan tidak hanya bertugas sebagai chanel of information (saluran informasi), melainkan juga merupakan jembatan yang menghubungkan saluran informasi dari publik ke dalam perusahaan.
Adapun kewajiban PR adalah melaksanakan kebijakan manajer perusahaan dalam memperkenalkan produk barunya dan mempengaruhi masyarakat yang akan memakai barang atau jasa (produksi) yang baru tersebut.
Sedangkan terhadap pihak internal perusahaan, PR mempunyai kewajiban memberikan penjelasan tujuan dari setiap kebijakan agar semua pihak merasa terpanggil dan mau menyukseskan program perusahaan sesuai dengan visi manajer (halaman 62).

Dari sini terlihat, PR mempunyai dua arah komunikasi. Dari dua arah ini, tugas terberat PR adalah keberhasilannya mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan publik melalui sarana yang positif berupa, public understanding (pengertian publik), publik confidence (kepercayaan publik), public support (dukungan publik) dan public cooperation (kerja sama publik) (halaman 180)
Lekatnya bidang PR dengan dunia komunikasi, secara otomatis mengarahkan proses komunikasi PR berhadapan dengan dua bentuk hubungan yang berbeda strateginya, yakni hubungan secara psikologis dan hubungan sosiologis dengan publik. Yang pertama, kegiatan PR dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan opini publik dan proses persuasi. Sementara yang kedua dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi massa, human relations dan group relation.
Kompetisi dalam pasar bebas sekarang sangat erat kaitannya dengan maraknya media massa, koran, radio, televisi dan internet. Media massa bagi PR bukanlah sekadar mitra kerja yang sifatnya sementara, melainkan bersifat permanen.

Saking pentingnya media massa, penggelola PR dituntut untuk mengenal dunia pers sebagaimana para wartawan bekerja. Mulai dari soal penyampaian materi konferensi pers, editor bahasa teks realese, materi hingga style siaran radio/televisi, semuanya menjadi bagian keseharian dalam dunia PR.
Kustadi memberikan paparan mengenai fungsi media massa sebagai medium penghubung antara perusahaan dan pihak luar dengan mengedepankan asas profesionalitas dan etika media massa.
Maka, jelaslah siapa pun orangnya yang bekerja dalam PR bukan hanya berfungsi menjalankan tugasnya sebagai bawahan direktur atau manager, melainkan juga harus bisa menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis bahkan biro iklan yang handal. Uraian mengenai seluk beluk media massa serta cara kerjanya, secara panjang lebar akan kita dapatkan dalam buku ini.

Wacana PR dalam dunia bisnis sekarang ini tampaknya harus terus dikembangkan secara dinamis baik dalam tataran akademis maupun praksis di perusahaan dan organisasi manapun. Fungsi PR sekarang ini bukanlah sekadar formalitas untuk menampung pengangguran di sebuah perusahaan.
Sebab, berhasil atau tidaknya suatu perusahaan terutama dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak sangat bergantung dari misi PR yang dijadikan aparatnya.

Maraknya media massa sebagai medium penghubung menuntut berbagai perusahaan-perusahaan skala menengah dan skala atas di Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa saat ini melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produktivitasnya dengan memaksimalkan PR, ketimbang sekadar memanfaatkan iklan di berbagai media massa.

Di Indonesia, wacana PR mungkin masih kurang semarak ketimbang negara-negara di atas. Salah satu sebabnya karena PR (sebagai ilmu pengetahuan; sistematis/ilmiah) masih sangat muda usianya. Sebelumnya istilah PR masih terbatas dalam diskursus terbatas dan tidak tersistematisasi.
Bisa dimaklumi jika kemudian banyak orang kita masih menganggap PR tidak terlalu penting dibicarakan secara komprehensif dan mendetail. Wajar pula PR selama ini wacana PR ditempatkan pada posisi yang tidak semestinya, sehingga sering kita dengar banyak para pengusaha di Indonesia pun masih banyak mementingkan sarjana lain ketimbang sarjana PR untuk mengisi lowongan Kepala Humas atau PRO (Public Relations Officer) di perusahaanya.

Akhirnya, tidak sia-sia usaha Kustadi menulis panjang lebar wacana, visi dan arahan praktis bidang Public Relations ini. Sekalipun penulisan Kustadi mengambil gaya penulisan era 80-an yang kurang efektif karena di sana-sini banyak pengulangan pokok bahasan, namun buku ini tetap enak dibaca sebagai konsumsi pengetahuan.
Bukan sekadar pengetahuan normatif yang abstrak, tapi di dalamnya memuat inspirasi-inspirasi yang menyegarkan. Bagi pengelola perusahaan atau organisasi sosial tentu amat penting dijadikan salah satu bacaan.

Sumber : Buku Public Relations: Kajian, Program dan Implementasi

Blogging Semudah Mengirim Email

Siapa bilang blogging itu sulit? Cukup bermodalkan akses internet dan ponsel kelas2.5G kita sudah dapat melakukannya semudah mengirim email. Manakala kita sedang berlibur di Bali atau terjebak di kemacetan jalan Ibukota, saat itu juga kita dapat dengan mudah mencatat peristiwa dan menyiarkannya di Internet.

Pilihan ponsel 2.5G dengan fasilitas GPRS atau W-CDMA dengan harga terjangkau kini sudah mudah kita peroleh di setiap gerai toko telepon seluler.

Pilihan akses internet bergerak dapat kita peroleh dari provider seluler manapun. Setelah itu tinggal memikirkan kebutuhan aksesnya berdasarkan waktu atau kapasitas datanya.

Dengan asumsi memiliki blog di blogger.com, pengaktifan email tujuan sebagai alamat pengiriman artikel dapat dibuat pada tab Setting lalu pilih menu Email. Alamat email yang akan kita peroleh menggunakan domain blogger.com. Pada saat kita ingin menyiarkan artikel atau berita ke blog kita, cukup membuka aplikasi email client dengan menggunakan alamat email tujuan ini.









<-- Klik gambar untuk memperjelasnya

Chit Chat