Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Wednesday, August 4, 2010

Dokumen PDC

Apabila kita menginginkan dokumen dalam format PDF tetap aman, LockLizard Safeguard Viewer dapat kita andalkan. Maklum saja, beberapa piranti lunak lainnya sudah dapat melakukan konversi dari dokumen PDF ke dokumen lain seperti Microsoft Word, Excel ataupun PowerPoint. Nantinya format dokumen ini bukan lagi PDF melainkan PDC.
LockLizard melindungi dokumen PDF dan perlindungan sekaligus keamanan bisnis perusahaan. Dibuat khusus untuk siapapun yang membuat dokumen yang dibagi pakai lalu diterbitkan dalam format PDF. Model dokumen ini dipakai untuk melindungi Anda dari menyalin dokumen PDF yang tidak sah, berbagi, memodifikasi, pencetakan yang berulang. Dengan enkripsi dari Pemerintah Amerika Serikat dan Digital Rights Management dokumen ini dapat meminitor siapa yang melihat dokumen PDF, di mana, dan kapan, dan untuk berapa lama (hari, bulan, tahun atau selamanya) J


Sunday, August 1, 2010

Populasi Pengguna Internet Tertinggi: Asia!

Percaya atau tidak, saat ini pengguna Internet dunia didominasi masyarakat di benua Asia. Berdasarkan data statistik dari Internetworldstats sejumlah 825,094,396 pengguna Asia mengakses Internet. Namun demikian perkembangan selama satu dekade terakhir paling menonjol di benua Afrika. Bayangkan saja dari total perkembangan di dunia sebesar 444.8% ternyata pengguna Internet di benua Afrika mencapai angka perkembangan 2,357.3%!

Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penetrasi media baru seperti Internet mendorong seluruh lapisan industri menggunakan media baru ini. Yang paling bersinar dalam hal ini adalah industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Silahkan perbaharui informasi terkini tentang perangkat pangakses Internet jaman sekarang. Sejak Industri China memasok barang-barang elektronik ke seluruh dunia, sejak Facebook dan Twitter digandrungi oleh warga dunia, sejak Asus melemparkan produk Eee PC ke pasar dunia dengan sebutan netbook, kini masyarakat dunia mulai menganggap TIK bukan lagi sebuah hal yang jauh untuk diraih, TIK kini menjadi sebuah gaya hidup.

Kini Google menohok pasar dengan Sistem Operasi Android-nya, dan saat ini mulai muncul perangkat netbook yang berharga dibawah 1 juta rupiah! Simak saja situs resmi di Indonesia dengan merek Elevo. Namun tetap diingat bahwa penggunaan TIK bukan hanya sekedar gaya hidup namun tentang kepedulian kita terhadap keseimbangan alam dan kebutuhan hidup yang hakiki. Jadi apakah saat ini kita sudah benar-benar membutuhkan itu semua atau sekedar mengikuti trend di pasar?

Monday, April 19, 2010

iPad, Teknologi Baru dan Budaya

Pernah mendengar atau membaca informasi tentang iPad? Untuk lebih jelasnya silahkan klik kata iPad sebelumnya. Saya tidak panjang lebar membahas tentang iPad disini. Artikel ini sekedar memberikan umpan balik atas maraknya teknologi komunikasi melalui gadget dan peralatan komputer yang semakin kecil dan sederhana.

Sebagian pihak mengatakan bahwa masyarakat akan serta merta mengadopsi teknologi semacam iPad ini dengan alasan lebih tinggi tingkat mobilitas-nya dan efisien dalam hal penyimpanan. Hal tersebut memang tidak dapat diragukan lagi, namun ada beberapa faktor yang membuat masyarakat juga tidak serta merta mengadopsi teknologi ini. Banyak faktor yang membuat masyarakat tidak langsung mengadopsi teknologi baru, selain masalah biaya, juga masalah budaya.

Di satu media cetak besar nasional yang membahas tentang iPad ini mengatakan bahwa era pengetikan menggunakan keyboard atau papan ketik akan ditinggalkan. Apakah akan seperti itu adanya? Saya sangat meragukannya!
Sejak kemunculan koran online, kenyataannya toko buku masih banyak dikunjungi masyarakat, penulis, penerbit dan percetakan masih melakukan aktifitas dan memperoleh keuntungan dari budaya membaca masyarakatnya. Masyarakat masih berlangganan koran setiap hari, ada kemunculan majalah baru dari berbagai komunitas dan kebutuhan dan anak-anak sekolah serta mahasiswa masih menggunakan buku sebagai pembelajaran utamanya. Jadi, bisa dikatakan bahwa teknologi baru dengan media baru semacam Internet saat ini sekedar pilihan kedua dibandingkan media konvensional.

Kenyataannya memang teknologi diadopsi sebagian masyarakat dengan keterbatasan pengetahuannya. Namun budaya menentukan sikap, perilaku dan cara menggunakannya. Kita ada di masa transisi dimana sebagian kecil masyarakat mengadopsi teknologi namun sebaliknya sebagian besar masyarakat belum mengadopsinya. Belum lagi tanpa menghilangkan rasa optimis kita terhadap energi bumi, sudah selayaknya kita menjadi arif dan bijaksana dalam menggunakan energi tersebut, sebagai contoh ada aktifitas yang mencoba menghindari ketergantungan kita terhadap energi listrik.

Terkadang surat dengan tulisan tangan akan lebih pribadi dibandingkan surat elektronik yang dapat dikirimkan dalam beberapa detik saja. Terkadang lukisan di galeri-galeri seni akan lebih romantis dibandingkan foto-foto yang disebarkan lewat Internet. Seringkali akan lebih nyaman membaca buku bersama pasangan dibandingkan sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Bukankah terkadang teknologi membuat kita mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?

image: courtesy of techno-mobile.net

Friday, April 16, 2010

Green ICT Yang Mendasar

Akhir akhir ini lagi ramai-ramainya propaganda tentang Green ICT. Buat yang 'newbie' atau awam tentang istilah-istilah baru ini bisa menyimak tulisan singkat ini.

Singkat istilah, kata Green ini memang langsung diartikan sebagai penghematan. Tapi muncul pertanyaan, kenapa tidak pakai kata 'hijau' saja? Maklumlah, supaya pengartiannya meng-GLOBAL maka gunakan kata 'green'. ICT juga kepanjangan dengan bahasa inggris yaitu Information and Communication Technology. Kalo di-Indonesiakan menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi, disingkat TIK. Jadi kalo dipaksakan pakai bahasa Indonesia istilah ini menjadi TIK Hijau. Hehehehe menyebutnya jadi aneh ya :-?

Lepas dari permasalahan istilah, yang terpenting adalah permasalahan 'penghematan' yang menjadi tujuan kampanye ini. Bayangkan saja, total pengguna internet dunia saat ini sebesar1,802,330,457 dapat menghemat penggunaan kertas sebesar 60%, namun disisi lain ternyata konsumsi listrik-nya juga tidak kalah besar, yaitu sebesar 40%!

Melalui blog ini, penulis sekedar berbagi agar penggunaan komputer lebih bijaksana lagi. Bila ada niatan untuk mencetak email, sedianya dipikirkan baik-baik kepentingannya. Sebaliknya, upayakan untuk menghemat penggunaan daya listrik dengan mematikan komputer, atau setidaknya lakukan modus standby manakala komputer tidak digunakan dalam waktu lebih dari 30 menit. Untuk pengguna Internet, hal ini selain menghemat daya listrik, sekaligus mengantisipasi munculnya botnet di dunia maya.

Bagi pengguna laptop atau komputer jinjing, mungkin dapat memanfaatkan baterai sebagai sumber daya pengganti listrik, seefisien mungkin. Manakala baterai sudah mendapatkan daya yang penuh, segera cabut sambungan daya listrik ke laptop dan mulai gunakan baterai tersebut kembali sebagai sumber daya listrik-nya. Selain hemat, baterai laptop menjadi lebih tahan lama.

Penggunaan perangkat tambahan di sebuah komputer seperti webcam, harddisk eksternal, DVD eksternal, perangkat game, dan lain-lain, ternyata juga memakan sebagian daya komputer, jadi alangkah baiknya apabila perangkat tersebut sudah tidak digunakan segera dicabut dari komputer.

Semoga kampanye Green ICT ini tidak sia-sia, dan penulis yakin, kita sudah melakukannya sejak lama, tinggal bagaimana cara kita untuk menyebarkan kebiasaan baik ini kepada masyarakat yang masih awam tentang hal ini.

image: courtesy of datanews.rnews.be

Wednesday, March 17, 2010

Google TV dan Media Sosial

Tak dipungkiri lagi raksasa mesin pencari Google memang selangkah lebih maju. Google bakal menggebrak pasar televisi di dunia bekerja sama dengan raksasa-raksasa lainnya seperti Intel, Sony dan Logitech menggunakan sistem operasi Android. New York Times menuliskan tentang hal ini.

Teknologi bule ray, penggunaan Internet Games, Situs Jejaring Sosial and Youtube.com bakal dapat diakses dengan mudah melalui Google TV ini. Yang menarik dari Google TV ini adalah software Android ini adalah berbasis open source atau tanpa lisensi.

Google TV adalah sebuah proyek Google yang bekerja sama dengan Intel sebagai penyedia prosesor, Sony sebagai penyedia teknologi TV dan Logitech sebagai penyedia perangkat keras seperti keyboard mini dan perangkat lainnya.

Di masa datang, teknologi, media dan budaya tetap akan saling mempengaruhi. Apakah teknologi seperti Google TV ini lebih berpengaruh kepada masyarakat dunia? atau pemilik media itu sendiri yang dapat melakukan invasi atas teknologi tersebut? atau barangkali budaya di masyarakat dunia-lah yang akan sangat mempengaruhi perkembangan teknologi ini? Perlu diingat, di masa kini dan masa datang, masyarakat mulai cerdas dalam memilih informasi dan masyarakat dunia secara individu sudah mulai memiliki 'media'nya sendiri. Ini yang disebut sebagai Media Sosial.

image: courtesy of PCWorld.com

Tuesday, March 16, 2010

Facebook, Twitter, Plurk atau hanya sekedar Mailing List ?

Beberapa kalangan mengatakan Facebook.com telah mengguncang dunia. Sementara menurut data statistik yang diberitakan oleh PC World tentang hal ini, kepopuleran Facebook.com memang sangat signifikan dibandingkan Google.com sekalipun.

Namun demikian, Google.com juga memiliki sesuatu untuk masuk ke pasar Jejaring Sosial dengan Google Buzz-nya. Dari sisi trend, Facebook.com memang fenomenal. Namun dari sisi kedekatan komunitas-nya ini perlu dipertanyakan. Meski apabila dibandingkan dengan Jejaring Sosial lainnya, Facebook.com lebih unggul. Namun demikian, siapa yang merasakan hal ini jika bukan penggunanya sendiri?

Rasanya masih subjektif, manakala saya sendiri mengatakan bahwa Facebook.com lebih populer dibandingkan Twitter.com. Tentunya ini karena saya masih lebih sering menggunakan Facebook.com sebagai aplikasi Jejaring Sosial daripada Twitter.com atau Plurk.com misalnya.

Fenomena Media Sosial semacam ini, perlu ditilik lebih dalam lagi, pertama dari sisi kebutuhannya bukan hanya sekedar trend atau kehebohannya. Begitu juga dari sisi kedekatan anggotanya. Sejak booming Jejaring Sosial melanda dunia pertama kali, belakangan mailing-list yang saya moderatori kini mulai hidup kembali,. Terhitung sudah setahun lebih mailing list ini seperti aplikasi yang tertidur. Saat salah satu anggota membuka pembicaraan baru di mailing list tersebut, kini para anggotanya mulai merasakan ada kedekatan menggunakan medium mailing-list dibandingkan Jejaring Sosial yang cenderung mesh atau bertautan dan carut marut antar anggotanya.

Monday, March 15, 2010

Berburu Nama Domain - Siapa Cepat Dia Dapat

Ungkapan ini cocok untuk siapapun yang peduli dengan sebuah nama unik di belantara maya. Banyak kasus tentang perebutan nama Domain yang dikaitkan dengan nama perusahaan. Manakala Sony AK menggunakan nama domain yang mirip perusahaan yang memproduksi perangkat elektronik Sony Corporation tersebut, maka munculah berita tentang pro-kontra penggunaan nama domain ini. Tanpa undang-undang UU-ITE sekalipun, etika di dunia maya menyatakan bahwa siapa yang telah lebih dulu membeli sebuah nama domain, maka dialah yang berhak atas penggunaan domain tersebut. Namun demikian UU-ITE memperkuat etika dunia maya ini.

Oleh karena itu di dunia maya merebak dan tumbuh subur penjual nama domain, broker nama domain hingga nama domain ini pernah dijadikan bisnis MLM. Nama domain dijadikan investasi bagi mereka yang peduli dengan sebuah keunikan alamat sebuah situs.

Untuk memperoleh sebuah nama domain tidaklah sulit. Yang terpenting kita perlu mengetahui Top Level Domain (TLD), lalu memilih salah satu diantaranya, kemudian memilih nama unik untuk disandingkan dengan TLD tersebut. Misalnya kita memilih menggunakan TLD .com, maka apabila kita menginginkan nama domain "domainku", satukan menjadi "domainku.com". Langkah berikutnya pastikan ketersediaan nama tersebut di alamat http://who.is kemudian daftarkan nama domain tersebut minimal untuk pembayaran dalam setahun pada layanan domain-registar. Akan lebih beruntung lagi apabila kita mendapatkan layanan hosting gratis untuk domain tersebut. Sehingga kita dapat menampilkannya di dunia maya.

Sunday, March 7, 2010

Kesepakatan Kelas Semester Genap 2010

Obyektif
•Mata Kuliah: Online Public Relations
•Pihak: Dosen dan Para Mahasiswa/i
•Versi: 2.0

Komunikasi
•Komunikasi perihal perkuliahan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, email, chat, dengan menyebutkan nama dan nomor NIM.
•Bergabung pada Internal Mailing List, Social Media maupun mengunjungi forum OPR ini.
•Bila sifat komunikasinya URGENT, maka dosen cukup mengirimkan pesan (telepon, SMS, ataupun email) kepada Ketua Kelas/Perwakilan kelas.

Kelas
•Status telepon genggam dalam keadaan silent atau off
•Diperbolehkan interupsi/mengajukan pertanyaan pada saat perkuliahan
•Eksistensi perwakilan kelas / koordinator kelas / ketua kelas
•Persyaratan ketua kelas: akses ke internet dengan frekwensi tinggi, hp selalu standby.
•Ketua kelas: Sarie Andriani dan atau Veronica Indriati Widjaja

Kehadiran
•Masuk: 17.10 WIB setiap hari Minggu
•Mahasiswa/i wajib memberikan informasi bila tidak dapat hadir di perkuliahan selambat-lambatnya 1 jam sebelum jam masuk perkuliahan via sms.
•Dosen terlambat 30 menit dianggap tidak ada perkuliahan kecuali dengan pemberitahuan.

Surat Ijin/Surat Sakit
•Tidak perlu surat ijin, tapi mengirimkan informasi via sms atau email
•Mahasiswa/i telah memahami bahwa ketidakhadiran di perkuliahan memiliki resiko kecilnya pemahaman materi yang diterima.

Bahan Perkuliahan
•Slide presentasi, contoh kasus lisan, buku wajib, buku pendamping, link internet, materi via email, materi di mailing list, dan blog

Sistem Perkuliahan
•Offline dan Online
•Informasi rencana perkuliahan berikutnya akan diinformasikan melalui SMS dan atau email selambat-lambatnya pada H-5.

Sistem Penilaian
•Kehadiran=10%, Tugas Individu=20%, Tugas Kelompok=30%, UTS=20%, UAS=20%

Ujian
•Sistem ujian adalah Take Home Test
•Jawaban dari pertanyaan argumentatif bukan jiplakan dari materi. Gunakan bahasa Anda sendiri.
•Menyerahkan lembar jawaban, lembar soal dan tugas tepat pada waktunya
•Maksimum nilai ujian: perhatikan bobot nilai setiap soal yang Anda kerjakan
•Ujian susulan dengan sistem Close-Book.

Tugas
•Judul tugas harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
•Penilaian: 5W+1H, data akurat (bukti), memiliki unsur nilai berita yang kuat
•Struktur penulisan: daftar isi, latar belakang, isi+analisa, kesimpulan, saran/solusi, sumber informasi/daftar pustaka
•Jenis huruf : Times New Roman 12 point
•Kiri: 1,5 inch, kanan: 1,2 inch, atas: 1,2 inch, bawah: 1,2 inch, spasi 1,5
•Hardcopy dan Softcopy (kirimkan via email)

Tugas Individu
•Etika PR vs. Etika Jurnalistik
•Penilaian berdasarkan Saran Pribadi, Analisa dan Keseluruhan Isi
•Dikirimkan melalui email selambat-lambatnya 24 jam sebelum waktu UTS. Penerimaan email lebih dari ketentuan ini akan mendapatkan nilai generik

Tugas Kelompok
•Membuat Blog PR
•Blog ini akan mendapatkan penilaian awal pada kuliah pertama pasca UTS
•Dipresentasikan oleh seluruh anggota kelompok pada kuliah tatap muka terakhir sebelum UAS

Tugas Khusus
•Tidak ada





Sunday, October 4, 2009

Mendaftarkan Akun Email ke Aplikasi Google Docs

Sekarang jamannya Internet, eranya semua aplikasi mudah digunakan, dipakai kapan saja, bukan dimiliki oleh vendor software tertentu alias non-licence, harus bisa diakses menggunakan perangkat apapun baik komputer desktop, komputer jinjing, ataupun gadget kecil portable seperti handphone yang selalu dibawa beraktifitas. Google telah memberikan solusi aplikasi office yang dapat diakses via web. Aplikasi tersebut adalah Google Docs.

Dibawah ini adalah cara mendaftarkan akun email Anda agar Anda dapat menggunakan aplikasi office web-based ini. Langkah pertama kali kita harus mengunjungi halaman situs http://docs.google.com. Selanjutnya silahkan ikut langkah demi langkah berikut ini:

1. Tekan tombol "Get Started" warna biru

2. Masukkan alamat email aktif Anda pada kolom "Your Current email address". Alamat email ini tidak harus akun gmail. Alamat akun email non-gmail, juga dapat didaftarkan pada aplikasi ini. Selanjutnya alamat email ini dipakai sebagai username kita saat menggunakan Google Docs.

3. Tentukan password untuk aplikasi ini pada kolom "Choose a password". Harap dipahami, bahwa password ini tidak harus password email Anda. Anda bebas membuat password dengan batasan keamanan tertentu yang disarankan oleh aplikasi ini.

4. Masukkan password yang sama untuk konfirmasi pada kolom "Re-enter password"

5. Hilangkan tanda cek pada Check Box "Remember me on this computer". kecuali memang Anda ingin komputer yang Anda gunakan secara otomatis mengingat password tersebut.

6. Berikan tanda cek pada Check Box "Enable Web History", apabila Anda ingin selalu menyimpan alamat website yang pernah Anda kunjungi sebelumnya.

7. Pada word verification, kenali dan baca baik-baik kata yang tergambar, lalu ketikkan pada box dibawahnya. Apabila Anda salah mengartikan kata yang tertera, maka Anda diminta untuk mengulanginya kembali, hingga benar.

8. Baca dengan seksama Term & Service dalam box dengan melakukan scrolling tombolnya.

9. Klik tombol "I accept Create my account"

10. Secara otomatis google akan mengirimkan sebuah link untuk verifikasi ke email Anda. Buka email Anda dan klik link verifikasi tersebut. Setelah langkah ini, Anda dapat menggunakan aplikasi docs.google.com secara interaktif layaknya aplikasi office yang pernah Anda miliki di dalam komputer saat ini.


Friday, October 2, 2009

Kesepakatan Kelas

Di setiap perkuliahan yang saya jalankan selama ini komitmen antara dosen dengan para mahasiswa/i adalah hal krusial yang harus dilakukan pertama kali. Oleh karena itu saya berkepentingan untuk membuat sebuah komitmen awal antara dosen dengan para mahasiswa/i. Ide dasar pembuatan Kesepakatan Kelas ini adalah ide pribadi dimana pihak Universitas maupun manajemen Universitas belum menyediakannya secara rinci. Kesepakatan kelas yang dirasa efektif ini telah saya jalankan sepanjang tahun sejak tahun 2006 hingga kini.

Seperti layaknya sebuah perjanjian pada umumnya, komitmen atau selanjutnya dinyatakan sebagai kesepakatan kelas haruslah tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, tentunya pihak-pihak tersebut adalah antara dosen dengan mahasiswa/i. Kesepakatan kelas ini dipakai sebagai acuan kegiatan perkuliahan sepanjang satu semester. Sehingga apabila ada hal-hal yang dirasa terlupa atau dilupakan oleh kedua belah pihak, maka permasalahan akan dikembalikan pada isi Kesepakatan kelas itu sendiri.

Isi sebuah kesepakatan kelas hanya berkisar tentang operasional perkuliahan dan yang terkait dengan hal tersebut saja. Kesepakatan kelas versi awal berbentuk tabel yang terdiri dari kolom nomor kategori kesepakatan, kategori kesepakatan/fokus kesepakatan dan kolom ketiga adalah keterangan atau rincian kesepakatannya. Jumlah kategori kesepakatan kelas adalah sebelas kategori yang terdiri dari: Komunikasi, Kelas, Kehadiran, Surat Ijin/Sakit, Tugas Khusus, Bahan Perkuliahan, Sistem Penilaian, Ujian, Tugas, Tugas Individu, Tugas Kelompok.

Pada versi yang pertama, Kesepakatan Kelas harus ditandatangani oleh dosen dan para mahasiswa/i. Karena teknologi informasi semakin maju dan mahasiswa/i telah memiliki akses internet-nya masing-masing, maka pada versi yang terbaru, setelah secara aklamasi Kesepakatan Kelas disetujui para mahasiswa/i di dalam perkuliahan, selanjutnya saya kirimkan via email dan para mahasiswa/i wajib membalasnya untuk menyetujuinya.

Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel, demokratis dan bertanggung jawab. Fleksibel karena hasil keputusan-nya bergantung dari kesepakatan kelas saat itu. Sehingga rincian Kesepakatan Kelas dapat berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya. Demokratis, karena semua mahasiswa/i dan dosen berhak memberikan pendapatnya. Bertanggung jawab artinya hasil kesepakatan kelas tidak dapat diganggu gugat dan berlaku hingga berakhirnya perkuliahan. Meskipun Kesepakatan Kelas ini bersifat fleksibel yang berdampak pada dinamisnya rincian isi kesepakatan, namun hal ini tidak mengubah prinsip dasar Kesepakatan Kelas itu sendiri.

Sunday, September 13, 2009

Policy Dulu, Baru Yang Lain...

Beberapa waktu lalu saat mendapatkan kesempatan mengajar kelas Network Security, saya bertemu dengan beberapa teman engineer dari perusahaan BUMN. Mengenai nama BUMN baiknya tidak saya sebutkan disini demi etika dan kesopanan. Mereka rela mengikuti training 4 modul yang harus dihabiskan selama empat minggu berturut-turut demi objektif yang sedang saya pertanyakan ini.

Di awal training seperti biasanya kami berkenalan dan pada akhirnya saya menanyakan motivasi mereka mengikuti training semacam ini. Tidak disangka, ternyata mereka ingin memiliki tools atau semacam software penyerang yang rencananya dipakai untuk menyaingi salah satu karyawan yang "bandel". Belakangan saya tahu bahwa karyawan yang bandel itu tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri! Dan melalui obrolan yang intens, saya mendapatkan informasi bahwa karyawan yang "bandel" ini adalah seorang junior di perusahaan tersebut namun mendapatkan jabatan koordinator di lingkungan mereka. Sepertinya sebagai rekan seniornya mereka tidak mau diatur ya :-?

Mereka adalah contoh script kiddies, orang yang tidak punya kemampuan hacking namun mencoba menggunakan software dan tools hacking yang rencananya dipakai untuk tujuan tertentu. Hal-hal seperti diatas adalah salah satu contoh dan kesamaan masalah di sebuah organisasi yang sama sekali tidak memiliki policy. Apakah mereka tidak bisa membuatnya atau tidak mau membuatnya? Seringkali hal seperti ujung-ujungnya masalah politis saja. Securitypolicy menjadi hal yang tidak diperhatikan. Padahal hal ini menyangkut keamanan dan confidentiality sebuah organisasi. Cerita tentang teman-teman engineer di salah satu BUMN tersebut menggambarkan betapa Internal Relations belum solid.

Secara teoritis dan praktikal, pertahanan yang paling baik adalah dengan membangun Internal Relations dan Internal Policy yang sistematis. Setelah Internal Relations dan Policy-nya dibentuk, barulah memperkuat pertahanan dari luar. Sehingga bila berbicara tentang Network Security, IT Security, Data Confidentiality atau semacamnya, cobalah pertanyakan lebih dahulu; "Apakah Anda memiliki Organization Policy?" Naaaah, kalo sudah membuat "Policy" baru yang lainnya...

Saturday, August 15, 2009

Kesepakatan Kelas Semester Gasal 2009

Obyektif
•Mata Kuliah: Online Public Relations
•Pihak: Dosen dan Para Mahasiswa/i
•Versi: 2.0

Komunikasi
•Komunikasi perihal perkuliahan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, email, chat, dengan menyebutkan nama dan nomor NIM.
•Bergabung pada Internal Mailing List, Social Media maupun mengunjungi forum OPR ini.
•Bila sifat komunikasinya URGENT, maka dosen cukup mengirimkan pesan (telepon, SMS, ataupun email) kepada Ketua Kelas/Perwakilan kelas.

Kelas
•Status telepon genggam dalam keadaan silent atau off
•Diperbolehkan interupsi/mengajukan pertanyaan pada saat perkuliahan
•Eksistensi perwakilan kelas / koordinator kelas / ketua kelas
•Persyaratan ketua kelas: akses ke internet dengan frekwensi tinggi, hp selalu standby.
•Ketua kelas: Lalu Athma

Kehadiran
•Mahasiswa/i wajib memberikan informasi bila tidak dapat hadir di perkuliahan selambat-lambatnya 1 jam sebelum jam masuk perkuliahan via sms.
•Dosen terlambat 30 menit dianggap tidak ada perkuliahan kecuali dengan pemberitahuan.

Surat Ijin/Surat Sakit
•Tidak perlu surat ijin, tapi mengirimkan informasi via sms atau email
•Mahasiswa/i telah memahami bahwa ketidakhadiran di perkuliahan memiliki resiko kecilnya pemahaman materi yang diterima.

Bahan Perkuliahan
•Slide presentasi, contoh kasus lisan, buku wajib, buku pendamping, link internet, materi via email, materi di mailing list, dan blog

Sistem Perkuliahan
•Offline dan Online
•Informasi rencana perkuliahan berikutnya akan diinformasikan melalui SMS dan atau email selambat-lambatnya pada H-5.

Sistem Penilaian
•Kehadiran=10%, Tugas Individu=30%, Tugas Kelompok=20%, UTS=20%, UAS=20%

Ujian
•Sistem ujian adalah Take Home Test
•Jawaban dari pertanyaan argumentatif bukan jiplakan dari materi. Gunakan bahasa Anda sendiri.
•Menyerahkan lembar jawaban, lembar soal dan tugas tepat pada waktunya
•Maksimum nilai ujian: perhatikan bobot nilai setiap soal yang Anda kerjakan
•Ujian susulan dengan sistem Close-Book

Tugas
•Judul tugas harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan
•Penilaian: 5W+1H, data akurat (bukti), memiliki unsur nilai berita yang kuat
•Struktur penulisan: daftar isi, latar belakang, isi+analisa, kesimpulan, saran/solusi, sumber informasi/daftar pustaka
•Jenis huruf : Times New Roman 12 point
•Kiri: 1,5 inch, kanan: 1,2 inch, atas: 1,2 inch, bawah: 1,2 inch, spasi 1,5
•Hardcopy dan Softcopy (kirimkan via email)

Tugas Individu
•Etika PR vs. Etika Jurnalistik
•Penilaian berdasarkan Saran Pribadi, Analisa dan Keseluruhan Isi
•Dikirimkan melalui email selambat-lambatnya 24 jam sebelum waktu UTS. Penerimaan email lebih dari ketentuan ini akan mendapatkan nilai generik

Tugas Kelompok
•Membuat Blog PR
•Blog ini akan mendapatkan penilaian awal pada kuliah pertama pasca UTS
•Dipresentasikan oleh seluruh anggota kelompok pada kuliah tatap muka terakhir sebelum UAS

Tugas Khusus
•Tidak ada

Tuesday, October 7, 2008

Fenomena Virtual Ajang Formula One

Fenomena perubahan gaya hidup telah terlihat kembali pada saat digelarnya Singapore Grand Prix Formula One 2008 di malam hari. Hal ini menambah khasanah informasi tentang penggunaan media online di masyarakat dunia. Melalui tulisan Bre Redana tentang Pengalaman "Virtual" Formula 1 pada harian surat khabar kompas 4 Oktober 2008 memperlihatkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perubahan gaya hidup masyarakat masa kini.

Orang menyaksikan pertandingan mobil balap kelas dunia seperti pada Singapore Grand Prix Formula One 2008 ini ternyata tidak semata-mata melihat ajang kebut-kebutannya. Mereka memiliki kecenderungan menggunakan teknologi sebagai prestise di peradaban masa kini. Untuk melihat ajang balapan seperti ini tidak banyak yang secara langsung menggunakan indera penglihatannya dalam memperhatikan kecepatan mobil balap tersebut. Lebih banyak para penikmat balapan menggunakan teknologi yang ada seperti televisi misalnya. Ditambah lagi sebuah alat canggih dalam genggaman tangan disewakan oleh panitia seharga 157 dollar Singapura (sekitar 1 Juta rupiah) selama tiga hari. Gadget ini terhubung ke kamera masing-masing pembalap. Sehingga dengan cara ini pengguna gadget dapat memilih untuk melihat sudut kamera setiap pembalap yang diinginkannya. Yang lebih menarik lagi komunikasi antar pembalap dengan kru balapnya juga dapat didengar melalui alat ini.

Di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh produk yang ditawarkan dengan mengemas ferrari sebagai pencitraannya. Melihat cara penggunaan alat ini terbukti bahwa gaya hidup telah berkembang dan bergeser seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perlengkapan multimedia yang disewakan oleh panitia penyelenggara pada dasarnya sebagai media penghubung untuk melihat wujud asli balapan itu sendiri. Dan kenyataannya pengguna media telah secara virtual menikmati ajang yang bergengsi ini.

Friday, September 26, 2008

WYSIWYG

Bagi mereka yang baru mengenal komputer dan perkomputeran di era masa kini, mungkin terminologi WYSIWYG sangat awam dan belum pernah ditemui. Namun bagi yang pernah mengenyam pengalaman saat pertama kali munculnya Sistem Operasi Apple Macintosh atau Microsoft di era tahun 1995, hal ini bukan merupakan hal yang baru.

WYSIWYG kepanjangan dari What You See is What You Get. Apa yang kita lihat di layar monitor komputer kita adalah sama dengan apa yang akan kita peroleh nanti apabila kita ingin mencetaknya, atau melakukan presentasi di layar yang berbeda. Hal ini lambat laun ditingkatkan dengan keakuratan layout, warna, detil garis, dll. Namun demikian ada beberapa kontradiksi dalam memberikan pemaknaan dari WYSIWYG itu sendiri dengan menambahkan kata "NOT" diantara I (is) dan W (what). Sehingga dimaknai dengan kepanjangan What You See Is NOT What You Get. Hal ini muncul di beberapa kalangan karena kekecewaan mereka atas teknologi yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya.

Mirip dengan pemahaman awalnya, pada tingkatan komunikasi ataupun pada jenis komunikasi tertentu, WYSIWYG perlu juga kiranya dipakai sebagai pengetahuan bahwa ada perbedaan hasil antara tingkatan komunikasi inter personal dengan antar personal. Manakala terdapat dua orang sedang terlibat komunikasi non-verbal, maka masing-masing personal menggunakan pengalaman dan pengetahuan masing-masing dalam memberikan umpan baliknya. Kita pahami suatu contoh komunikasi dibawah ini.

Guru Ani sedang mengajar di dalam kelas di depan beberapa muridnya. Salah satu muridnya yang bernama Budi mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit. Guru Ani menanyakan kepada Budi "Budi, apakah kamu kurang tidur?" Budi menjawab pertanyaan guru Ani "Tidak Bu, saya tidur lelap semalam selama delapan jam". Tentunya jawaban Budi akan mengherankan bagi guru Ani. Mengapa Budi yang terlihat mengantuk namun berbeda dengan pengakuannya yang bukan merupakan alasan atas tindak tanduknya di dalam kelas pada saat guru Ani mengajar.

Disini terdapat perbedaan pemahaman dari sebuah lambang-lambang komunikasi. Lambang komunikasi yang ada disini adalah 'mulut yang terbuka lebar-lebar tiga kali setiap satu menit'. Pemahaman guru Ani, bila murid terlihat mulutnya sudah tiga kali terbuka setiap satu menit, berarti dia mengantuk dan kemungkinan besar alasannya adalah kurang tidur di malam hari. Sebaliknya tindakan Budi dengan membuka mulutnya/menguap sebenarnya umpan balik non-verbal bagi guru yang memberikan pelajaran dengan cara yang membosankan. Budi memberikan komunikasi non-verbal kepada gurunya yang ternyata lambang komunikasi tersebut tidak dipahami guru Ani. Guru Ani tidak melihat ada pesan dibalik pesan atas komunikasi non-verbal yang diberikan oleh Budi. 

Contoh lainnya adalah berkaitan dengan wacana yang selalu berkembang di kehidupan kita. Beberapa wacana tentang gender, agama, politik, bisnis misalnya. Ada pemahaman umum bahwa warna pink adalah warna untuk anak perempuan sedangkan warna biru adalah warna untuk anak laki-laki. Seorang Mario Teguh dengan cara komunikasi verbal dan non-verbalnya oleh beberapa kalangan yang belum begitu mengenalnya dianggap menganut agama tertentu. Partai politik dengan warna hijau diwacanakan sebagai partai agama tertentu. Pada masa kampanye tiga partai, warna baju yang kita kenakan dapat dianggap mewakili partai politik tertentu. Padahal belum tentu warna yang dimaksud untuk kepentingan partai politik tertentu. Beberapa psikolog tidak menyetujui wacana gender atas warna-warna seperti contoh diatas. Menurut mereka tidak ada salahnya anak perempuan memakai baju warna biru dan anak laki-laki memakai baju warna pink. Bagi mereka hal ini memunculkan sebuah pertanyaan, mengapa warna dijadikan wacana gender?

WYSIWYG dapat dipakai oleh pelaku bisnis yang mencoba mengetahui kemampuan dan tingkat kepercayaan terhadap calon pelanggannya atau sebaliknya. Bagi kaum muda atau insan yang sedang mencoba mengenali karakter atau watak dari calon pasangannya, WYSIWYG dapat dipakai sebagai langkah antisipatif dan alat kewaspadaan dibandingkan langkah kuratif seperti 3G. Untuk itu WYSIWYG perlu diantisipasi dan perlu disikapi dengan cermat dan bijaksana.

Thursday, September 25, 2008

Komunikasi Kepada Publik Eksternal

Hubungan dengan publik diluar perusahaan merupakan keharusan yang mutlak. Karena perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bekerja sama dengan perusahaan yang lain. Karena itu perusahaan harus menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik-publik khususnya dan masyarakat umumnya.
Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan publik eksternal secara informatif dan persuasif. Informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti dan sempurna berdasarkan fakta yang sebenarnya. Secara persuasif, komunikasi dapat dilakukan atas dasar membangkitkan perhatian komunikan (publik) sehingga timbul rasa tertarik.
Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan public relations eksternal meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan, memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion leader, memelihara hubungan baik dengan publik dan para pemasok yang berhubungan dengan operasional perusahaan dan mencapai rasa simpatik dan kepercayaan dari publik dalam masyarakat.
Tindakan-tindakan yang harus dilakukan external public relations seperti :
Menganalisa dan menilai sikap dan opini publik yang menanggapi kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam menggerakkan pegawainya dan menerapkan metodenya
Mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan perusahaan, terutama kegiatan yang mendapat sorotan atau kritikan publik
Mempersiapkan bahan-bahan penerangan dan penjelasan yang jujur dan objektif agar publik tetap memperoleh kejelasan tentang segala aktivitas dan perkembangan perusahaan
Ikut membantu pimpinan dalam hal menyusun atau memperbaiki formasi staf ke arah yang efektif
Mengadakan penyelidikan atau penelitian tentang kebutuhan, kepentingan dan selera publik akan barang-barang yang dihasilkan perusahaan.

Thursday, August 7, 2008

Yang Masih (Sering) Ke Warnet

Apabila Anda terpaksa harus ke warnet untuk melakukan aktifitas di dunia maya seperti mengirimkan email ke kolega, mengirimkan dokumen ke server Anda yang berada di Amerika atau malahan melakukan transaksi e-banking dengan rekan bisnis Anda, sebaiknya lebih waspada lagi. Tanpa menghakimi bahwa warnet adalah tempat rawan untuk melakukan aktifitas Internet, ada baiknya kita lebih waspada dan menyadari keberadaan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab berniat mencuri data milik pengunjung warnet itu sendiri.

Ada postingan menarik dari blog seberang. Gaya bahasa yang mudah diterima dan sedikit kocak menarik untuk ditinjau dan diikuti sarannya. Tentunya hal ini tidak sulit dilakukan bagi praktisi PR. Malahan praktisi PR dapat melakukannya dengan berbagai kreatifitas :) Namun juga ada hal-hal yang tidak mungkin dilakukan karena memang sedikit konyol. Penulis ini membicarakan tentang tip dan trik agar aktifitas kita di WarNet tidak diintip oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum ini menggunakan keylogger untuk mematai-matai.

Sarannya adalah mewaspadai sikap dari pemilik warnet dan upayakan selalu meneliti keberadaan keylogger ini. Untuk menyimak postingan asli silahkan kunjungi blog GENK_ANGKER.

Thursday, July 24, 2008

Marketing and Cyber Public Relations

Dengan adanya perkembangan di dunia teknologi informasi tentu saja memperluas sarana untuk melakukan komunikasi. Dalam hal ini seorang PR yang handal harus tanggap untuk memanfaatkan media-media terbaru sebagai instrument aplikasi tugasnya.Akhir-akhir ini muncul kecenderungan baru dimana media online digunakan sebagai media komunikasi, termasuk dalam Public Relations. Praktik kegiatannya biasa dikenal dengan istilah e-public relations atau cyber-public relations. Yaitu seorang PR yang menggunakan internet sebagai media publisitas. Jika media konvensional seperti TV, media cercak, radio, dll hanya dapat melakukan one to many relations. Internet dapat mengembangkan one to one communication.

Sejak tahun 1990-an, media online muncul menjadi media baru yang sangat kuat di dunia. Internet telah hampir menjadi sinonim dari sebuah konsep media baru saat ini. Perusahaan-perusahaan berlomba-lomba memajang produk dan jasanya di situs internet. Menurut Nielsen/Net Rating, pada Juni 2004 saja tercatat 21 juta orang membaca Yahoo News. Sementara itu, hanya setahun setelah peluncurannya, Google News diakses oleh 6,5 juta orang setiap bulannya. Dan inilah fakta menariknya pembaca utama Google News dan Yahoo News bukan wartawan melainkan konsumen pembaca berita.

Esensi dari Online Public Relations adalah percepatan informasi. Internet telah mengubah cara banyak perusahaan dalam menangani kontak pers dan kegiatan yang berhubungan dengan media relatios. Selain itu keuntungannya yang dapat diperoleh antara lain jangkauan secara global/dunia, banyaknya informasi yang tersedia dan aktual , mengembangkan investor relations, dapat mempertinggi kontak dengan media, akses yang mudah, biaya efisien.Dengan internet, perusahaan memiliki kemampuan berkomunikasi lebih tinggi dan memiliki nilai tambah yang membedakannya dengan perusahaan lainnya. Internet membuka pintu untuk komunikasi dua arah antara perusahaan dan publiknya.Pembangunan branding online dilakukan melalui sarana email, presskit, website, weblog, blog, milis, newsgroup, autoresponder, ezine, e-newsletter, direct email, iklan online, online media relations, investor relations dan alat-alat komunikasi pemasaran lain di dunia online.

Published By :
200752096 Cahya, 200752105 Tria, 200752092 Rommy

Monday, July 21, 2008

Online Customer Relation Management

CRM atau Customer Relation Management dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran, penjualan, dan pelayanan.

Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan melalui web, diantaranya (Greenberg 2002 dalam Turban et al. 2004):
  1. Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search.
  2. Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis.
  3. Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk.
  4. Menyediakan pemesanan on line.
  5. Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan.


    Published By :
    Cahya 200752096

Saturday, July 19, 2008

Kriminalitas Di Internet

Sebagaimana lazimnya pembaharuan teknologi, internet selain memberi manfaat juga menimbulkan ekses negatif dengan terbukanya peluang penyalahgunaan teknologi tersebut. Hal itu terjadi pula untuk data dan informasi yang dikerjakan secara elektronik.

Dalam jaringan komputer seperti internet, masalah kriminalitas menjadi semakin kompleks karena ruang lingkupnya yang luas.

Menurut Edmon Makarim (2001: 12) kriminalitas di internet atau cybercrime pada dasarnya adalah suatu tindak pidana yang berkaitan dengan cyberspace, baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace atupun kepemilikan pribadi.

Jenis-jenis kejahatan di internet terbagi dalam berbagai versi. Salah satu versi menyebutkan bahwa kejahatan ini terbagi dalam dua jenis, yaitu kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi. Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi, atau kriminal yang potensial menimbulkan kerugian bahkan perang informasi.

Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan.

Secara garis besar, ada beberapa tipe cybercrime, seperti dikemukakan Philip Renata dalam suplemen BisTek Warta Ekonomi No. 24 edisi Juli 2000, h.52 yaitu:
a. Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin. Hal ini termasuk pencurian waktu operasi komputer.
b. Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin dengan alat suatu terminal.
c. The Trojan Horse, yaitu manipulasi data atau program dengan jalan mengubah data atau instruksi pada sebuah program, menghapus , menambah, menjadikan tidak terjangkau dengan tujuan untuk kepentingan pribadi pribadi atau orang lain.
d. Data Leakage, yaitu menyangkut bocornya data ke luar terutama mengenai data yang harus dirahasiakan. Pembocoran data komputer itu bisa berupa berupa rahasia negara, perusahaan, data yang dipercayakan kepada seseorang dan data dalam situasi tertentu.
e. Data Diddling, yaitu suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara tidak sah, mengubah input data, atau output data.
f. To frustate data communication atau penyia-nyiaan data komputer.
g. Software piracy yaitu pembajakan perangkat lunak terhadap hak cipta yang dilindungi HAKI.

Dari ketujuh tipe cybercrime tersebut, nampak bahwa inti cybercrime adalah penyerangan di content, computer system dan communication system milik orang lain atau umum di dalam cyberspace (Edmon Makarim, 2001: 12).

Pola umum yang digunakan untuk menyerang jaringan komputer adalah memperoleh akses terhadap account user dan kemudian menggunakan sistem milik korban sebagai platform untuk menyerang situs lain. Hal ini dapat diselesaikan dalam waktu 45 detik dan mengotomatisasi akan sangat mengurangi waktu yang diperlukan (Purbo, dan Wijahirto, 2000: 9).

Fenomena cybercrime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini agak berbeda dengan kejahatan lain pada umumnya. Cybercrime dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak diperlukan interaksi langsung antara pelaku dengan korban kejahatan. Bisa dipastikan dengan sifat global internet, semua negara yang melakukan kegiatan internet hampir pasti akan terkena impas perkembangan cybercrime ini.

Berita Kompas Cyber Media (19/3/2002) menulis bahwa berdasarkan survei AC Nielsen 2001 Indonesia ternyata menempati posisi ke enam terbesar di dunia atau ke empat di Asia dala tindak kejahatan di internet. Meski tidak disebutkan secara rinci kejahatan macam apa saja yang terjadi di Indonesia maupun WNI yang terlibat dalam kejahatan tersebut, hal ini merupakan peringatan bagi semua pihak untuk mewaspadai kejahatan yang telah, sedang, dan akan muncul dari pengguna teknologi informasi (Heru Sutadi, Kompas, 12 April 2002, 30).

Menurut RM Roy Suryo dalam Warta Ekonomi No. 9, 5 Maret 2001 h.12, kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu:
1. Pencurian Nomor Kredit.
Menurut Rommy Alkatiry (Wakil Kabid Informatika KADIN), penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia.
Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking)
Menurut John. S. Tumiwa pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbnkan dan merusak data base bank
3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM Roy M. Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.

Sementara itu As’ad Yusuf memerinci kasus-kasus cybercrime yang sering terjadi di Indonesia menjadi lima, yaitu:
a. Pencurian nomor kartu kredit.
b. Pengambilalihan situs web milik orang lain.
c. Pencurian akses internet yang sering dialami oleh ISP.
d. Kejahatan nama domain.
e Persaingan bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya.

Khusus cybercrime dalam e-commerce, oleh Edmon Makarim didefinisikan sebagai segala tindakan yang menghambat dan mengatasnamakan orang lain dalam perdagangan melalui internet. Edmon Makarim memperkirakan bahwa modus baru seperti jual-beli data konsumen dan penyajian informasi yang tidak benar dalam situs bisnis mulai sering terjadi dalam e-commerce ini.

Menurut Mas Wigrantoro dalam BisTek No. 10, 24 Juli 2000, h. 52 secara garis besar ada lima topic dari cyberlaw di setiap negara yaitu:
a. Information security, menyangkut masalah keotentikan pengirim atau penerima dan integritas dari pesan yang mengalir melalui internet. Dalam hal ini diatur masalah kerahasiaan dan keabsahan tanda tangan elektronik.
b. On-line transaction, meliputi penawaran, jual-beli, pembayaran sampai pengiriman barang melalui internet.
c. Right in electronic information, soal hak cipta dan hak-hak yang muncul bagi pengguna maupun penyedia content.
d. Regulation information content, sejauh mana perangkat hukum mengatur content yang dialirkan melalui internet.
e. Regulation on-line contact, tata karma dalam berkomunikasi dan berbisnis melalui internet termasuk perpajakan, retriksi eksport-import, kriminalitas dan yurisdiksi hukum.

Saat ini di Indonesia sudah dibuat naskah rancangan undang-undang cyberlaw yang dipersiapkan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia bekerja sama dengan Departemen Perdagangan dan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung bekerja sama dengan Departemen Pos dan telekomunikasi. Hingga saat ini naskah RUU Cyberlaw tersebut belum disahkan sementara kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan kriminalitas di internet terus bermunculan mulai dari pembajakan kartu kredit, banking fraud, akses ilegal ke sistem informasi, perusakan web site sampai dengan pencurian data.

Saat ini regulasi yang dipergunakan sebagai dasar hukum atas kasus-kasus cybercrime adalah Undang-undang Telekomunikasi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun demikian, interpetasi yang dilakukan atas pasal-pasal KUHP dalam kasus cybercrime terkadang kurang tepat untuk diterapkan. Oleh karena itu urgensi pengesahan RUU Cyberlaw perlu diprioritaskan untuk menghadapi era cyberspace dengan segala konsekuensi yang menyertainya termasuk maraknya cybercrime belakangan ini.
Sebagai Praktisi PR hal mengenai kriminalitas di internet perlu dipahamai dan dimengerti sehingga dapat mengantisipasi sebelum hal tersebut terjadi.

Disusun Oleh :
1. Yusril Saputra
2. Fajrin Nur Akbar
3. Tri Estina Sari
4. Rani Widysari

Monday, July 7, 2008

Komunikasi Mempertahankan Reputasi

Inti dari sebuah aktifitas PR adalah "berkomunikasi". Hal ini berarti bahwa apapun yang dipikirkan dan apapun yang dilakukan oleh PR selalu mengarah pada kegiatan berkomunikasi untuk mempertahankan reputasi organisasi. Dikatakan sebuah aktifitas inti dikarenakan dalam membangun hubungan (relations), satu-satunya aktifitas dasar yang harus dilakukan adalah melakukan komunikasi kepada khalayaknya. Sehingga seorang praktisi PR sudah sewajarnya akan mendapatkan tantangan akan usaha-usaha melakukan komunikasi yang positif, bukan sebaliknya. Oleh karena itu organisasi yang merekrut seorang PR profesional tentunya akan membuat sebuah kontrak kerja baku yang mengatakan bahwa apabila seorang praktisi PR melakukan kegagalan dalam berkomunikasi, hal ini akan berakibat dihentikan dari jabatannya / pekerjaannya. 

Warren Buffet mengatakan bahwa reputasi mungkin saja dibangun dan dipertahankan selama kurun waktu 20 tahun namun reputasi dapat hancur hanya dalam waktu lima menit saja.
Itulah mengapa komunikasi untuk mempertahankan reputasi sangatlah penting.

Chit Chat